Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

MENGINGATKAN ULAMA

Oleh : Ahmad Khozinudin | Sastrawan Politik

Saya bukan alumnus pesantren, tak pernah mengkaji mendalam kitab alfiyah atau minimal jurumiyah. Saya belajar sedikit dari lautan ilmu agama, baik Bab Ushul Fiqh, Ululul Hadits, Ulumul Qur'an dan Kitab Fiqh untuk sejumlah amaliyah praktis.

Namun saya sadar, memahami, menginsyafi, bahwa hukum Allah SWT wajib ditegakkan. Seluruh ilmu agama yang saya ketahui, diturunkan Allah SWT untuk diamalkan, bukan hanya dihafal dan dijadikan kebanggaan.

Saya -dengan segenap daya dan usaha- juga berjuang, berupaya menegakkan hukum Allah SWT. Sebatas, yang bisa saya upayakan. Agar kelak, beban taklif atas diri tanggal, dan saya memiliki hujjah dihadapan Allah SWT.

Bagaimana dengan mereka yang berstatus Ulama ? Baik karena penisbatan manusia, maupun atas keridloan Allah SWT. Bukankah mereka lebih alim ? Lebih memiliki dalil tentang wajibnya menegakan hukum Allah SWT ? Lebih paham, apa konsekuensi jika berdiam diri melihat hukum Allah SWT ditelantarkan ?

Di akhirat, di neraka kelak, ada tempat yang menjadi Palung Neraka. Namanya Jubb Al Hazn. Ini tempat paling mengerikan di Neraka, sampai-sampai Neraka jahanam sendiri meminta perlindungan kepada Allah SWT dari Jubb Al Hajn.

Inilah, tempat kembali Ulama yang hanya menyombongkan diri atas ilmu, menelantarkan hukum Allah SWT, dan menyokong penguasa zalim. Mereka, yang lebih memahami ilmu agama, ilmu Al Qur'an, menelantarkan ilmu agama, bahkan menyokong penguasa zalim untuk menghalangi diterapkannya hukum Allah SWT, layak menjadi penghuni Palung Neraka, tempat paling sadis, lembah kesedihan di jurang neraka.

Para ulama, yang paham kewajiban syariat Islam, paham wajibnya menegakan Khilafah, namun menutupi ilmu, berdiam atasnya, bahkan menjadi penentang dengan legitimasi ilmu yang dimilikinya, bersiaplah mengambil tiket Jubb Al Hajn. Para ulama, yang menjual ilmu agama kepada penguasa hanya demi sekerat tulang dunia yang tidak mengenyangkan, layak menjadi penghuni Jubb Al Hajn.

Para ulama adalah orang yang paling takut kepada Allah SWT, dikarenakan ilmu yang mereka miliki. Mereka, adalah orang yang paling berani menentang kezaliman, dan tidak khawatir pada dunia, karena mereka tidak ragu atas janji Allah SWT.

Para ulama, adalah bintang pemandu yang menerangi jalan menuju ridlo Allah SWT. Mereka tak akan melemah dihadapan penguasa zalim, apalagi bersekutu dalam kezaliman.

Para ulama adalah mereka yang meniti jejak Imam Ahmad bin Hambal, yang tetap teguh membela kebenaran, meski menghadapi tirani dan kezaliman. Para Ulama, adalah mereka yang mengambil bagian akhirat dan meninggalkan remah remah dunia.

Ulama adalah pewaris Nabi, sedangkan Nabi tidak mewariskan demokrasi. Nabi SAW mewariskan kitabullah dan Sunnah, serta mewariskan sistem Khilafah.

Khilafah lah, sistem warisan Rasulullah SAW yang dijadikan sarana untuk menerapkan Al Qur'an dan as Sunnah, sarana untuk mengajak manusia menyembah Allah SWT. Khilafah adalah institusi pemersatu kaum muslimin, untuk menggelorakan dakwah dan jihad, dalam rangka meninggikan kalimat Allah SWT.

Ulama, bukanlah pengasong demokrasi, membela hukum buatan manusia, yang jauh dari ridlo Allah SWT. Ulama, adalah mereka yang berada di garda terdepan memperjuangkan tegaknya hukum Allah SWT dimuka bumi. [].
tempat kembali Ulama yang hanya menyombongkan diri atas ilmu, menelantarkan hukum Allah SWT, dan menyokong penguasa zalim

Post a Comment for "MENGINGATKAN ULAMA"