Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Geliat Gender Tak Pernah Padam dalam Sekulerisme

Berbicara tentang perempuan, memang tidak pernah habis untuk digali. Karena banyak sekali pembicaraan dan polemik tentang perempuan dalam kehidupan. Salahsatunya adalah Munculnya anggapan bahwa Islam merampas kemerdekaan dari perempuan terus mencuat. Persepsi ini muncul dari ketidaktahuan masyarakat terutama perempuan terhadap sempurnanya syariat Islam terhadap peran perempuan.

Oleh : Lismawati | Mahasiswi dan Praktisi Pendidikan

Berbicara tentang perempuan, memang tidak pernah habis untuk digali. Karena banyak sekali pembicaraan dan polemik tentang perempuan dalam kehidupan. Salahsatunya adalah Munculnya anggapan bahwa Islam merampas kemerdekaan dari perempuan terus mencuat. Persepsi ini muncul dari ketidaktahuan masyarakat terutama perempuan terhadap sempurnanya syariat Islam terhadap peran perempuan.

Seiring berjalannya waktu kaum kafir terus membuat propaganda-propaganda yang mengkampanyekan tentang Islamophobia di seluruh dunia, termasuk negeri-negeri muslim. Padahal, Islam adalah agama yang sempurna dan paripurna. Bukan hanya bagaimana Islam meninggikan perempuan, juga memberikan hak-haknya perempuan. Menempatkan perempuan diposisi yang lebih tinggi dari laki-laki dalam beberapa peran kehidupannya.

Islam membawa rahmat bagi seluruh alam dan manusia yang tidak diragukan lagi. Pemahaman tentang syariat Islam jelas berbeda dengan pemikiran-pemikiran kaum kafir. Dalam sejarah kita lihat bahwa orang-orang barat Eropa menganggap perempuan layaknya sebuah barang yang dapat ditukar dan tambah. Bahkan pada zaman jahiliyah, karena dianggap aib yang memalukan, ketika yang lahir itu bayi perempuan, langsung dikubur dalam keadaan hidup.

Saat Islam datang membawa kebenarannya yang Haq maka ketika itu perempuan mendapatkan keadilan yang lebih tinggi bahkan dari agama manapun selama lebih dari 12 abad. Tapi, sejak runtuhnya pelindung kaum muslimin, perempuan berada diposisi yang sangat mengenaskan. Racun-racun sekulerisme ditancapkan sehingga menjadikan kaum muslimah takut dengan keislamannya/Islamophobia.

Sistem Kapitalisme - sekulerisme, dengan faham liberalismenya terus mengkampanyekan Islamophobia yang begitu kental ke negeri-negeri kaum muslim, mereka terus mempropagandakan bahwa Islam mengekang kebebasan kaum perempuan, sehingga munculah isu tentang hak perempuan di dalam sistem kapitalisme sekulerisme yang mengharuskan adanya kesetaraan gender. padahal, sejarah panjang diskriminasi perempuan di negara-negara barat menggambarkan bahwa perempuan itu tidak memiliki hak sama sekali di sistem Kapitalisme.

Fakta berbicara bahwa ketika perempuan tidak diatur dengan sistem Islam, banyak perempuan menjadi tulang punggung ekonomi keluarga. Dimana negara kapitalis - sekuler menjadikan perempuan-perempuan harus mandiri dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Akhirnya, tidak ada jalan lain bagi perempuan untuk memenuhi kebutuhan diri dan keluarganya dengan bekerja.

Semakin mencuat dan melebarnya Islamophobia dan isu gender di tengah-tengah pemikiran kaum muslimin. Kita lihat bahwa kasus kekerasan seksual kepada perempuan dan anak-anak terus meningkat, pelecehan seksual terhadap anak-anak terus saja terjadi bahkan di tempat yang aman sekalipun. Bersama dengan keluarganya sekalipun.

Berbeda dalam sistem Islam, kekerasan seksual yang terjadi kepada anak-anak dan perempuan akan diminimalisir, karena di dalam Islam pondasi mendasar yang dibangun negara adalah menerapkan semua sistemnya termasuk pada institusi yang terkecil yaitu keluarga, dimana pembentukan aqidah, pembentukan keimanan yang kuat dan keterikatan setiap individu perempuan dan anak-anak kepada hukum syariat.

Hal ini dapat dilihat dalam Ketegasan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam yang disampaikan dalam khutbah haji wada', Rasul Saw bersabda "Bertawakalah kalian kepada Allah dalam urusan perempuan. Sungguh kalian telah mengambil mereka dengan amanah Allah. Mereka memiliki hak atas kalian untuk mendapatkan rezeki dan pakaian (nafkah) menurut cara yang ma'ruf" (HR. Muslim)

Sejarah kelam perempuan tidak akan didapat dalam Islam, dalam naungan Daulah Islam mereka menjadi manusia yang tinggi dan mendapatkan kesetaraan yang hakiki dibanding isu yang dipropagandakan kaum kafir untuk menjauhkan Islam dari perempuan muslim.

Wallahu A'lam

Post a Comment for "Geliat Gender Tak Pernah Padam dalam Sekulerisme"