Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Belajar Dari Pandemi, Saatnya Berbenah Diri

Hampir satu tahun seluruh manusia di dunia hidup dalam ketidakpastian dan ketidaknormalan sebab pandemi virus covid-19 masih terus berlanjut hingga detik ini. Kejenuhan akhirnya menghantui sebagian besar orang yang mengantarkan mereka tidak lagi mematuhi protokoler kesehatan. Ditambah lagi penanganan dan pemutus mata rantai penularan yang terkesan asal-asalan membuat krisis covid ini berkepanjangan. Bahkan menurut WHO, pandemi ini tidak akan menjadi pandemi terakhir, yang itu artinya dunia dengan sistem Kapitalisme yang saat ini berkuasa telah gagal mengatasi pandemi covid-19.

Oleh : Laily Chusnul Ch. S.E (Pemerhati Masyarakat)

Hingga detik ini belum ada satu negara pun yang mampu menyelesaikan secara tuntas persoalan pandemi COVID-19. Bahkan muncul varian baru virus Corona yang disebut lebih menular dan penyebarannya sudah sampai Amerika Serikat hingga China.

Varian ini pertama kali terdeteksi di Inggris. Pasien pertama di China dengan varian baru adalah seorang wanita berusia 23 tahun dari Shanghai yang tiba dari Inggris pada 14 Desember. Hal ini disampaikan Pusat Pengendalian Penyakit China dalam catatan penelitian yang diterbitkan Rabu (30/12). Pakar kesehatan melakukan pengurutan genetik dari sampel tesnya pada 24 Desember karena riwayat perjalanan dari Inggris dan kelainan dalam hasil tes asam nukleat. Pasien ditemukan memiliki jenis yang berbeda dengan yang ditemukan di Shanghai atau Wuhan sebelumnya. Pengujian lebih lanjut mengkonfirmasi bahwa varian yang dikenal sebagai B.1.1.7 telah menyebar di Inggris sejak Oktober. (Detik.com, 30/12/2020)

Terkait varian baru virus corona ini, Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin mengatakan hingga saat ini, pihaknya belum mengetahui apakah varian baru Virus Corona yang ditemukan di London, Inggris, sudah masuk ke Indonesia atau belum. Namun sejumlah pendapat dari para ahli mengatakan bahwa ada tiga fakta tentang varian baru virus Corona ini. Pertama, varian baru virus Corona ini memang terbukti lebih mudah menular. Kedua, varian baru virus Corona ini tidak terbukti lebih parah atau lebih fatal. Dan ketiga, varian baru virus Corona ini bisa dideteksi dengan alat deteksi yang ada, yaitu dengan tes antigen atau PCR. (Tribunnews.com, 29/12/2020)

Kapan Pandemi Berakhir? 

Hampir satu tahun seluruh manusia di dunia hidup dalam ketidakpastian dan ketidaknormalan sebab pandemi virus covid-19 masih terus berlanjut hingga detik ini. Kejenuhan akhirnya menghantui sebagian besar orang yang mengantarkan mereka tidak lagi mematuhi protokoler kesehatan. Ditambah lagi penanganan dan pemutus mata rantai penularan yang terkesan asal-asalan membuat krisis covid ini berkepanjangan. Bahkan menurut WHO, pandemi ini tidak akan menjadi pandemi terakhir, yang itu artinya dunia dengan sistem Kapitalisme yang saat ini berkuasa telah gagal mengatasi pandemi covid-19.

Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus mengutuk siklus "berpandangan sempit dan berbahaya" dari membuang uang tunai pada wabah, tetapi tidak melakukan apa pun untuk mempersiapkan kemungkinan pandemi berikutnya. Dia mengatakan, sudah waktunya untuk belajar dari pandemi Covid-19. "Sudah terlalu lama, dunia telah beroperasi dalam siklus kepanikan dan pengabaian. Kami membuang uang saat terjadi wabah, dan ketika sudah berakhir, kami melupakannya dan tidak melakukan apa pun untuk mencegah wabah berikutnya. Ini sangat picik, dan terus terang sulit untuk dipahami," ujarnya. (Sindonews.com, 27/12/2020)

Akhiri Pandemi Dengan Islam

Sesungguhnya penyelesaian pandemi membutuhkan sebuah sistem yang selaras dalam mengatasinya. Sistem yang selaras ini hanya ada pada islam. Sebab, sistem ini dibuat langsung oleh Pencipta seluruh alam. Sedangkan pandemi adalah bentuk ujian serta dari Sang Pencipta agar manusia kembali mengingati dirinya siapa.

Pandemi ini mengajarkan kepada kita bagaimana pola hidup yang benar dan tepat sesuai dengan yang kita butuhkan, bukan yang kita inginkan. Sebab dalam pandangan islam, kebutuhan sifatnya terbatas, sehingga ketika sudah terpenuhi maka seyogyanya hidup manusia menjadi tenang.

Pandemi ini juga menunjukkan kepada kita bahwa Allah-lah Dzat Yang Paling Berkuasa, hingga menjadikan kesombongan dan hawa nafsu manusia seharusnya tunduk sepenuhnya. Betapa lemahnya manusia hingga dirinya tak mampu melawan sebuah virus yang tak bisa dilihat tanpa bantuan alat pembesar. Oleh karenanya, dari pandemi ini hendaklah kita berbenah diri serta menyadari bahwa aturan Sang Ilahi adalah terbaik untuk manusia dan alam semesta ini.

Secara historis, islam mampu menyelesaikan pandemi penyakit yang pernah melanda. Melalui mekanisme penguncian (lockdown), masalah pandemi teratasi. Dibawah satu kepemimpinan dan komando dari Sang Khalifah, maka sebuah wilayah yang tengah mengalami pandemi penyakit akan diisolasi. Segala kebutuhan akan disiapkan oleh negara selama masa penguncian. Sehingga rakyat tidak merasa khawatir esok hari makan apa jika tidak keluar rumah untuk bekerja. Bagi yang sakit akan memperoleh pengobatan secara optimal dari negara, sehingga mempercepat proses penyembuhannya. Dengan mekanisme demikian maka persoalan pandemi tidak akan berkepanjangan.

Post a Comment for "Belajar Dari Pandemi, Saatnya Berbenah Diri"