Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

PERBEDAAN DEMOKRASI DAN KHILAFAH


بسم الله الرحمن الرحيم

Prof. Dr. Kyai Haji Georgerius Agung Nugroho, S.Hum., M.A. 
Universitas Kehidupan Dunia Akhirat (UKDA)

*PERTAMA*

Demokrasi adalah sistem politik dan pemerintahan dari manusia, oleh manusia, dan untuk manusia.

Dari manusia, oleh manusia, dan untuk manusia. Sistem politik dan pemerintahan demokrasi tidak melibatkan Tuhan.

Sedangkan...

Sedangkan, khilafah adalah sistem politik dan pemerintahan dari Tuhan, oleh manusia, dan untuk manusia.

Dari Tuhan, oleh manusia, dan untuk manusia. Sistem politik dan pemerintahan khilafah melibatkan Tuhan.

*KE-DUA*

Demokrasi dari manusia artinya adalah bahwa sistem politik dan pemerintahan demokrasi itu diciptakan, dibentuk, dirancang, dan sebagainya oleh manusia.

Secara teoritis dan konseptual, sistem politik dan pemerintahan demokrasi senantiasa mengalami perkembangan. 

Kelahiran sistem politik dan pemerintahan demokrasi berawal dari ide yang dilontarkan oleh Draco (650 SM - 600 SM).

Kemudian mendapatkan tambahan ide baru dari Solon (hidup sekitar tahun 594 SM)

Kemudian mendapatkan tambahan ide baru lagi dari Cleisthenes (hidup sekitar tahun 508 SM).

Kemudian mendapatkan tambahan ide baru lagi dari John Locke (1632 M - 1704 M).

Kemudian mendapatkan tambahan ide baru lagi dari Charles Louis de Secondat Baron de Montesquieu (1689 M - 1755 M).

Kemudian mendapatkan tambahan ide baru lagi dari Voltaire (1694 M - 1778 M).

Kemudian mendapatkan tambahan ide baru lagi dari Jean Jacques Rousseau (1712 M - 1778 M).

Kemudian mendapatkan tambahan ide baru lagi, lagi, dan lagi, mengikuti manusia.

Berdasarkan, berlandaskan, berpedoman, berpijak, berprinsip, dan sebagainya, kepada humanisme. 

Kemudian mendapatkan tambahan ide baru lagi, lagi, dan lagi, tanpa batas.

Berdasarkan, berlandaskan, berpedoman, berpijak, berprinsip, dan sebagainya, kepada liberalisme.

Sedangkan...

Sedangkan, khilafah dari Tuhan artinya adalah bahwa sistem politik dan pemerintahan khilafah itu diciptakan, dibentuk, dirancang, dan sebagainya oleh Tuhan.

Secara teoritis dan konseptual, sistem politik dan pemerintahan khilafah tidak pernah mengalami perkembangan.

Kelahiran sistem politik dan pemerintahan khilafah berawal dari "ide" yang dilontarkan oleh Tuhan.

Kemudian Tuhan memberikan contoh bagaimana cara menjalankan sistem politik dan pemerintahan khilafah tersebut melalui Muhammad (622 M - 632 M).

Setelah Muhammad wafat (632 M), maka sistem politik dan pemerintahan khilafah dilanjutkan oleh Khulafaur Rasyidin, Bani Umayyah, Bani Abbasiyah, dan Bani Utsmaniyah (632 M - 1924 M).

Setelah Bani Utsmaniyyah berakhir (1924 M), maka sistem politik dan pemerintahan khilafah lenyap. 

Sistem politik dan pemerintahan khilafah tidak mendapatkan tambahan ide dari manusia, baik dari Muhammad, Khulafaur Rasyidin, Bani Umayyah, Bani Abbasiyah, maupun Bani Utsmaniyah.

Manusia, baik Muhammad, Khulafaur Rasyidin, Bani Umayyah, Bani Abbasiyah, maupun Bani Utsmaniyah hanya sekedar menjalankan "ide" yang dilontarkan oleh Tuhan. Tidak lebih dari itu.

*KE-TIGA*

Demokrasi oleh manusia artinya adalah bahwa sistem politik dan pemerintahan demokrasi itu dijalankan oleh manusia.

Karena dijalankan oleh manusia sehingga sangat dimungkinkan terjadi penyimpangan.

Masalahnya, penyimpangan yang terjadi dalam sistem politik dan pemerintahan demokrasi dinilai relatif, mengikuti manusia.

Berdasarkan, berlandaskan, berpedoman, berpijak, berprinsip, dan sebagainya, kepada humanisme.

Masalahnya, penyimpangan yang terjadi dalam sistem politik dan pemerintahan demokrasi dinilai relatif, tanpa batas.

Berdasarkan, berlandaskan, berpedoman, berpijak, berprinsip, dan sebagainya, kepada liberalisme.

Sehingga, walaupun sekarang dianggap menyimpang, tetapi besok, lusa, atau di masa yang akan datang berubah menjadi dianggap tidak menyimpang.

Walaupun sekarang dianggap tidak menyimpang, tetapi besok, lusa, atau di masa yang akan datang berubah menjadi dianggap menyimpang.

Walaupun di sini dianggap menyimpang, tetapi di sana atau di tempat lain berubah menjadi dianggap tidak menyimpang.

Walaupun di sini dianggap tidak menyimpang, tetapi di sana atau di tempat lain berubah menjadi dianggap menyimpang.

Sedangkan...

Sedangkan, khilafah oleh manusia artinya adalah bahwa sistem politik dan pemerintahan khilafah itu dijalankan oleh manusia.

Karena dijalankan oleh manusia sehingga sangat dimungkinkan terjadi penyimpangan.

Hanya saja, penyimpangan yang terjadi dalam sistem politik dan pemerintahan khilafah dinilai mutlak mengikuti Tuhan (agama).

Sehingga, kalau sekarang dianggap menyimpang, maka besok, lusa, dan selamanya juga tetap dianggap menyimpang.

Kalau sekarang dianggap tidak menyimpang, maka besok, lusa, dan selamanya juga tetap dianggap tidak menyimpang.

Kalau di sini dianggap menyimpang, maka di sana dan dimanapun juga tetap dianggap menyimpang.

Kalau di sini dianggap tidak menyimpang, maka di sana dan dimanapun juga tetap dianggap tidak menyimpang.

*KE-EMPAT*

Demokrasi untuk manusia artinya adalah bahwa sistem politik dan pemerintahan demokrasi itu diciptakan, dibentuk, dirancang, dan sebagainya oleh manusia, dijalankan oleh manusia, serta untuk manusia.

Sedangkan...

Sedangkan, khilafah untuk manusia artinya adalah bahwa meskipun sistem politik dan pemerintahan khilafah itu diciptakan, dibentuk, dirancang, dan sebagainya oleh Tuhan, tetapi dijalankan oleh manusia, dan untuk manusia.

*ان شاء الله

The GreaterJakarta, Indonesia, pk.20:24, Sabtu 20 Juli 2019.

#ReturnTheKhilafah

Post a Comment for "PERBEDAAN DEMOKRASI DAN KHILAFAH"