Gempa Cianjur, Duka yang Minim Penanganan

Penanganan gempa cara islam

Gempa Cianjur, Duka yang Minim Penanganan

Oleh: Esnaini Sholikhah,S.Pd (Pendidik dan Pengamat Sosial)

Gempa bumi berkekuatan 5,6 magnitudo yang mengguncang Cianjur pada 21 November 2022 mengakibatkan setidaknya 15 kecamatan terdampak, 956 unit rumah rusak, 271 korban meninggal dunia, korban luka-luka 2.043 orang dan puluhan jiwa masih dinyatakan hilang. Warga yang mengungsi dilaporkan 61.908 orang yang tersebar di berbagai wilayah di Cianjur dan sekitarya. Disebutkan pula gempa itu telah menyebabkan 56.320 rumah rusak. Dijelaskan, rumah yang rusak berat 22.241, rusak sedang 11.641, serta 22.090 rusak ringan) (Republika,24/11/22)

Peneliti senior dari Pusat Penelitian Mitigasi Kebencanaan dan Perubahan Iklim (Puslit MKPI) Institut Tekonologi Sepuluh Nopember (ITS), Amien Widodo mengatakan, ini bukan pertama kalinya Cianjur diguncang gempa. Bahkan para ahli dari BMKG menyatakan gempa Cianjur punya siklus 10-20 tahunan, artinya sebenarnya bisa diprediksikan sehiungga korban bisa diminimalkan.

Bencana alam yang menimpa manusia merupakan qadha’ dari Allah SWT. Namun, di balik qadha’ tersebut ada fenomena alam yang bisa dicerna. Termasuk ikhtiar untuk menghindarinya sebelum bencana alam terjadi. Dalam suatu kejadian bencana alam ada domain yang berada dalam kuasa manusia dan yang berada di luar kuasa manusia. Segala upaya yang dapat meminimalisir bahkan dapat menghindarkan dari bahaya dan risiko bencana alam ialah domain yang berada dalam domain kuasa manusia. Peristiwa alam yang menghasilkan bencana alam tidak dapat dicegah ataupun dihilangkan. Namun segala usaha menghindarkan interaksi antara peristiwa alam yang menimbulkan bencana alam dengan manusia, inilah yang termasuk ke dalam upaya manajemen dan mitigasi bencana alam. Menyelamatkan diri atau orang lain dari bahaya termasuk dalam kategori ikhtiar (usaha) yang wajib dilakukan.

Secara teknis, upaya manajemen bencana alam dalam Islam tidaklah banyak berbeda dengan banyak metode yang telah diterapkan saat ini di seluruh dunia. Namun perbedaan dalam memandang sumber pencipta bencana alam, yaitu dengan adanya ketetapan Allah azza wa jalla, mengakibatkan ada sedikit perbedaan dalam langkah awal ketika terjadi suatu kejadian bencana alam, sebagaimana yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW dan khalifah setelahnya, Umar bin Khattab RA.

Suatu kali di Madinah terjadi gempa bumi. Rasulullah SAW lalu meletakkan kedua tangannya di atas tanah dan berkata, “Tenanglah … belum datang saatnya bagimu.” Lalu, Nabi SAW menoleh ke arah para sahabat dan berkata, “Sesungguhnya Rabb kalian menegur kalian … maka jawablah (buatlah Allah ridha kepada kalian)!”

Sepertinya, Umar bin Khattab RA mengingat kejadian itu. Ketika terjadi gempa pada masa kekhalifahannya, ia berkata kepada penduduk Madinah, “Wahai Manusia, apa ini? Alangkah cepatnya apa yang kalian kerjakan (dari maksiat kepada Allah)? Andai kata gempa ini kembali terjadi, aku tak akan bersama kalian lagi!”

Khalifah Umar bin Abdul Aziz juga tak tinggal diam saat terjadi gempa bumi pada masa kepemimpinannya. Ia segera mengirim surat kepada seluruh wali negeri, Amma ba’du, sesungguhnya gempa ini adalah teguran Allah kepada hamba-hamba-Nya, dan saya telah memerintahkan kepada seluruh negeri untuk keluar pada hari tertentu, maka barangsiapa yang memiliki harta hendaklah bersedekah dengannya.”

Langkah awal yang dilakukan ketika terjadi bencana alam ialah bertaubat sambil mengingat kemaksiatan apa yang dilakukan sehingga Allah menurunkan bencana alam tersebut kepada suatu kaum. Hal ini juga menjadi penjaga kesadaran dan kondisi ruhiyah masyarakat, khususnya yang berada pada daerah rawan bencana alam untuk senantiasa menjaga ketaatan pada syariah dalam lingkup individu dan masyarakat, karena bencana alam dapat datang sewaktu-waktu dan memusnahkan setiap orang yang berada di daerah tersebut baik yang taat pada syariah maupun ahli maksiat.

Siklus manajemen bencana alam dan peran Khilafah

Tujuan dari Manajemen Bencana alam menurut The Global Development Research Center ialah:

  • Mengurangi atau menghindarkan dampak kerugian dari bahaya bencana alam;
  • memastikan sampainya bantuan dengan cepat pada korban;
  • mencapai pemulihan masyarakat yang cepat dan efektif.

Manajemen bencana alam bertujuan untuk mengurangi atau menghindari potensi kerugian dari bahaya yang ditimbulkan oleh bencana alam, memastikan bantuan yang cepat dan tepat untuk korban bencana alam, dan melakukan proses pemulihan yang cepat dan efektif.

Siklus manajemen bencana alam menggambarkan proses berkelanjutan dimana khilafah dan masyarakat sipil berencana untuk mengurangi dampak bencana alam, bereaksi ketika dan setelah bencana alam, dan mengambil langkah-langkah untuk pemulihan setelah bencana alam terjadi. Tindakan yang tepat pada semua tahapan dalam siklus ini menghasilkan sebuah kesiapan yang lebih baik, kesadaran yang lebih baik, dan akan mengurangi tingkat kerentanan terhadap bencana alam pada periode pengulangan berikutnya dari siklus ini.

Siklus manajemen bencana alam yang lengkap mencakup aspek penyusunan kebijakan publik dan perencanaan yang baik dalam memodifikasi faktor penyebab bencana alam atau mengurangi dampak bencana alam pada manusia, properti, dan infrastruktur.

Fase mitigasi dan kesiapsiagaan dilakukan untuk mengantisipasi peristiwa bencana alam. Perspektif pembangunan yang berkelanjutan memainkan peran kunci dalam memberikan kontribusi bagi mitigasi dan persiapan masyarakat untuk secara efektif menghadapi bencana alam. Ketika bencana alam terjadi, pihak yang terlibat dalam penanggulangan bencana alam terlibat dalam fase respon cepat dan pemulihan jangka panjang.

Empat fase manajemen bencana alam yang digambarkan di sini tidak selalu dilaksanakan dalam urutan yang tetap. Seringkali fase dalam siklus ini tumpang tindih dan lamanya setiap tahap sangat tergantung pada tingkat keparahan bencana alam.

  • Mitigasi – Meminimalisir dampak dari bencana alam. Contoh: standar bangunan dan zonasi rawan bencana alam; analisis kerentanan; edukasi publik.
  • Kesiapsiagaan – Perencanaan menanggapi datangnya bencana alam. Contoh: rencana kesiapsiagaan; pelatihan kondisi darurat; perdiksi dan sistem peringatan dini.
  • Tanggap darurat – Upaya untuk meminimalkan bahaya yang diciptakan oleh bencana alam. Contoh: pencarian dan penyelamatan; bantuan darurat.
  • Pemulihan – Normalisasi kehidupan masyarakat. Contoh: perumahan sementara; hibah; perawatan medis.

Demikianlah cara khilafah menangani bencana. Maka hukum siapakah yang lebih baik selain hukum Islam. Saatnya kembali pada Allah, saatnya terapkan syariat Islam kaffah.Wallahu a’lam bisshowab.

COMMENTS

Name

afkar,5,agama bahai,1,Agraria,2,ahok,2,Analysis,50,aqidah,9,artikel,13,bedah buku,1,bencana,23,berita,49,berita terkini,228,Breaking News,8,Buletin al-Islam,13,Buletin kaffah,54,catatan,5,cek fakta,2,Corona,122,curang,1,Dakwah,42,demokrasi,52,Editorial,4,Ekonomi,186,fikrah,6,Fiqih,16,fokus,3,Geopolitik,7,gerakan,5,Hukum,90,ibroh,17,Ideologi,68,Indonesia,1,info HTI,10,informasi,1,inspirasi,32,Internasional,3,islam,192,Kapitalisme,23,keamanan,8,keluarga,50,Keluarga Ideologis,2,kesehatan,83,ketahanan,2,khi,1,Khilafah,289,khutbah jum'at,3,Kitab,3,klarifikasi,4,Komentar,76,komunisme,2,konspirasi,1,kontra opini,28,korupsi,40,Kriminal,1,Legal Opini,17,liberal,2,lockdown,24,luar negeri,47,mahasiswa,3,Medsos,5,migas,1,militer,1,Motivasi,3,muhasabah,17,Musibah,4,Muslimah,87,Nafsiyah,9,Nasihat,9,Nasional,2,Nasjo,12,ngaji,1,Opini,3555,opini islam,87,Opini Netizen,1,Opini Tokoh,102,ormas,4,Otomotif,1,Pandemi,4,parenting,4,Pemberdayaan,1,pemikiran,19,Pendidikan,112,Peradaban,1,Peristiwa,12,pertahanan,1,pertanian,2,politik,320,Politik Islam,14,Politik khilafah,1,propaganda,5,Ramadhan,5,Redaksi,3,remaja,7,Renungan,5,Review Buku,5,rohingya,1,Sains,3,santai sejenak,2,sejarah,70,Sekularisme,5,Sepiritual,1,skandal,3,Sorotan,1,sosial,66,Sosok,1,Surat Pembaca,1,syarah hadits,8,Syarah Kitab,1,Syari'ah,45,Tadabbur al-Qur’an,1,tahun baru,2,Tarikh,2,Tekhnologi,2,Teladan,7,timur tengah,32,tokoh,49,Tren Opini Channel,3,tsaqofah,6,tulisan,5,ulama,5,Ultimatum,7,video,1,
ltr
item
Tren Opini: Gempa Cianjur, Duka yang Minim Penanganan
Gempa Cianjur, Duka yang Minim Penanganan
Penanganan gempa cara islam
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj83L7Oq7JXS8OKZn-9RoKcekHG3-Ow4c1A35JWGQ1eLH1iusOzWQgMogukKV9hZhvLaz0yyjPeD4cy5szxs9b-1kIhHe94g-JUz6VvpjMB-Kh4nQkpcJvqwP279siBNw6JLCPmdpt6hldDSZRi_b74GreFfTfOR5GEE48ntq-XHa8uGoC-EjBdWykr/s16000/20221129_100249_0000_compress40.webp
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj83L7Oq7JXS8OKZn-9RoKcekHG3-Ow4c1A35JWGQ1eLH1iusOzWQgMogukKV9hZhvLaz0yyjPeD4cy5szxs9b-1kIhHe94g-JUz6VvpjMB-Kh4nQkpcJvqwP279siBNw6JLCPmdpt6hldDSZRi_b74GreFfTfOR5GEE48ntq-XHa8uGoC-EjBdWykr/s72-c/20221129_100249_0000_compress40.webp
Tren Opini
https://www.trenopini.com/2022/11/gempa-cianjur-duka-yang-minim-penanganan.html
https://www.trenopini.com/
https://www.trenopini.com/
https://www.trenopini.com/2022/11/gempa-cianjur-duka-yang-minim-penanganan.html
true
6964008929711366424
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share. STEP 2: Click the link you shared to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy