Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Moderasi Agama Menggeser Ajaran Islam

Akhir - akhir ini dunia pendidikan kembali di hebohkan dengan pengangkatan dan penempatan guru non- muslim di salah satu Madrasah Aliyah. Menanggapi pengangkatan ini, Analisis Kepegawaian Kementrian Agama (Kemenag) Sulsel Andi Syaifullah menerangkan, bahwa kebijakan penempatan guru beragama kristen di sekolah Islam atau Madrasah sejalan dengan Peraturan Mentri Agama (PMA) Republik Indonesia.

Oleh: Umi Fia ( Aktifis Muslimah Peduli Umat)

Akhir - akhir ini dunia pendidikan kembali di hebohkan dengan pengangkatan dan penempatan guru non- muslim di salah satu Madrasah Aliyah. Menanggapi pengangkatan ini, Analisis Kepegawaian Kementrian Agama (Kemenag) Sulsel Andi Syaifullah menerangkan, bahwa kebijakan penempatan guru beragama kristen di sekolah Islam atau Madrasah sejalan dengan Peraturan Mentri Agama (PMA) Republik Indonesia.

Tentang pengangkatan guru madrasah khususnya Bab VI pasal 30. PMA Nomor 90 Tahun 2013 telah di perbaharui dengan PMA Nomor 60 Tahun 2015 dam PMA Nomor 66 Tahun 2016. Dimana pada Bab VI pasal 30 di cantumkan tentang standar kualifikasi umum calon guru madrasah ( khususnya pada poin a), yaitu beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Tidak disebutkan bahwa harus beragama Islam," kata Andi Syaifullah.

Andi juga mengatakan," tidak masalah guru non- muslim di tempatkan di madrasah, kan mengajarkan mata pelajaran umum, bukan pelajaran agama. Bahkan ini salah satu manifestasi dari moderasi beragama dimana Islam tidak menjadi eksklusif bagi agama lainnya," jelas Andi.

Inilah gambaran sistem pendidikan di negeri ini, atas nama moderasi Kemenag mendapat kewenangan membuka peluang guru kristen boleh mengajar di madrasah. Padahal kewenagan tersebut bisa menjadi pintu pendangkalan akidah bagi generasi muslim. Selain itu kebijakan ini akan menggeser ajaran islam itu sendiri.

Semua ini di sebabkan karena penerapan sistem pendidikan sekuker yang diterapkan di negeri ini. Sistem yang memisahkan aturan agama dengan aturan kehidupan ini, telah melahirkan paham kebebasan atau liberalisme. Kurikulum pendidikan di negeri ini tidak lagi barsandar pada Islam , tapi bersandar pada paham kebebasan.

Karena itu kurikulum pendidikan yang seharusnya untuk membentuk kepribadian Islam siswa, tidak lagi mampu di dukung oleh guru yang mampu mewujudkannya dalam sistem pendidikan sekuler. Yang mana seharusnya faktor - faktor pendukung keberhasilan pendidikan harus di dukung oleh sumber daya pengajar yang memang sesuai dengan tujuan pendidikan tersebut. Bukan atas nama kebebasan setiap sekolah pada jenjang apapun di beri kebebasan mengangkat dan menempatkan guru di sekolah apapun.

Berbeda dengan pendidikan dalam sistem Islam. Pendidikan dalam Islam di bangun diatas Ideologi Islam, yang di emban oleh negara untuk mengatur pendidikan bagi generasinya. Sistem pendidikan yang berbasis Islam ini akan mampu mencetak generasi berkepribadian Islam, sehingga juga akan mampu membangun masyarakat yang Islami. Yang tentu saja sangat bertolak belakang dengan pendidikan berbasis ideologi kapitalisme sekuler. Di dalam Islam seorang guru tidak hanya tranfer ilmu saja atau bertanggung jawab mengajar mata pelajaran yang menjadi tugasnya, tetapi ia juga bertanggung jawab mendidik moral, etika, integritas, dan karakter siswanya.

Dua sistem pokok pendidikan dalam sistem pendidikan Islam. Pertama, membangun kepribadian Islam, yaitu pola pikir atau aqliyah dan pola jiwa atau nafsiyah bagi umat. Kedua, mempersiapkan anak - anak kaum muslim agar di antara mereka menjadi ulama'- ulama' yang ahli di setiap kehidupan, baik ilmu - ilmu keislaman, seperti fiqih, ijtihad, peradilan dsb, dan juga ilmu - ilmu terapan seperti tehnik, kimia, fisika dan lain - lain.

Pembentukan kepribadian Islam harus di lakukan di semua jenjang pendidikan, baik di sekolah dasar atau perguruan tinggi. Yaitu dengan menyampaikan pemikiran Islam kepada siswa, agar keimanan dan keterikatan dengan hukum syariat Islam dapat terpelihara. Anak didik yang memiliki kesadaran akan mampu mencapai keberhasilan melaksanakan seluruh kewajiban, dan akan mampu menghindari dari segala tindakan kemaksiatan kepada Allah swt.

Jadi Dalam sistem pendidikan Islam tidak ada moderasi, tetapi justru menguatkan penerapan ajaran Islam dalam pembentukan generasi muslim yg berkepribadian Islam, berjiwa pemimpin pelopor peradaban.

Wallahu a'lam bissawab.

Post a Comment for "Moderasi Agama Menggeser Ajaran Islam"