Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Bersama Khilafah, Kemenangan Tanpa Batas

Ketika Islam memulai perjalanan dakwahnya di Makkah, belum banyak orang yang memeluk aqidahnya. Berbagai tantangan menghantam Rasulullah SAW dan para sahabatnya sejak Beliau menerima Al Qur'an pada bulan suci Ramadhan 1400 tahun yang lalu.

Oleh: Abu Mush'ab Al Fatih Bala (Penulis Nasional dan Pemerhati Politik Asal NTT)

Ketika Islam memulai perjalanan dakwahnya di Makkah, belum banyak orang yang memeluk aqidahnya. Berbagai tantangan menghantam Rasulullah SAW dan para sahabatnya sejak Beliau menerima Al Qur'an pada bulan suci Ramadhan 1400 tahun yang lalu.

12 tahun berdakwah di Makkah, Beliau SAW dan sahabatnya yang mulia mendapatkan cacian, makian, persekusi bahkan usaha pembunuhan. Namun, keadaan berubah 100% ketika Rasulullah SAW hijrah ke Madinah dan disana membangun sistem Peradaban Islam.

Futuhat Makkah dan jazirah Arab bukti kekuatan Islam yang telah ditempa oleh berbagai ujian. Allah SWT menguatkan Kaum Muslimin yang berproses menjadi kekuatan baru selama 11 tahun dakwah Rasulullah SAW memancar dari kota Madinah.

Setelah baginda SAW wafat, Peradaban Islam terus menjadi lebih kuat. Khulafaur Rasyidin, Khilafah Umayyah, Khilafah Abbasiyah dan Khilafah Turki Utsmaniyah tampil menjadi pusat peradaban.

Khulafaur Rasyidin mengalahkan dua imperium besar seperti Persia dan Romawi. Dua adidaya kala itu. Khilafah Umayyah menaklukkan Afrika.

Kekhilafahan Abbasiyah mampu menjadi pusat sains dan ilmu pengetahuan kelas dunia. Kekhilafahan Utsmaniyah menjadi penakluk Konstantinopel yang merupakan kota dengan pertahanan terbaik di dunia pada masanya.

Orang-orang yang hidup sepanjang zaman Kekhilafahan pasti akan takjub dengan kemenangan tanpa batas yang dimiliki oleh Khilafah. Sebab Khilafah adalah sistem yang dibangun untuk mencapai ridho ilahi.

Dimana tidak ada niatan untuk menjajah negara lain seperti negara-negara imperialis dan kolonialis Eropa. Niat Khilafah adalah mendakwahkan Islam sebagai sistem dan solusi bagi umat manusia.

Khilafah ketika menaklukkan sebuah negeri tak pernah memandang rendah penduduk setempat. Keyakinan beragama dibebaskan. Tidak ada eksploitasi SDA seperti dalam sistem Kapitalisme.

Tidak sistem pajak yang tinggi dan menguras kekayaan alam suatu negeri seperti yang dilakukan oleh penjajah Belanda atas bumi nusantara. Semua merasakan betapa banyak manfaat yang dihasilkan oleh Khilafah.

Jika manusia terbaik adalah yang paling banyak manfaatnya bagi manusia yang lain. Maka, Khilafah adalah peradaban yang paling bermanfaat bagi manusia.

Khilafah tidak pernah melakukan aksi teror kepada umat manusia. Bahkan Khilafah pernah menolong Benua Amerika dan Eropa dari bencana kelaparan.

Oleh karena itu jika kita melihat banyaknya penjajahan dan ketidakadilan yang menimpa negeri Kaum Muslimin sekarang karena ketiadaan Khilafah.

Jika di negara-negara Kapitalis, yang miskin semakin miskin dan yang kaya semakin kaya (1% orang terkaya di negara Kapitalis biasanya mengusai 90 an persen kekayaan alam negeri tersebut), itu diakibatkan oleh tidak adanya Khilafah Islam. Seandainya saja dunia memilih Khilafah dan menggeser kapitalisme tentu semua akan makmur.

Seperti dulu zaman Khalifah Umar bin Abdul Aziz dimana sulit ditemukan adanya orang miskin yang berhak menerima zakat. Bukan mustahil keadaan yang sama akan terulang pada akhir zaman ini.

Mari sebagai pengemban dakwah, Kaum Muslimin bersungguh-sungguh menegakkan Khilafah yang akan menyelematkan bukan saja Muslim tetapi juga Non Muslim. Khilafah tegak penjajahan berakhir. []

Bumi Allah SWT, 17 Ramadhan 1442H /29 April 2021

#DenganPenaMembelahDunia

#SeranganPertamaKeRomaAdalahTulisan

Post a Comment for "Bersama Khilafah, Kemenangan Tanpa Batas"