Pahlawan Devisa di Era Sistem Kapitalis

Oleh : Wenny Suhartati, S.Si. TKW-ku sayang TKW-ku malang. Nampaknya ungkapan tersebut sangat cocok untuk menggambarkan kondisi para Tenaga ...





Oleh : Wenny Suhartati, S.Si.

TKW-ku sayang TKW-ku malang. Nampaknya ungkapan tersebut sangat cocok untuk menggambarkan kondisi para Tenaga Kerja Wanita (TKW) saat ini, di tengah banyaknya kasus yang menimpa mereka selama bekerja di luar negeri. Ibarat 2 sisi mata uang logam yang saling berkebalikan, satu sisi keberadaan mereka sangat dibutuhkan negara sebagai penyumbang devisa, tapi di sisi yang lain banyak kasus kejahatan dan kezaliman yang menimpa mereka. Ibarat pahlawan tapi teraniaya.


Seperti dilansir dari berita Pasundan Ekspres pada tanggal 2 Mei 2023, diberitakan bahwa sebanyak 10 Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Subang meninggal dunia di Luar Negeri, Salah satunya Marlinah (29) yang meninggal di Taiwan. Dan Marlinah ini merupakan salah satu TKW yang sudah habis masa kontrak kerjanya namun tidak juga pulang kembali ke tanah air. Sehingga pihak Disnakertrans Subang berjanji akan membantu memulangkan jenazah Marlinah kembali ke Subang.


Fenomena meninggalnya TKW di luar negeri ini bukanlah yang pertama kali terjadi, tapi sudah berulang untuk kesekian kalinya. Dan sepertinya belum juga ada solusi tuntas dari pemerintah untuk permasalahan ini hingga sekarang. Meskipun bekerja di luar negeri bagi perempuan bukanlah pilihan yang mudah dan juga penuh resiko, tapi banyak perempuan yang tidak menghiraukan hal itu. Semata-mata agar bisa mendapatkan materi dan membantu perekonomian keluarga, pilihan apapun mereka jalani meski dengan keterpaksaan karena harus berpisah dengan keluarga tercinta.


Sungguh miris, negara yang kaya dengan sumber daya alam dan bahan tambang tapi masyarakatnya masih banyak yang hidup dalam kemiskinan dan masih kesusahan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Semakin susahnya mencari nafkah karena makin sempitnya lapangan kerja, mengakibatkan penurunan pendapatan sebagian besar rakyat, sedangkan kebutuhan hidup makin tinggi. Akibatnya banyak perempuan yang akhirnya ikut keluar rumah mencari nafkah hingga keluar negeri dan terpaksa meninggalakan peran utamanya sebagai ummu madrasatul ulla bagi anak-anaknya. 


Kondisi ini tentu sangat disayangkan. Dari fakta ini seharusnya membuat pemerintah bisa bertindak tegas dan serius dalam mengambil langkah perlindungan bagi para pahlawan devisa ini. Pengiriman TKW ke luar negeri seharusnya dihentikan untuk menghindarkan perempuan-perempuan Indonesia dari ancaman kekerasan di luar negeri.


Inilah gambaran dari paradigma negara sekuler, dengan penerapan sistem ekonomi kapitalisme dalam mengatur pemenuhan kebutuhan hidup rakyatnya. Dalam sistem ekonomi kapitalisme ini, kekayaan alam yang luar biasa melimpah itu boleh untuk dikuasai segolongan orang yang bermodal saja. Sehingga distribusi kekayaan tidak merata untuk seluruh rakyat. Yang kaya makin kaya dan yang miskin makin sengsara. Alhasil, untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, para wanitapun bersedia jika harus sampai harus ke luar negeri demi mendapatkan rezeki materi.


Seharusnya, tugas dari pemerintah untuk melindungi dan melakukan ri’ayah terhadap masyarakat agar terpenuhi kebutuhan hidupnya. Dalam pandangan Islam, Imam (Khalifah) adalah raa’in (pengurus rakyat) dan ia bertanggung jawab atas pengurusan rakyatnya (HR. Al-Bukhari). Sehingga seorang pemimpin akan berusaha untuk memenuhi kebutuhan dan hak-hak rakyatnya. 


Dan sistem ekonomi Islam juga mewajibkan seluruh sumber daya alam dan bahan tambang wajib dikelola oleh negara dan tidak boleh diswastanisasi atau diprivatisasi, serta hasilnya harus dikembalikan ke rakyat untuk menjamin kemaslahatan kehidupan masyarakat. Sehingga pada akhirnya seluruh kebutuhan pokok rakyat bisa terpenuhi, dan para wanita yang idealnya sebagai pencetak generasi emas, tidak perlu lagi meninggalkan kewajiban utamanya dengan mengorbankan diri pergi ke negeri orang.

Wallahu a’lam bishowab. []


trenopini 

COMMENTS

Name

afkar,5,agama bahai,1,Agraria,1,ahok,2,Analysis,50,aqidah,9,artikel,13,bedah buku,1,bencana,23,berita,47,berita terkini,228,Breaking News,8,Buletin al-Islam,13,Buletin kaffah,54,catatan,5,cek fakta,2,Corona,122,curang,1,Dakwah,42,demokrasi,52,Editorial,4,Ekonomi,180,fikrah,6,Fiqih,15,fokus,2,Geopolitik,6,gerakan,5,Hukum,89,ibroh,17,Ideologi,68,Indonesia,1,info HTI,10,informasi,1,inspirasi,32,Internasional,3,islam,192,Kapitalisme,23,keamanan,8,keluarga,44,Keluarga Ideologis,2,kesehatan,81,ketahanan,2,khi,1,Khilafah,287,khutbah jum'at,3,Kitab,3,klarifikasi,4,Komentar,76,komunisme,2,konspirasi,1,kontra opini,26,korupsi,39,Kriminal,1,Legal Opini,17,liberal,2,lockdown,24,luar negeri,47,mahasiswa,3,Medsos,5,migas,1,militer,1,Motivasi,3,muhasabah,16,Musibah,4,Muslimah,85,Nafsiyah,9,Nasihat,9,Nasional,2,Nasjo,12,ngaji,1,Opini,3512,opini islam,86,Opini Netizen,1,Opini Tokoh,102,ormas,4,Otomotif,1,Pandemi,4,parenting,4,Pemberdayaan,1,pemikiran,19,Pendidikan,109,Peradaban,1,Peristiwa,11,pertahanan,1,pertanian,2,politik,314,Politik Islam,14,Politik khilafah,1,propaganda,5,Ramadhan,3,Redaksi,3,remaja,7,Renungan,5,Review Buku,5,rohingya,1,Sains,3,santai sejenak,2,sejarah,70,Sekularisme,5,Sepiritual,1,skandal,3,Sorotan,1,sosial,65,Sosok,1,Surat Pembaca,1,syarah hadits,8,Syarah Kitab,1,Syari'ah,44,Tadabbur al-Qur’an,1,tahun baru,2,Tarikh,2,Tekhnologi,2,Teladan,7,timur tengah,32,tokoh,49,Tren Opini Channel,3,tsaqofah,6,tulisan,5,ulama,5,Ultimatum,7,video,1,
ltr
item
Tren Opini: Pahlawan Devisa di Era Sistem Kapitalis
Pahlawan Devisa di Era Sistem Kapitalis
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg7sJIfGF1cfTZTrBBEgeyEZbGNIE2kteSiLjQwTm1YOpntPsHh_9i-20CCnlPdVc1PVYua3oi-40rQzHE800b6h1fb4cLZS-mf59Ig1HDIIONEPueJcQGsSe0XYpMkS0vrHP75elZ3JxfJ7sibkSEdXIK2s2HdtqkGW_Rqg98eeZWYsq1qFjMAK-r5Ug/s320/tkw3.jpg
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg7sJIfGF1cfTZTrBBEgeyEZbGNIE2kteSiLjQwTm1YOpntPsHh_9i-20CCnlPdVc1PVYua3oi-40rQzHE800b6h1fb4cLZS-mf59Ig1HDIIONEPueJcQGsSe0XYpMkS0vrHP75elZ3JxfJ7sibkSEdXIK2s2HdtqkGW_Rqg98eeZWYsq1qFjMAK-r5Ug/s72-c/tkw3.jpg
Tren Opini
https://www.trenopini.com/2023/05/pahlawan-devisa-di-era-sistem-kapitalis.html
https://www.trenopini.com/
https://www.trenopini.com/
https://www.trenopini.com/2023/05/pahlawan-devisa-di-era-sistem-kapitalis.html
true
6964008929711366424
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share. STEP 2: Click the link you shared to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy