Mengembalikan Penangan Bencana Pada Syari'at

Sistem islam mengatasi bencana

Mengembalikan Penangan Bencana Pada Syari'at


Oleh: Titin Kartini

"Maka apakah penduduk negeri-negeri itu merasa aman dari kedatangan siksaan kami kepada mereka di malam hari di waktu mereka sedang tidur? Atau apakah penduduk negeri-negeri itu merasa aman dari kedatangan siksaan kami kepada mereka di waktu matahari sepenggalan naik ketika mereka sedang bermain? Maka apakah mereka merasa aman dari azab Allah ( yang tidak terduga-duga)?Tiada yang merasa aman dan azab Allah kecuali orang-orang yang merugi.Dan apakah belum jelas bagi orang-orang yang mempusakai suatu negeri sesudah (lenyap) penduduknya, bahwa kalau Kami menghendaki tentu Kami azab mereka karena dosa-dosanya, dan Kami kunci mati hati mereka sehingga mereka tidak dapat mendengar (pelajaran lagi)?"

(Terjemah QS. al-A'raf:97-100).

Dengan ayat tersebut Allah hendak mengingatkan dan menyadarkan kita bahwasannya suatu negeri mustahil tidak diberi ujian. Namun bagaimana menyikapi ujian yang datang itulah akar masalahnya, jika semua ujian tak bersandarkan pada apa yang diperintahkan oleh Allah dan Rasul-Nya. Apakah akan terjadi perubahan?.

Hal ini rupanya mendorong Komisi VIII DPR untuk penanganan bencana di kota Bogor. Seperti kita ketahui Bogor menjadi zona rawan bencana mulai dari banjir, lonsor, angin kencang dan sebagainya.Maka pada saat Komisi VIII DPR RI melakukan Kunjungan Kerja (Kunker) Spesifik ke Pemerintah Kota ( Pemkot) Bogor tentang penanganan bencana sistem mitigasi kebencanaan di kota Bogor sudah berjalan. Kunker ini memang membahas masalah terkait penanganan kebencanaan di kota Bogor dan diakhiri dengan pemberian Bantuan Mobil Dapur Umum Lapangan kepada BPBD Kota Bogor

Bima Arya mengatakan dalam diskusi ini muncul satu keinginan bersama untuk penanganan kebencanaan jangka panjang sekaligus apa yang menjadi kebutuhan di kota Bogor. Menerima banyak masukan dan sarana dari Komisi VIII DPR RI untuk perbaikan sistem mitigasi bencana. Mulai dari sistem yanag diperkuat, dan memasang alat-alat pendeteksi bencana di daerah yang rawan.

Sistem mitigasi kebencanaan sudah berjalan, namun faktor lahan yang labil, cuaca dan warga yang tinggal di daerah terlarang. Di Bogor tercatat 1.001 rumah masuk kategori hitam dan harus dipindahkan. Lahan pun sudah siap hanya tinggal mencari anggarannya. Untuk itu kami meminta dikoordinasikan serta akan berkomunikasi dengan Menko,Menteri PURR dan Gubernur untuk diakselerasi agar tahun depan sudah bisa dibangun. (www.radarbogor.id
6/10/2022).

Musibah memang tidak ada yang tahu dan semua sepakat bencana kuasanya sang pencipta. Namun tentunya kita harus siap jika suatu saat bencana itu datang. Penanganan bencana bukanlah hal yang dianggap sepele, peran penguasa dan negara yang utama sebagai garda terdepan untuk melindungi rakyatnya. Dalam sistem kapitalisme hal ini mustahil terjadi, penanganan sepenuh hati tidak mungkin terjadi . Mengapa demikian? Karena memang sifat sistem ini bergerak alakadarnya tak jarang penguasa dan negara membantu jika sudah terjadi, adapun anggaran yang dicanangkan begitu minim. Negara yang memprioritaskan rakyatnya sudah sewajarnya mempunyai anggaran yang memadai, namun kondisi ini rasanya sulit dilakukan jika suatu negara dililit hutang luar negeri seperti negeri kita tercinta ini.

Aset negara yang diharapkan pun menjadi suatu kemustahilan karena hampir semua sumber daya alam yang ada telah dikuasai oleh swasta baik pengusaha lokal maupun asing. Maka yang terjadi adalah ' bagaikan punguk merindukan bulan " mustahil selama sistemnya masih sistem kapitalisme yang semakin liberal dan sekuler.

Islam mempunyai sistem khusus pemerintahan yang bernama Khilafah. Islam sebagai ideologi tuntunan hidup manusia yang berasal dari Allah Swt. dan telah dicontohkan langsung oleh utusan-Nya Rasulullah Saw. serta dilanjutkan kembali oleh para Khulafaur Rasyidin dan para Khalifah selanjutnya , sistem ekonomi, pendidikan, kesehatan, kesejahteraan, pergaulan, perpolitikan dan lainnya semua sempurna dengan Islam begitupn penanganan bencana Islam mempunyai aturannya.

Yang harus dilakukan oleh pemimpin dalam Islam ketika terjadi bencana adalah melakukan evaluasi menyeluruh, mengetahui apa yang sebenarnya terjadi, apa penyebab dan bagaimana solusinya. Meski hukum Allah telah diterapkan secara kaffah tetaplah negara manusia bukan negara malaikat begitupun penguasa maupun para pejabatnya hanyalah manusia biasa yang tidak sempurna bisa saja melakukan pelanggaran. Disinilah perlunya evaluasi dan secepatnya menyelesaikan hal tersebut.

Evaluasi yang dilakukan penguasa atau seorang Khalifah ada tiga poin yaitu sistem, masyarakat dan individu. Ketika negara sudah menerapkan sistem Islam secara kaffah ini menunjukkan tidak ada yang salah dengan sistem, namun karena diimplementasikan oleh manusia potensi kesalahan dalam penerapannya bisa saja terjadi maka muhasabah dan bertaubat kepada Allah adalah cara pertama yang dilakukan oleh penguasa berserta rakyatnya. Menyelamatkan rakyatnya menjadi tugas utama sang pemimpin , memenuhi kebutuhan seluruh rakyatnya sehingga semua bisa kembali normal.

Hukum yang ditetapkan dalam Islam ada yang berupa hukum syara dan ada yang berupa hukum ijra'i, contohnya kita wajib menghindari bahaya seperti bahaya banjir, tanah longsor dan lain sebagainya. Namun bahaya tersebut tidak bisa dihindari harus ada sistem peringatan diri (early warning) yang diterapkan termasuk analisis BMKG . Penerapan sistem peringatan dini dan analisa BMKG ini termasuk hukum ijra'i.Maka penerapan hukum syariat dan hukum ijra'i ini sama-sama penting dalam menjauhkan diri dari bencana.Jika ini tidak dilakukan maka negara dan penguasa termasuk lalai dan ini merupakan kemaksiatan yang bisa menyebabkan terjadinya bencana.

Masyarakat dan individu sama-sama melakukan taubat tidak hanya dilakukan oleh penguasanya saja. Kemaksiatan sekecil apapun yang dilakukan masyarakat dan individu bisa mengundang bencana. Contohnya abainya masyarakat terhadap sampah, penebangan hutan dan lain sebaginya. Begitupun sikap rakus dan tamak individu bisa menyebabkan bencana. Karena itu baik pengusaha,negara, masyarakat maupun individu harus sama-sama melakukan muhasabah. Setelah menyadari kesalahan dan dosanya barulah mereka bisa kembali bke jalan Allah Swt. dan ini semua membutuhkan edukasi dan kepemimpinan. Karena masyarakat akan bergerak jika mendapatkan edukasi dan keteladanan dari pemimpinnya.

Saat terjadi bencana negara terjun langsung di tengah masyarakat, bahu-membahu dengan mereka. Memikul sendiri makanan dari Baitul Mal untuk rakyatnya. Seperti halnya Khalifah Umar bin Khattab ketika ada bencana menimpa rakyat dan negerinya ia tak mau makan daging dan keju sampai bencana selesai padahal itu adalah makanan favoritnya. Dan sikap seperti itu berhasil membangun kebersamaan antara pemimpin dan rakyatnya dan sikap ta' awun ditengah masyarakat.Meski mereka sama-sama saling membutuhkan tetapi tetap mendahulukan orang lain.

Masyarakat dikuatkan mental dan jiwanya untuk tunduk, rida, dan tawakal kepada Allah Swt. mereka pun ditempa untuk tidak menyerah.Umar pun pernah menyatakan sesuatu ketika penduduk Syam ditimpa musibah, Umar berkata kepada Ubaidah al-Jarrah "Kita lari dari satu Qadar Allah menuju Qadar Allah yang lain". Dengan demikian mental seorang pemimpin juga menjadi mental dan jiwa individu. Individu-individu masyarakat akan mempunyai ketundukan, Rida dan tawakal kepada Allah Swt. mereka pun bersabar , dan lebih banyak mengingat Allah Swt. begitulah seharusnya penguasa dan negara dalam menghadapi krisis dan bencana.

Wallahu alam.

COMMENTS

Name

afkar,5,agama bahai,1,Agraria,2,ahok,2,Analysis,50,aqidah,9,artikel,13,bedah buku,1,bencana,23,berita,49,berita terkini,228,Breaking News,8,Buletin al-Islam,13,Buletin kaffah,54,catatan,5,cek fakta,2,Corona,122,curang,1,Dakwah,42,demokrasi,52,Editorial,4,Ekonomi,186,fikrah,6,Fiqih,16,fokus,3,Geopolitik,7,gerakan,5,Hukum,90,ibroh,17,Ideologi,68,Indonesia,1,info HTI,10,informasi,1,inspirasi,32,Internasional,3,islam,192,Kapitalisme,23,keamanan,8,keluarga,51,Keluarga Ideologis,2,kesehatan,83,ketahanan,2,khi,1,Khilafah,289,khutbah jum'at,3,Kitab,3,klarifikasi,4,Komentar,76,komunisme,2,konspirasi,1,kontra opini,28,korupsi,40,Kriminal,1,Legal Opini,17,liberal,2,lockdown,24,luar negeri,47,mahasiswa,3,Medsos,5,migas,1,militer,1,Motivasi,3,muhasabah,17,Musibah,4,Muslimah,87,Nafsiyah,9,Nasihat,9,Nasional,2,Nasjo,12,ngaji,1,Opini,3556,opini islam,87,Opini Netizen,1,Opini Tokoh,102,ormas,4,Otomotif,1,Pandemi,4,parenting,4,Pemberdayaan,1,pemikiran,19,Pendidikan,112,Peradaban,1,Peristiwa,12,pertahanan,1,pertanian,2,politik,320,Politik Islam,14,Politik khilafah,1,propaganda,5,Ramadhan,5,Redaksi,3,remaja,7,Renungan,5,Review Buku,5,rohingya,1,Sains,3,santai sejenak,2,sejarah,70,Sekularisme,5,Sepiritual,1,skandal,3,Sorotan,1,sosial,66,Sosok,1,Surat Pembaca,1,syarah hadits,8,Syarah Kitab,1,Syari'ah,45,Tadabbur al-Qur’an,1,tahun baru,2,Tarikh,2,Tekhnologi,2,Teladan,7,timur tengah,32,tokoh,49,Tren Opini Channel,3,tsaqofah,6,tulisan,5,ulama,5,Ultimatum,7,video,1,
ltr
item
Tren Opini: Mengembalikan Penangan Bencana Pada Syari'at
Mengembalikan Penangan Bencana Pada Syari'at
Sistem islam mengatasi bencana
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjCaR6igGWqqH-2h2nTIIprv7bbQWRDz10rkFXU1n3yi83A32dzBKMa8TRmL1YmKWH7NbQ2BRIdHFEa55Iy2XBjKW6vF7avewJR4N3xx8rUxeM06bW-fkYW5um3qU-ICwxLLNpnAvbol22M_tI_aozSVMhSfXNCmkr9gYSN_bhe6hhXOgUxl9qD-pyx/s16000/png_20221113_234757_0000_compress52.webp
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjCaR6igGWqqH-2h2nTIIprv7bbQWRDz10rkFXU1n3yi83A32dzBKMa8TRmL1YmKWH7NbQ2BRIdHFEa55Iy2XBjKW6vF7avewJR4N3xx8rUxeM06bW-fkYW5um3qU-ICwxLLNpnAvbol22M_tI_aozSVMhSfXNCmkr9gYSN_bhe6hhXOgUxl9qD-pyx/s72-c/png_20221113_234757_0000_compress52.webp
Tren Opini
https://www.trenopini.com/2022/11/mengembalikan-penangan-bencana-pada.html
https://www.trenopini.com/
https://www.trenopini.com/
https://www.trenopini.com/2022/11/mengembalikan-penangan-bencana-pada.html
true
6964008929711366424
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share. STEP 2: Click the link you shared to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy