Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

NYAWA DOKTER MELAYANG, APA YANG PERLU DISAYANGKAN?



dokter korban covid-19
Oleh : Adelia Firandi | Mahasiswi di Kota Malang

Menurut laporan Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) cabang Malang Raya Djoko Heri, Aman Teguh Pribadi (43) yang berprofesi sebagai dokter di Kota Malang dinyatakan meninggal karena Covid-19. Hasil swab dari almarhum dr Aman Teguh Pribadi telah keluar, dan dinyatakan positif terjangkit virus corona," kata Djoko di Kota Malang seperti dilansir Antara, Kamis (17/9/2020).

Menurut Djoko, terdapat empat dokter yang meninggal karena Covid-19 di Malang Raya pada periode Maret-September 2020, dan sampai saat ini tercatat 30 dokter yang terkonfirmasi positif Covid-19 di kawasan Malang Raya yang terdiri dari Kota Malang, Kabupaten Malang, dan Kota Batu diantaranya 11 dokter terinfeksi Covid-19 pada Maret-Juli 2020 dan sisanya terjangkit pada periode Agustus sampai saat ini, dari puluhan dokter terkonfirmasi positif Covid-19 itu, sebanyak tiga orang masih dirawat di rumah sakit rujukan Covid-19, sedangkan dua dokter menjalani karantina mandiri, dan untuk yang lain sudah sehat juga sudah masuk kerja seperti biasa.

Bersamaan dengan itu, PB Ikatan Dokter Indonesia (IDI) mengungkapkan angka kematian dokter di Indonesia saat ini tercatat yang tertinggi di Asia. Berdasarkan update data kematian dokter di Indonesia akibat Covid-19 per Sabtu (12/9/2020), saat ini tercatat sebanyak 115 dokter meninggal dunia dengan jumlah tertinggi ada di Jawa Timur yaitu sebanyak 29 Dokter (Kompas, 13/09).

Di sisi lain, Sekjen Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) Dedi Supratman menyatakan bahwa, jumlah kasus kematian nakes akibat Covid-19 di Indonesia termasuk tertinggi di Asia Tenggara dan dunia. Dilihat dari data World Health Organization (WHO) untuk negara-negara berkembang, Indonesia dengan jumlah 4,27 dokter untuk 10.000 populasi masih kalah dibandingkan Malaysia (15,3), Singapura (22,94), Filipina (6), Vietnam (8,28), Thailand (8,05), Myanmar (6,77), dan bahkan Timor Leste dengan 7,22 dokter untuk setiap 10.000 penduduk.

Dari sini dapat dilihat bahwa Indonesia hanya memiliki 4 dokter untuk melayani 10.000 penduduk, dan hal ini sangatlah kurang bila dibandingkan negara lain dengan jumlah populasi yang lebih sedikit. Ditambah setelah adanya wabah ini jumlah dokter kian berkurang karena ikut gugur dalam melayani pasien. Bila ditelaah, ini semua adalah buah dari sistem kapitalisme yang menjadi pembentuk utama dari sistem kesehatannya, seperti pengadaan sumber daya manusia kesehatan dengan sistem pendidikan sekularisme yang membutuhkan biaya mahal sehingga mempersulit pendidikan para calon dokter, serta pengadaan infrastruktur kesehatan yang liberalistis. Di sisi lain, kesehatan serta nyawa manusia tidaklah dianggap penting dan hanya dijadikan sebagai objek untuk industrialisasi atau bisnis.

Allah berfirman dalam Alquran Surah As-Saba[34]: 28, yang artinya: “Dan Kami tidak mengutus engkau (Muhammad), melainkan kepada semua umat manusia, sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan”.

Dari ayat ini dapat diketahui bahwa Allah telah mempersiapkan sistem kehidupan Islam secara keseluruhan termasuk didalamnya sistem kesehatan Islam yang mampu menjadi penyelamat kehidupan manusia baik saat terjadi wabah atau tidak.

Sistem kesehatan Islam adalah syariat Islam itu sendiri. Ia dibangun di atas konsep yang sahih, juga didukung oleh keseluruhan sistem kehidupan Islam berupa pelaksanaan syariat Islam secara kafah dalam bingkai khilafah. Hal ini menjadi kunci rahasia kekuatannya sebagai pelindung kesehatan dan nyawa manusia dalam kondisi apa pun, baik saat ada wabah maupun tidak.

Di samping itu, Islam begitu menghargai nyawa seorang muslim, sebagaimana dituturkan oleh Baginda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, yang artinya: “Hilangnya dunia, lebih ringan bagi Allah dibandingkan terbunuhnya seorang mukmin tanpa hak” (HR At Tirmidzi). Maka dari itu, kembali kepada kehidupan Islam, yakni khilafah adalah kewajiban yang harus disegerakan.

Post a Comment for "NYAWA DOKTER MELAYANG, APA YANG PERLU DISAYANGKAN?"