Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Pemuda Dambaan Umat

Pemuda hari ini adalah pemimpin di esok hari. Sedangkan pemuda harapan umat ialah pemuda yang bisa membawa perubahan ke arah kebangkitan. Pemuda yang dibekali ilmu dan takwa mampu menghasilkan peradaban yang gemilang. Pemuda yang panutannya bercermin kepada generasi Rasulullah.

Oleh: Nur Hayati (siswi SMA NEGERI 8 Surabaya)

Gaes, udah pada tau gak, gimana kehidupan para pemuda hari ini? Ya, seperti yang kita ketahui bahwa kehidupan para pemuda hari ini jauh sekali dari aturan Islam. Kehidupan pemuda saat ini yang nyaris rusak dari berbagai sisi. Mulai dari sisi akidah, moral hingga pola pikirnya. Realita menampakkan bagaimana maraknya pergaulan bebas, perzinahan dimana-mana, meningkatnya aborsi di tiap tahunnya, bunuh diri di usia dini, pecandu narkoba, dan sebagainya. Hal ini menjadi suatu hal yang biasa terjadi di kalangan pemuda saat ini. Duh. Miris banget yah...

Yang harus kita pahami nih gaes, ada beberapa karakteristik yang menjadi ciri khas pemuda-pemudi hari ini, diantaranya mager (malas gerak), sukanya yang instan, tidak mau ribet, akrab dengan dunia maya, cenderung individualis, dan masih banyak lagi. Dari sekian banyaknya karakteristik, itu tak lepas dari hasil cerminan sistem yang diterapkan saat ini.

Sistem yang berasaskan sekuler-liberalis ini, mampu menghipnotis perorangan dalam suatu negeri dengan memisahkan agama dari kehidupannya. Menjunjung hak kebebasan hingga keluar batas-batas yang ditentukan. Keluar dari koridor syariat Islam.

Sistem yang diadopsi dari Barat ini, mampu membuat para pengembannya bahagia dibuatnya. Keinginan mereka berupa ambisi untuk mencabut Al-Qur'an di dada pemuda Islam, hampir mencapai keberhasilan yang nyata. Itulah satu-satunya cara orang Barat atau kaum kafir menghancurkan Islam, dengan memisahkan Islam dan Al-Qur'an ke dada pemuda muslim.

Adapun, beberapa program yang sedang digencarkannya atas Islam, adalah menghapuskan bahasa Arab, cinta musik, cinta sex (gaul bebas), dan kebebasan tanpa batas. Dan tak sedikit pula, gaya kehidupan ala Barat ini meracuni generasi pemuda, mulai dari food (makanan), fun (kesenangan), fashion (kebiasaan), film hingga pemikiran (Ghazwul Fikr). Berbagai formula yang sedang dipersiapkannya agar pemuda-pemuda Islam jauh dari keislamannya. Waduh, jadi ngeri gini yah.

Itulah faktor yang menjadi penghambat kenapa Islam tak juga kembali bangkit dan bersatu. Karena formula yang dibuat oleh Barat sebagian besar tersemat kepada kebanyakan kaum muslim saat ini, terutama para pemudanya. Keadaannya semakin genting, ketika pemuda muslim tidak peka dan tidak sadar dengan keadaan sekitarnya, terutama pada umat dan tak segera bangkit dari zona nyamannya.

Zona yang dimaksud di sini, ketika generasinya kebanyakan mager, malas, dan tak ada upaya untuk bangkit. Bisa dipastikan 10 tahun yang mendatang, Indonesia akan hancur lewat pemudanya. Sebab, pemuda adalah cerminan bangsa.

Keadaan ini, diibaratkan sebuah rumah yang kebakaran di malam hari. Dimana ada satu anggota rumah yang bangun dan menyadari keberadaannya, namun tidak dengan anggota lainnya. Mereka tertidur pulas dan tak menyadari akan hal itu. Dan ketika satu orang tadi tidak segera membangunkan dan menolong yang lain dari tidurnya. Bisa jadi anggota serumah menjadi korban. Artinya, keadaan umat Islam saat ini tidak sedang baik-baik saja. Dan tak sedikit yang menyadari hal itu. Disinilah, peran pemuda yang dibutuhkan.

Pemuda hari ini adalah pemimpin di esok hari. Sedangkan pemuda harapan umat ialah pemuda yang bisa membawa perubahan ke arah kebangkitan. Pemuda yang dibekali ilmu dan takwa mampu menghasilkan peradaban yang gemilang. Pemuda yang panutannya bercermin kepada generasi Rasulullah.

Jika kita menengok pemuda di zaman Rasulullah, ada Zubeir bin Al-Awwam yang pada usia 15 tahun sudah menjadi mujahid dan juru dakwah. Ada pula, Sa'ad bin Abi Waqash yang pada usia 16 tahun sudah turut serta dalam perang Uhud, dan beliau tercatat sebagai darah pertama yang mengalir dalam perang itu. Mereka yang usianya semuda itu, mendedikasikan hidupnya untuk umat dan Islam. Mereka rela mengorbankan harta, tahta, dan waktunya untuk bisa berkontribusi dalam Islam.

Dalam hadits riwayat At-tirmidzi no.2416, Rasulullah SAW bersabda telapak kaki seorang hamba tidak akan bergeser pada hari Kiamat sampai ditanya tentang umurnya untuk apa dia habiskan, tentang ilmunya untuk apa dia amalkan, tentang hartanya dari mana dia peroleh dan kemana dia infakkan dan tentang tubuhnya untuk apa dia gunakan?

Membaca hadits tersebut, Allah memberikan peringatan kepada kita. Bukankah Allah itu udah memberikan modal kepada kita semua. Dengan fisik yang lengkap dan sempurna. Seperti mata yang bisa melihat, kaki yang bisa berjalan ke mana saja, telinga yang dapat mendengar, dan masih banyak kenikmatan yang lainnya. Allah memberikan kita berbagai kemudahan untuk menyetir diri kita sendiri.

Lantas, apa yang akan kita jawab ketika, Allah bertanya kepada kita, "Kau gunakan untuk apa masa mudamu?" (sesuai hadits At-tirmidzi di atas)

Padahal, potensi pemuda itu banyak sekali. Sebut saja, pemikiran kita masih jernih, daya sambungnya kuat, penuh ide kreatif, penuh semangat, berjiwa pemimpin pula. Berbeda halnya dengan orang yang sudah tua. Dimana daya ingat dan daya fisiknya semakin lemah. Karena umur yang semakin menua. Seharusnya kita menggali potensi tersebut dengan membawa perubahan pada umat.

Jadi, sobat muslim wal muslimah, kita harus kembali kepada Islam!

Mendedikasikan apa yang kita punya baik umur, ilmu, dan harta untuk kebangkitan Islam. Sebab, semua apa yang kita miliki hari ini adalah sebuah amanah yang besar. Kelak, akan dimintai pertanggungjawaban.

Saatnya, kita bangkit menjadi pemuda impian umat, dan peradaban. Dengan tidak membiarkan visi Barat berhasil dalam menghancurkan Islam.

Kuylah, menjadi pemuda harapan umat sekaligus pemuda yang dirindukan surga dengan terus bersemangat dalam mengkaji Islam, berusaha terikat dengan Islam dalam kehidupan, mendakwahkan Islam kepada masyarakat, dan ikut serta membangun peradaban. Ganbate kudase gaess... !

Post a Comment for "Pemuda Dambaan Umat"