Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

BOLEHKAH MENAWARKAN SOLUSI VERSI ISLAM DIANTARA TAWARAN SOLUSI KOMUNISME & KAPITALISME?

Oleh: Wahyudi al Maroky (Dir. PAMONG Institute)

Oleh: Wahyudi al Maroky (Dir. PAMONG Institute)

Tiba-tiba saja ada yang usulkan, bagaimana jika judi kasino dan togel di legalkan saja. Tujuannya untuk menggerakkan perekonomian bangsa.

Memang di tengah wabah corona yang sudah melumpuhkan roda ekonomi masyarakat, muncul beragam tawaran solusi dari berbagi pihak. Ada yang tawarkan disahkannya RUU HIP. Ada yang tawarkan ASN yang terlibat ideologi khilafah diberhentikan. Ada juga yang tawarkan agar pajak dinaikkan dan tambah Utang lagi. Dan seribu satu tawaran solusi lainnya.

Pokoknya semua tawaran itu dianggap sah-sah saja. Semua bisa dimaklumi sebagai wujud partisipasi dan perhatian dalam ikut menyelesaikan persoalan bangsa. Tak peduli lagi apakah solusi itu berasal dari ideologi komunisme atau dari kapitalisme. Semua bisa diterima dengan baik-baik saja.

Namun jadi sangat sensitif ketika tawaran solusi itu berasal dari islam. Semua pihak yang semula ngaku demokrat, ngaku pancasilais, ngaku paling toleran, dll, Itu jadi berupah wajahnya. Mukanya merah, dadanya sesak, jantungnya berdegup keras, mulutnya teriak keras bikin bising telinga. Tingkahnya jadi aneh seperti kuda lumping.

Intinya mereka tak suka jika islam dibawa-bawa untuk menyelesaikan solusi atas berbagai masalah negeri ini. Bagi mereka islam harus dipinggirkan dari urusan negara. Islam cukup dipakai individu di tempat ibadah saja. Padahal islam itu diturunkan sebagai solusi atas berbagai masalah kehidupan dari A sampai Z. Islam diturunkan sebagai rahmat bagi semesta alam. Sebagaimana termaktub dalam kitab suci, “Dan Kami tidak mengutus engkau (Muhammad) melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi seluruh alam. (TQS. Al ‘Anbya’: 107).

Berbagai solusi versi kapitalis dan komunis sudah diajukan untuk menyelesaikan persoalan negeri ini. Dalam sejarah panjang perjalanan negara ini pun berbagai solusi dari dua ideologi itu sudah pernah dicoba. Bahkan di tengah wabah coroan ini mereka juga menawarkan solusi baru. Diantara solusi itu, muncul Perppu 1/2020 yang telah menjadi UU no. 2/2020, Perpres BPJS, UU Minerba, dll. termasuk mengusulkan RUU HIP.

Dari berbagai solusi itu nampaknya masih jauh dari upaya menyelesaikan solusi negeri ini. Meskipun perppu 1/2020 sudah disahkan jadi UU 2/2020 untuk mengatasi wabah corona, namun belum ada tanda-tanda berakhirnya wabah corona di negeri ini. Meski Perpres tentang kenaikan Iuran BPJS dan UU Minerba juga sudah disahkan namun ekonomi negeri ini masih juga terpuruk.

Disaat ekonomi masih terpuruk itulah muncul lagi tawaran solusi versi kapitalis-sekuler seperti legalisasi judi kasino dan togel yang tentu diharamkan oleh agama. Meskipun tawaran versi kapitalis itu sangat aneh, namun tidak dianggap sebagai masalah karena memang saat ini era kapitalis.

Akan Sangat berbeda jika tawaran itu datang dari ideologi Islam. Misalnya tawaran menggunakan hukum ekonomi islam yang mengatur tambang harus dikuasai negera dan haram diserahkan kepada swasta. Atau tawaran solusi agar ekonomi stabil maka menggunakan nilai tukar mata uang emas, bukan pakai Dolar AS. Tentu hal itu langsung direspon negatif oleh mereka yang semula mengaku sangat demokratis, sangat pancasilais, sangat toleran, dll.

Bukan hanya direspon negatif, namun sangat dibenci dan dimusuhi. Siapa saja yang menawarkan solusi itu akan dibully. Dicap teroris, intoleran, radikalis, kadrun, garis keras dan sederet sebutan negatif lainnya. Intinya jangan coba-coba berani menawarkan solusi versi Islam dibidang ekonomi kalau tidak siap akan cap sebaga radikalis, intoleran dan dituduh macam-macam.

Demikian pula tawaran solusi atas sistem pemerintahan demokrasi yang sangat mahal saat ini. Jika tawaran itu adalah sistem otokrasi, sistem kekaisaran, dll. semua masih bisa didiskusikan. Dimana sisi piositif masing-masing sistem pemerintahan itu yang bisa diambil. Namun jika yang ditawarkan itu sistem pemerintahan islam (khilafah), maka diskusi langsung ditutup. Siapa pun yang menawarkan solusi itu akan dicap radikal, intoleran dan berbagai sebutan negatif lainnya. Bahkan konon yang PNS akan dipecat, yang pebisnis harus diputus kontraknya, yang aktifis dikriminalisasi, dll.

Saat ini, nampaknya tawaran solusi islam belum menjadi pilihan dalam menyelesaikan persoalan negeri ini. Kebanyakan masih suka kepada jalan yang pro Kapitalis dan pro komunis. Apalagi Kapitalisme dan Komunisme yang merupakan dua ideologi besar dunia kini sedang dipropagandakan oleh negara besar. Mereka terus bekerja sambil menuding dan memfitnah Islam sebagai ideologi radikal, teroris, intoleran, dll.

Padahal tiap masalah dan berbagai Bencana itu pasti mudah diselesaikan jika ada campur tangan Allah sang pencipta Allam untuk menyelesaikan. Semestinya setelah sekian lama menggunakan solusi kapitalis dan komunis yang justru keadaan tidak makin membaik, maka saatnya kini kembali kepada solusi islam. Tujuannya tentu agar di tolong oleh Allah dalam menyelesaikan berbagai persoalan negeri ini.

Jika kita ingin mendapat pertolongan Allah maka saatya menggunakan solusi islam. Bagi hamba yang taqwa dan mengambil solusi islam, setidaknya tiga jaminan dari Allah SWT: (1) jalan keluar atas segala kesulitan; (2) rejeki dari arah yang tak diduga; (3) kemudahan dalam segala urusan.

Ketiganya itu Allah SWT jelaskan dalam al-Quran: Siapa saja yang bertakwa kepada Allah, Dia pasti akan memberikan jalan keluar bagi dirinya dan akan memberi dia rejeki dari arah yang tidak dia sangka (TQS ath-Thalaq [65]: 2-3).

Maknanya, orang yang mengambil solusi islam dan bertakwa kepada Allah maka akan diberi jalan keluar dari ragam kesulitan dunia dan akhirat, juga akan diberi rejeki dari jalan yang sebelumnya tidak pernah diharap-harapkan dan tidak diangan-angankan (Al-Jaza’iri, _Aysar at-Tafasir_, 4/274).

Walhasil, di tengah ragam kesulitan dan wabah Corona yang melanda, kuncinya hanyalah satu: TAQWA dan ikuti Solusi dari Allah. Dengan begitu, Allah SWT akan memberi kita jalan keluar. Bahkan dari arah yang tak pernah kita sangka.

Semoga Allah membukakan pintu hati kita untuk bisa menerima solusi dariNYA. Dan smoga negeri ini dijaga dan ditolong oleh Allah sehingga segera keluar dari berbagai persoalan. Bukan hanya masalah di dunia, tetapi juga di akhirat. Aamiin…

NB; Penulis pernah belajar pemerintahan di STPDN angkatan ke-04 dan IIP Jakarta angkatan ke-29 serta MIP-IIP Jakarta angkatan ke-08.

Post a Comment for "BOLEHKAH MENAWARKAN SOLUSI VERSI ISLAM DIANTARA TAWARAN SOLUSI KOMUNISME & KAPITALISME?"