Dana Abadi Pendidikan, Mampukah Menyejahterakan?

Dana abadi pendidikan

Dana Abadi Pendidikan, Mampukah Menyejahterakan?

Oleh: Anica Wildasari (Mahasiswa USN Kolaka)

Pendidikan adalah salah satu jalan pembuka untuk menuju perubahan, namun apakah dengan adanya Dana Abadi Pendidikan Perguruan Tinggi yang diluncurkan oleh Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) dapat menjamin pendidikan berkeadilan dengan model pembiayaannya ala kapitalis?

Dilansir dari Beritasatu.com, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Anwar Makarim meluncurkan Merdeka Belajar ke-21: Dana Abadi Perguruan Tinggi, di Kantor Kemendikbudristek, yang disiarkan secara daring, Senin (27/06/2022).

Dalam hal ini, Dana Abadi Pendidikan yang diselenggarakan Kemendikbudristek mengalokasikan pendanaan menjadi tiga periode: Periode pertama yaitu 2 Juni hingga 31 Desembar 2022 dengan total dana Rp 445 miliar. Peride kedua yaitu 1 Januari 2023 hingga 31 Desember 2023 dengan total dana Rp 350 miliar. Periode ketiga yaitu 1 Januari 2024 hingga 31 Desember 2024 dengan total dana Rp 500 miliar.

Nadiem menegaskan, daya saing perguruan tinggi Indonesia dalam kancah persaingan global merupakan salah satu indikator pencapaian Rencana Strategis (Renstra) Kemendikbudristek pada periode 2020/2024. Nadiem juga mengatakan, sebagai wujud komitmen dalam mengakselerasi kualitas pendidikan tinggi, sehingga Kemendikbudristek bekerja sama dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) untuk meluncurkan Merdeka Belajar Episode ke-21: Dana Abadi Perguruan Tinggi.

Akar Masalah Pendidikan Kapitalisme

Pendidikan adalah hal terpenting dalam kehidupan manusia. Melalui pendidikan dapat mengasah kemampuan seseorang untuk menyelesaiakan segala hal. Akan tetapi, seperti yang kita ketahui bahwa pendidikan di era kapitalisme tidaklah mudah, dengan segala kebijakan pemerintah yang mengatasnamakan sudah menjamin biaya pendidikan nyata tak sepenuhnya memberi jaminan, sebab pemerintah memberikan biaya pendidikan hanya sebatas bantuan dana Uang Kuliah Tunggal (UKT) atau beasiswa lainnya, selebihnya pemerintah berlepas tangan dan menyerahkan dana tersebut kepada rakyat sehingga biaya lainnya menambah beban hidup. Di samping itu, pendidikan diserahkan pada peran swasta hingga menggadaikan kepentingan negara dan publik serta membiarkan sektor pendidikan melayani kepentingan korporasi.

Pada umumnya, pendidikan swasta dalam sistem kapitalisme hanya mengejar keuntungan semata. Peran negara sebagai pelayan rakyat harus bertanggung jawab penuh dalam ranah pendidikan, karena pendidikan merupakan sarana utama dalam membentuk perubahan. Sehingga tanggung jawab negara wajib melayani tanpa memandang perbedaan kelas ekonomi.

Dana Abadi Pendidikan yang diluncurkan Kemendikbudristek dan bekerja sama dengan LPDP adalah model pembiayaan pendidikan ala kapitalis yang jaminannya hanya sebatas di ruang publik, tidak sepenuhnya dijamin. Faktanya, banyak anak bangsa yang ingin melanjutkan perguruan tinggi, tetapi terkendala pada biaya masuk yang mahal dan sulitnya kepengurusan untuk memperoleh beasiswa. Kebijakan pemerintah dalam mengeluarkan beasiswa hanya dijadikan sebagai alat jaminan saja bahwa pemerintah telah memberikan biaya pendidikan secara gratis kepada anak bangsa.

Perbedaan kelas ekonomi di sistem kapitalisme sangat terlihat jelas, seperti yang kaya dan yang kurang mampu. Seseorang yang kaya sudah pasti mudah mendapatkan perguruan tinggi favorit, sedangkan keluarga kurang mampu yang ingin menyekolahkan anaknya masuk ke dalam perguruan tinggi, sekalipun melalui beasiswa tetap saja mendapat perlakuan yang berbeda dengan yang memiliki kelebihan finansial.

Sistem pendidikan kapitalisme hanya menjadi fasilitator sementara, karena sistem kapitalisme adalah sistem yang dimana yang kaya semakin kaya dan yang miskin akan semakin miskin. Sebagaimana hal ini menurut Karl Marx menyatakan bahwa sistem kapitalisme adalah sebuah sistem dimana harga barang dan kebijakan pasar ditentukan oleh para pemilik modal untuk meraup keuntungan yang sebasar-besarnya. Dalam sistem kapitalis ini, pemerintah hanya mementingkan keuntungan para pemilik modal atau kepentingan-kepentingan pribadi.

Oleh sebab itu, penerapan sistem kapitalisme memberikan dampak buruk bagi negara. Salah satunya, mahalnya biaya pendidikan dan hilangnya peran negara sebagai pelayan rakyat. Sehingga menyebabkan tidak semua rakyat mampu menempuh pendidikan, bagi rakyat yang kurang mampu akan merasa kesulitan.

Islam Menjamin Pendidikan Terbaik

Hal ini sangat berbeda dengan pendidikan di sistem islam, pendidikan pada masa sistem Islam sangat terjamin dan terjangkau, serta menciptakan generasi yang ahli dalam bidangnya. Kebutuhan pendidikan dalam sistem Islam baik sarana maupun prasarana wajib terpenuhi. Pembiayaan pendidikan secara gratis bagi yang kurang mampu sudah menjadi tanggungjawab seorang khalifah (pemimpin).

Sebagimana dalam hadist dinyatakan, “Seorang imam (Khalifah/kepala negara) adalah pemelihara dan pengatur urusan rakyat dan ia akan dimintai pertanggung jawaban atas urusan rakyatnya.” (HR AL-Bukhari)

Negara tidak boleh menyerahkan urusan pendidikan bergantung kepada swasta dan negara tidak boleh berlepas tanggung jawab, karena negara bertanggung jawab penuh memberikan pelayanan kepada rakyat. Dalam Islam, seorang khalifah (pemimpin) bertanggungjawab mengatur anggaran secara terpusat dengan mekanisme pembiayaan yang dikelola Baitul mal. Negara juga mengatur sumber-sumber pemasukan kas negara dan pengelolaannya mengikuti mekanisme pengelolaan syariat Islam, sehingga mampu memenuhi seluruh kebutuhan pendidikan.

Pendidikan di era kejayaan Islam benar terjadi pada masanya. Sejarah peradaban emas umat Islam yang tegak selama belasan abad menjadi bukti terbaik dari kesuksesan sistem pendidikan Islam. Oleh sebab itu, kembalilah pada sistem yang benar, shohih agar tercipta keberkahan serta terwujudnya keadilan bagi seluruh rakyat. Sebagaiman Allah Swt. berfirman, (artinya) “Jikaulah sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah kami akan melimpahkan kepada mereka suatu berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan ayat-ayat kami itu, maka kami siksa mereka disebabkan perbuatannya”. (QS AL-A’raaf [7]: 96).

Hal ini akan terjadi hanya di dalam sistem Islam yakni negara khilafah dengan menerapkan seluruh syariat Islam yang tunduk pada aturan Allah Swt. Ketakutan seorang khalifah dalam mengurusi urusan rakyat sangat besar, takut tidak bisa dipertanggungjawabkan di hadapan Allah kelak. Walahu’alaam.

COMMENTS

Name

afkar,5,agama bahai,1,Agraria,2,ahok,2,Analysis,50,aqidah,9,artikel,13,bedah buku,1,bencana,23,berita,49,berita terkini,228,Breaking News,8,Buletin al-Islam,13,Buletin kaffah,54,catatan,5,cek fakta,2,Corona,122,curang,1,Dakwah,42,demokrasi,52,Editorial,4,Ekonomi,186,fikrah,6,Fiqih,16,fokus,3,Geopolitik,7,gerakan,5,Hukum,90,ibroh,17,Ideologi,68,Indonesia,1,info HTI,10,informasi,1,inspirasi,32,Internasional,3,islam,192,Kapitalisme,23,keamanan,8,keluarga,51,Keluarga Ideologis,2,kesehatan,83,ketahanan,2,khi,1,Khilafah,289,khutbah jum'at,3,Kitab,3,klarifikasi,4,Komentar,76,komunisme,2,konspirasi,1,kontra opini,28,korupsi,40,Kriminal,1,Legal Opini,17,liberal,2,lockdown,24,luar negeri,47,mahasiswa,3,Medsos,5,migas,1,militer,1,Motivasi,3,muhasabah,17,Musibah,4,Muslimah,87,Nafsiyah,9,Nasihat,9,Nasional,2,Nasjo,12,ngaji,1,Opini,3556,opini islam,87,Opini Netizen,1,Opini Tokoh,102,ormas,4,Otomotif,1,Pandemi,4,parenting,4,Pemberdayaan,1,pemikiran,19,Pendidikan,112,Peradaban,1,Peristiwa,12,pertahanan,1,pertanian,2,politik,320,Politik Islam,14,Politik khilafah,1,propaganda,5,Ramadhan,5,Redaksi,3,remaja,7,Renungan,5,Review Buku,5,rohingya,1,Sains,3,santai sejenak,2,sejarah,70,Sekularisme,5,Sepiritual,1,skandal,3,Sorotan,1,sosial,66,Sosok,1,Surat Pembaca,1,syarah hadits,8,Syarah Kitab,1,Syari'ah,45,Tadabbur al-Qur’an,1,tahun baru,2,Tarikh,2,Tekhnologi,2,Teladan,7,timur tengah,32,tokoh,49,Tren Opini Channel,3,tsaqofah,6,tulisan,5,ulama,5,Ultimatum,7,video,1,
ltr
item
Tren Opini: Dana Abadi Pendidikan, Mampukah Menyejahterakan?
Dana Abadi Pendidikan, Mampukah Menyejahterakan?
Dana abadi pendidikan
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi2EtorNn5bPS6DSK6ebq1EiZ3rI67Y4OKwSEyKsGfjfTchMVrEOQoxyApq9AVo60xs8mWLap_DdyUKk2I8G3PzNn7npNUur6UqF8x8AmtzY3_NRc4ohPgZEAxS52hA77xYPLKHpy4P0pJFHqZHWgCsg09-kqq8xkX3Xkc5OPrxvjhDL5y4P0yVvSL8/s16000/PicsArt_07-18-11.54.16_compress4.webp
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi2EtorNn5bPS6DSK6ebq1EiZ3rI67Y4OKwSEyKsGfjfTchMVrEOQoxyApq9AVo60xs8mWLap_DdyUKk2I8G3PzNn7npNUur6UqF8x8AmtzY3_NRc4ohPgZEAxS52hA77xYPLKHpy4P0pJFHqZHWgCsg09-kqq8xkX3Xkc5OPrxvjhDL5y4P0yVvSL8/s72-c/PicsArt_07-18-11.54.16_compress4.webp
Tren Opini
https://www.trenopini.com/2022/07/dana-abadi-pendidikan-mampukah.html
https://www.trenopini.com/
https://www.trenopini.com/
https://www.trenopini.com/2022/07/dana-abadi-pendidikan-mampukah.html
true
6964008929711366424
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share. STEP 2: Click the link you shared to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy