Stunting Tidak Cukup Dengan Edukasi

Solusi stunting pada anak

Stunting berpangkal pada kesejahteraan rakyat, bagaimana mungkin rakyat dapat memenuhi kebutuhan asupan gizi mereka jika segala sesuatunya teramat sulit

Oleh: Titin Kartini

Stunting adalah gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kekurangan gizi dalam waktu yang cukup lama dan infeksi berulang. Itu arti stunting menurut Khanza Riri Aristiani (Ahli Gizi RS). PKRS Azra mengadakan edukasi kesehatan tentang stunting di Posyandu Asoka RW 10 Kelurahan Bantarjati. Edukasi ini sesuai dengan arahan pemerintah yang fokus terhadap pencegahan stunting.

Hal ini bertujuan agar anak-anak Indonesia dapat tumbuh dan berkembang secara optimal dan maksimal, dengan disertai kemampuan emosional,sosial dan fisik yang siap untuk belajar, serta mampu berinovasi dan berkompetisi di tingkat global. Penyebab stunting sendiri adalah kadar gizi buruk pada masa kehamilan, makanan pendamping ASI (MPASI) yang tidak tepat, masalah kebersihan makanan dan air, tidak mendapatkan ASI Eksklusif, dan infeksi penyakit berulang. (radarbogor. id/12/10/2022)

Stunting memang masih menjadi momok menakutkan bagi anak-anak Indonesia. Namun tentunya ini memerlukan penanganan khusus tidak main-main dari negara. Mengingat begitu berbahayanya ancaman stunting bagi calon generasi bangsa.

Berdasarkan hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2021 yang dilaksanakan Kementerian Kesehatan angka prevalensi stunting di Indonesia pada tahun 2021 sebesar 24,4 persen. Upaya pemerintah untuk menurunkan angka stunting dapat dilihat dari dikeluarkannya Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting yang dijadikan payung hukum bagi Strategi Nasional Percepatan Penurunan Stunting yang telah dilaksanakan sejak tahun 2018.

Dengan tujuan meningkatkan kualitas persiapan kehidupan berkeluarga, menjamin pemenuhan asupan gizi anak, memperbaiki pola asuh, meningkatkan akses dan mutu pelayanan kesehatan, serta meningkatkan kualitas air minum dan sanitasi. Dalam hal ini, orang tua perlu mengetahui regulasi serta ikut serta dalam mengakomodasi upaya pemerintah dalam mengurangi angka stunfing di Indonesia.

Stunting berpangkal pada kesejahteraan rakyat, bagaimana mungkin rakyat dapat memenuhi kebutuhan asupan gizi mereka jika segala sesuatunya teramat sulit. Maka ketika rakyat mencukupkan dengan asal kenyang tak lagi memperhatikan apakah makanan dan minuman itu mengandung gizi yang cukup dan seimbang tak menjadi persoalan buat rakyat. Urgensi kehadiran negara dalam hal ini tentunya menjadi tokoh utama dibalik masalah stunting.

Keniscayaan dalam sistem demokrasi kapitalisme yang sekuler dan liberal, menjadikan manfaat dan keuntungan sebagai standar dalam perbuatan, negara bergerak jika menghasilkan keuntungan baik untuk penguasa maupun golongannya, tidak perduli perbuatan tersebut halal atau haram, wajib ataupun sunnah.

Akan berbeda halnya jika sistem yang pakai adalah sistem yang berasal dari Sang Pencipta, sudah tentu mengetahui apa kebutuhan manusia sesuai fitrahnya. Sistem itu adalah sistem Islam. Rasulullah Saw. bersabda "Imam adalah laksana penggembala, dan hanya dialah yang bertanggung jawab terhadap gembalanya. " Hadist ini menjelaskan dengan sangat jelas bahwa seorang pemimpin bertanggung jawab atas rakyatnya.

Islam menjamin setiap kebutuhan seluruh rakyatnya dan memastikan bahwa rakyat tak ada yang kekurangan. Kebutuhan primer seperti sandang, pangan dan papan hingga kebutuhan sekunder. Islam pun menjamin kebutuhan akan pendidikan, kesehatan dan keamanan dengan sebaik-baiknya. Semua ini disediakan oleh seorang Khalifah atau pemimpin Islam sebagai pemegang amanat.

Islam mewajibkan setiap laki-laki yang sudah baligh untuk mencari nafkah dirinya maupun keluarganya. Negara menyediakan lapangan pekerjaan. Negara memastikan setiap kepala keluarga melaksanakan kewajibannya mencari nafkah.

Bagaimana jika ada rakyatnya yang cacat sementara ia tak punya siapa -siapa?, maka negaralah yang akan memenuhi semua kebutuhannya sesuai sabda Rasulullah Saw. "Sebaik-baik sedekah adalah sedekah yang diberikan dari kelebihan, dan mulailah kepada orang yang menjadi tanggunganmu. " (HR Bukhari). Adapun sanksi akan diberikan kepada mereka yang lalai dalam mencari nafkah padahal mereka mampu.

Negara mencukupi semua kebutuhan rakyatnya tanpa membeda-bedakan Muslim dan non-muslim semua mempunyai hak yang sama. Darimana asal semua dana tersebut? Tentu saja dari kas negara yang disebut Baitul Mal. Jika tak ada dana maka beban itu dipikul bersama oleh kaum Muslimin dengan memberikan ruang sadaqah dan pajak khusus kepada yang mampu.

Jika negara abai akan kewajibannya mengurus rakyat maka rakyat wajib melakukan kontrol (muhasabah) serta menyampaikan pengaduan (syakwa) kepada Khalifah. Muhasabah ini dilakukan, jika kewajiban yang seharusnya dijalankan Khalifah tidak dilaksanakan. 

Sedangkan syakwa dilakukan jika sesuatu menimpa rakyat, akibat kezaliman yang mereka derita. Begitu pula jika negara lalai, misalkan dalam kecelakaan dikarenakan fasilitas jalan raya kualitasnya tidak bagus hingga menyebabkan kematian maka korban bisa menuntut ganti rugi kepada negara, baik fisik maupun harta yang dideritanya. Negara tidak bisa lari akan tanggung jawab ini. Jika negara bersikeras merasa tidak bersalah, korban bisa mengajukan kepada Mahkamah Madhalim atas tuduhan negara lalai dalam menjalankan kewajibannya. Jika terbukti, Mahkamah Madhalim bisa mengambil keputusan, termasuk ganti rugi yang harus dibayar oleh Khalifah kepada korban atau keluarganya.

Begitulah dalam sistem Islam, negara hadir untuk rakyat, pemimpin yang mengayomi tanpa pamrih seperti pada masa Khalifah Umar bin Khattab beliau pernah berkata "seandainya ada keledai yang terperosok karena jalan yang rusak maka itu manjadi tanggung jawabku."

Kita rindu akan pemimpin seperti itu, bukan seperti saat ini, kehadirannya seperti ada dan tiada. Rakyat bukan hanya membutuhkan edukasi untuk mengatasi stunting tapi bukti nyata dari pemimpin dan negaranya. Dan kita tidak bisa berharap pada sistem saat ini yaitu kapitalisme yang tidak pernah mungkin menghadirkan sosok pemimpin yang bertanggung jawab terhadap urusan rakyatnya. Mari kita bergabung, kokohkan barisan perjuangan demi tegaknya hukum-hukum Allah Swt. yang tercantum pada Al Qur'an dan Sunnah. Selamat kan generasi hanya dengan tegaknya sistem Islam Khilafah. Dan itulah adalah janji Allah dan Rasul-nya, semua problematika kehidupan akan terpecahkan dengan sistem.

Surat indah sang Khalifah Umar bin Khattab kepada Abu Musa al-Asy'ari yang isinya "Amma ba'du, sesungguhnya para pengurus (urusan umat) yang paling bahagia di sisi Allah adalah orang membahagiakan rakyat (yang diurusnya). Sebaliknya, para penguasa (urusan umat) yang paling sengsara adalah orang yang paling menyusahkan rakyat (yang diurus)nya. Berhati-hatilah kamu, agar tidak menyimpang , sehingga para penguasa di bawahku menyimpang. . . "(Abu Yusuf, al-kharaj, hal 15).

Wallahu alam.

COMMENTS

Name

afkar,5,agama bahai,1,Agraria,2,ahok,2,Analysis,50,aqidah,9,artikel,13,bedah buku,1,bencana,23,berita,49,berita terkini,228,Breaking News,8,Buletin al-Islam,13,Buletin kaffah,54,catatan,5,cek fakta,2,Corona,122,curang,1,Dakwah,42,demokrasi,52,Editorial,4,Ekonomi,186,fikrah,6,Fiqih,16,fokus,3,Geopolitik,7,gerakan,5,Hukum,90,ibroh,17,Ideologi,68,Indonesia,1,info HTI,10,informasi,1,inspirasi,32,Internasional,3,islam,192,Kapitalisme,23,keamanan,8,keluarga,50,Keluarga Ideologis,2,kesehatan,83,ketahanan,2,khi,1,Khilafah,289,khutbah jum'at,3,Kitab,3,klarifikasi,4,Komentar,76,komunisme,2,konspirasi,1,kontra opini,28,korupsi,40,Kriminal,1,Legal Opini,17,liberal,2,lockdown,24,luar negeri,47,mahasiswa,3,Medsos,5,migas,1,militer,1,Motivasi,3,muhasabah,17,Musibah,4,Muslimah,87,Nafsiyah,9,Nasihat,9,Nasional,2,Nasjo,12,ngaji,1,Opini,3555,opini islam,87,Opini Netizen,1,Opini Tokoh,102,ormas,4,Otomotif,1,Pandemi,4,parenting,4,Pemberdayaan,1,pemikiran,19,Pendidikan,112,Peradaban,1,Peristiwa,12,pertahanan,1,pertanian,2,politik,320,Politik Islam,14,Politik khilafah,1,propaganda,5,Ramadhan,5,Redaksi,3,remaja,7,Renungan,5,Review Buku,5,rohingya,1,Sains,3,santai sejenak,2,sejarah,70,Sekularisme,5,Sepiritual,1,skandal,3,Sorotan,1,sosial,66,Sosok,1,Surat Pembaca,1,syarah hadits,8,Syarah Kitab,1,Syari'ah,45,Tadabbur al-Qur’an,1,tahun baru,2,Tarikh,2,Tekhnologi,2,Teladan,7,timur tengah,32,tokoh,49,Tren Opini Channel,3,tsaqofah,6,tulisan,5,ulama,5,Ultimatum,7,video,1,
ltr
item
Tren Opini: Stunting Tidak Cukup Dengan Edukasi
Stunting Tidak Cukup Dengan Edukasi
Solusi stunting pada anak
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjg1Q_fbIb6pKe3B2hCzAmxYeDpp-2pNi8VKoYzUJlKn_P5y0BqWVeqbBETFaPcewQdFg_cYffEBUqnqO1iYbNuv5wqegMspYLP2HKTywFW4_GnUWU1aq5M5AfCdInrtCBKWgXTRxRw6dmBIqX6s_T1svvzOOVn1rRNIxqf2w2-9H_nOyHXiphbjuJ1/s16000/png_20221118_203438_0000_compress22.webp
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjg1Q_fbIb6pKe3B2hCzAmxYeDpp-2pNi8VKoYzUJlKn_P5y0BqWVeqbBETFaPcewQdFg_cYffEBUqnqO1iYbNuv5wqegMspYLP2HKTywFW4_GnUWU1aq5M5AfCdInrtCBKWgXTRxRw6dmBIqX6s_T1svvzOOVn1rRNIxqf2w2-9H_nOyHXiphbjuJ1/s72-c/png_20221118_203438_0000_compress22.webp
Tren Opini
https://www.trenopini.com/2022/11/stunting-tidak-cukup-dengan-edukasi.html
https://www.trenopini.com/
https://www.trenopini.com/
https://www.trenopini.com/2022/11/stunting-tidak-cukup-dengan-edukasi.html
true
6964008929711366424
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share. STEP 2: Click the link you shared to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy