Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Bom Makassar, Siapa yang Disasar?

menurut Gus Tuhu, Pengasuh Majlis taklim Al Mustanir, Bom syahid itu tempatnya di medan perang menghadapi orang-orang kafir (jihad di jalan Allah). Hal itu pun dilakukan dengan penuh perhitungan, sehingga dengan usaha membawa peledak di benteng musuh bisa mengalahkan musuh atau paling tidak melemahkan kekuatan musuh bukan bom bunuh diri.

Oleh: Nur Arofah | Aktivitis Muslimah

Telah terulang kembali insiden bom bunuh diri di Gereja Katedral, tepatnya berada di jalan Kajaolalido, Kelurahan Baru, Kecamatan Ujung Pandang, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, sekitar pukul 10.30 WITA, Minggu (28/3/2021) yang telah menewaskan 2 orang dan 14 lainnya luka-luka.

Menurut, Kapolri Jenderal(Pol) Listyo Sigit Prabowo, pelaku pengeboman bunuh diri di Gereja Katedral Makassar adalah dua orang yang merupakan bagian dari Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Sulawesi Selatan. Salah satunya, laki-laki berinisial L. Pelaku ini sudah teridentifikasi data-data dan pemeriksaan DNA sudah dilakukan. (Kompas.Com 28/3/2021).

Suasana mencekam pun kembali dirasakan sejak insiden bom Bali pada 12 Oktober 2002, yang berlanjut bom di hotel Marriot, yang pernah terjadi beberapa waktu silam.

Di lain hal, telah ditetapkanya Perpres Nomor 7, Tahun 2021 tentang RAN PE (Rencana Aksi Nasional Penanggulangan Ekstrimisme) yang sudah ditandatangani oleh Presiden Jokowi pada 6 Januari 2021.

Jika diamati dari sejumlah rentetan insiden tersebut. Stigmatisasi terorisme selalu dilekatkan pada paham Islam militan, fundamentalis dan radikal. Dan pelaku diidentikkan dengan simbol-simbol Islam seperti cadar, jenggot dan bahkan keluarga Islami. Kalau dilihat, wacana terorisme sebagai upaya menyudutkan umat Islam agar kebangkitan Islam dapat dibungkam dan menumbuhkan Islamophobia.

Seperti yang dinyatakan Jusuf Kalla, sebagai Ketua Dewan Masjid Indonesia, bahwa pemerintah dan masyarakat diminta untuk bahu membahu memerangi paham radikalisme, paham yang dianggap menjual murah surga. Menurutnya juga agar setiap anggota masyarakat selalu memperhatikan lingkungan dan bekerja sama menjaga lingkungan masing-masing. Mewaspadai jika ada tamu atau kelompok yang tinggal mencurigakan maka untuk segera laporkan. Agar kejadian serupa tak kembali terulang. (CNNIndonesia.com 28/3/2021).

Namun, pernyataan Jusuf Kalla ini harus diwaspadai sebagai bentuk adu domba menimbulkan sikap saling curiga. Bisa jadi ini sebagai alat propaganda politik kepentingan tertentu. Maka, sebagai seorang Muslim kita harus waspada adu domba bom Makassar, siapa yang disasar?

Tentu saja yang disasar adalah kaum Muslim. Padahal, dalam Islam sangat jelas tindakan yang bisa mengancam nyawa baik diri sendiri maupun orang lain, walaupun dengan dalih untuk menegakkan nahi mungkar. Jadi, tak ada bom bunuh diri dalam menegakkan nahi munkar. Islam melarangnya terkategori haram. Dalam syariat Islam hanya ada bom syahid. Seperti yang diberitakan Tintasiyasi.com (29/3/2021).

menurut Gus Tuhu, Pengasuh Majlis taklim Al Mustanir, Bom syahid itu tempatnya di medan perang menghadapi orang-orang kafir (jihad di jalan Allah). Hal itu pun dilakukan dengan penuh perhitungan, sehingga dengan usaha membawa peledak di benteng musuh bisa mengalahkan musuh atau paling tidak melemahkan kekuatan musuh bukan bom bunuh diri.

Harusnya pemerintah fokus pada problematika umat, jangan sampai mengalihkan peristiwa yang telah terjadi dan yang akan direalisasikan. Seperti kasus KM 50, impor garam, rencana impor beras, utang yang meroket, penanganan pandemi yang tak tuntas.

Sebenarnya ajaran Islam melaknat tindakan teror, apalagi sampai menghilangkan nyawa. Bahkan, terhadap warga negara kafir harbi fi'lan akan diperangi ketika tamak dan jelas memusuhi Islam serta tidak taat pada kepemimpinan Islam.

Namun ketika kafir harbi hukman taat mengikuti aturan Islam, darah, harta, jiwa mereka dilindungi dan disejahterakan, sama seperti kaum Muslimin, karena khilafah memanusiakan manusia.

Hanya dengan sistem warisan Rasulullah SAW saja terbukti menjadi solusi masalah akibat perbuatan manusia yang melampaui batas. Wallahu A'lam Bishowab.[]

Biodata Penulis:
Nama: Nur Arofah
Alamat: Jalan Swadaya RT 07/RW 04 Ciganjur Jagakarsa Jakarta Selatan
Status: Ibu Rumah Tangga

Post a Comment for "Bom Makassar, Siapa yang Disasar?"