MARAKNYA KEKERASAN ANTAR REMAJA, POTRET BURUK SISTEM SEKULER

potret buram sistem sekuler

potret buram sistem sekuler

Oleh : Gita Agustiana, S.Pd (Aktivis Perubahan)

Bulan ramadhan adalah bulan yang mulia. Di bulan suci Ramadhan, umat Islam dianjurkan untuk banyak beribadah kepada Allah dan mengisinya dengan amal-amal kebaikan. Ironisnya di bulan ramadhan kali ini, kita dikejutkan dengan berbagai kasus kekerasan yang dilakukan oleh kalangan remaja hingga merenggut nyawa.

Dilansir dari Liputan6.com, Seorang siswa SMA di Yogyakarta dikatakan menjadi korban klitih hingga meninggal dunia pada Minggu dini hari (3/4/2022). Fenomena klitih pun kini telah menjadi hal yang meresahkan bagi masyarakat Yogyakarta dan wisatawan yang berkunjung. Klitih sebelumnya dimaknai sebagai kegiatan untuk jalan-jalan ataupun keliling kota tanpa tujuan yang jelas untuk mengisi waktu luang. Namun,belakangan ini berubah sebagai aksi kekerasan jalanan dengan menyasar pengendara motor.

Kasus lain dengan motif tawuran perang sarung terjadi di Jalan Raya Tambun Utara, Desa Sriamur, Kecamatan Tambun Utara, yang mengakibatkan satu korban DS (14) meninggal dunia pada Selasa (5/4/2022) dini hari. Kepolisian Resor Metropolitan Bekasi telah mengamankan 4 orang, 2 dari 4 orang itu sudah ditetapkan menjadi tersangka.

Sebetulnya aksi kekerasan yang dilakukan remaja sudah terjadi berkali-kali. fenomena tersebut bukan lagi kebetulan atau kesalahan individu, melainkan kesalahan sistemis yang harus ketemu akar permasalahannya.

Untuk meminimalisir aksi kekerasan remaja, pemerintah telah menetapkan peraturan dalam pasal 71 Undang-undang No 11 Tahun 2012. selain itu juga memberikan sanksi pelaku dan mengeluarkan larangan aktifitas di jalan. Namun, ternyata upaya-upaya tersebut tidak cukup mampu untuk menangkal kekerasan remaja yang kian meresahkan.

Adapun yang melatarbelakangi aksi ini hanya karena hal-hal sepele saja. Seperti, dendam, saling ejek, ketegangan atar wilayah atu kelompok dan lain-lain. Pertanyaannya, apa yang sesungguhnya terjadi pada remaja kita?

Tidak ada sebab tanpa akibat. Tawuran, klitih atau aksi kekerasan lainnya hanyalah akibat dari sebab. Penyebabnya ada dua, yaitu faktor internal dan eksternal.

Faktor internal adalah hilangnya identitas hakiki diri remaja. Sekarang kita hidup pada arus sistem sekuler yang menjauhkan umat muslim dari agamanya. Adanya sistem ini telah mampu mengikis identitas dan jati diri remaja sebagai hamba Allah. Mereka memandang kehidupan seakan sekadar tempat bersenang-senang. Akidah sekuler yang menjauhkan remaja dari aturan agama menjadikan mereka terombang-ambing dan terbawa arus. Jadilah remaja kita nirakhlak, gemar bermaksiat, dan berperangai buruk.

Adapun faktor eksternal terbagi menjadi tiga aspek, yaitu keluarga, lingkungan, dan negara. Faktor keluarga ialah paradigma kedua orang tua dalam mendidik anak-anak mereka. Jika paradigmanya adalah sekuler kapitalistik, anak-anak akan tumbuh menjadi generasi sekuler yang hanya berorientasi pada kesuksesan duniawi.

Memang, masa remaja adalah masa paling krusial. Mereka mengalami transisi dari fase anak-anak menuju dewasa. Pada masa inilah peran orang tua sangat mereka butuhkan untuk membimbing dan membina mereka menjadi berkepribadian mulia. Ini agar para remaja tidak mudah terbawa arus sekularisasi dan liberalisasi yang tengah gencar menyasar generasi.

Faktor lingkungan juga sangat memengaruhi pembentukan kepribadian generasi. Rumah dan sekolah merupakan lingkungan tempat generasi menjalani kehidupan sosial mereka. Jika kedua lingkungan ini tidak mendukung, bisa menyebabkan berbagai pengaruh negatif pada perkembangan anak-anak.

Lingkungan adalah tempat anak-anak tumbuh dan berkembang. Jika masyarakat hidup dalam lingkungan sekuler, agama tidak lagi menjadu pedoman hidup secara mutlak. Islam tidak lagi menjadi standar dalam menilai perbuatan. Akibatnya, pergaulan remaja menjadi bebas nilai. Gaya hidup liberal dan hedonis telah merusak kehidupan remaja. Bahkan, bisa merenggut masa depan mereka, seperti zina, hamil di luar nikah, hingga aborsi.

Sedangkan faktor negara ialah penerapan kurikulum dan sistem pendidikan. Tugas negara adalah menciptakan suasana takwa pada setiap individu. Negara berkewajiban melindungi generasi dari paparan ideologi sekuler kapitalisme yang merusak kepribadian mereka.

Negara juga berkewajiban menyaring dan mencegah tontonan yang tidak mendidik. Salah satu penyebab remaja kita mengalami krisis moral juga karena tontonan yang tidak menuntun, seperti konten porno atau tayangan yang mengajarkan nilai-nilai liberal.

Oleh karenanya, untuk menghasilkan generasi unggul, cerdas, dan bertakwa, tidak cukup mengurai masalah cabang saja. Sementara, akar masalahnya—kapitalisme—masih diterapkan.

Sudah selayaknya kapitalisme ini dibuang dan diganti dengan sistem mulia Itulah Khilafah Islam yang berdiri kokoh selama 14 abad silam. Khilafah mampu mencetak generasi tangguh, berakhlak mulia serta berkontibusi untuk kemaslahatan umat dan negara.

Salah satu potret pemuda Islam terdahulu yang namanya begitu terngiang hingga saat ini yaitu sang penakluk konstatinopel, Muhammad Al Fatih. Beliau diangkat menjadi sultan di usianya yang masih belia. Begitu pula kisah Zaid bin Tsabit, di usianya yang baru 13 tahun sudah mampu berjihad dengan gagah berani. Beliau juga diperintahkan untuk mengumpulkan Al-Quran di usia 21 tahun. Pun Keimanan para sahabat juga terlihat ketika tetap melakukan jihad di Perang Badar dan Fathu Makkah walaupun dalam kondisi puasa bulan ramdhan.

Maka hanya Sistem Islam akan mengantarkan generasi pada gerbang kemuliaan di dunia maupun akhirat. Landasan pembangunan generasi akan bertumpu pada ideologi Islam, termasuk landasan dalam sistem pendidikan dan semua sistem yang berkelindan di dalamnya. Suprasistem Islam akan bersungguh-sungguh melahirkan generasi pemimpin peradaban dengan menjadikan pendidikan sebagai kebutuhan pokok bagi setiap anak umat. Output pendidikan Islam akan menghasilkan generasi bersyaksiyyah Islam yang memahami visi misi hidupnya sebagai hamba Allah serta perannya sebagai khalifah yang memakmurkan bumi.

COMMENTS

Name

afkar,5,agama bahai,1,Agraria,2,ahok,2,Analysis,50,aqidah,9,artikel,13,bedah buku,1,bencana,23,berita,49,berita terkini,228,Breaking News,8,Buletin al-Islam,13,Buletin kaffah,54,catatan,5,cek fakta,2,Corona,122,curang,1,Dakwah,42,demokrasi,52,Editorial,4,Ekonomi,186,fikrah,6,Fiqih,16,fokus,3,Geopolitik,7,gerakan,5,Hukum,90,ibroh,17,Ideologi,68,Indonesia,1,info HTI,10,informasi,1,inspirasi,32,Internasional,3,islam,192,Kapitalisme,23,keamanan,8,keluarga,51,Keluarga Ideologis,2,kesehatan,83,ketahanan,2,khi,1,Khilafah,289,khutbah jum'at,3,Kitab,3,klarifikasi,4,Komentar,76,komunisme,2,konspirasi,1,kontra opini,28,korupsi,40,Kriminal,1,Legal Opini,17,liberal,2,lockdown,24,luar negeri,47,mahasiswa,3,Medsos,5,migas,1,militer,1,Motivasi,3,muhasabah,17,Musibah,4,Muslimah,87,Nafsiyah,9,Nasihat,9,Nasional,2,Nasjo,12,ngaji,1,Opini,3556,opini islam,87,Opini Netizen,1,Opini Tokoh,102,ormas,4,Otomotif,1,Pandemi,4,parenting,4,Pemberdayaan,1,pemikiran,19,Pendidikan,112,Peradaban,1,Peristiwa,12,pertahanan,1,pertanian,2,politik,320,Politik Islam,14,Politik khilafah,1,propaganda,5,Ramadhan,5,Redaksi,3,remaja,7,Renungan,5,Review Buku,5,rohingya,1,Sains,3,santai sejenak,2,sejarah,70,Sekularisme,5,Sepiritual,1,skandal,3,Sorotan,1,sosial,66,Sosok,1,Surat Pembaca,1,syarah hadits,8,Syarah Kitab,1,Syari'ah,45,Tadabbur al-Qur’an,1,tahun baru,2,Tarikh,2,Tekhnologi,2,Teladan,7,timur tengah,32,tokoh,49,Tren Opini Channel,3,tsaqofah,6,tulisan,5,ulama,5,Ultimatum,7,video,1,
ltr
item
Tren Opini: MARAKNYA KEKERASAN ANTAR REMAJA, POTRET BURUK SISTEM SEKULER
MARAKNYA KEKERASAN ANTAR REMAJA, POTRET BURUK SISTEM SEKULER
potret buram sistem sekuler
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiHx7rFAzVw2bGNFhXlNB1YWXcNE-X3LTfjQftgmqUUAFG0I11Ui9-L34Jk3-SWwHFi0lEF3qwH1SHsatfRNZFHoFm5cupcKSCJ2pMTHBxoDN3BezZ12-vvgGmOq9XcHRybbFA8j5f46uWktDHfdR3tsfvdXuZVC7HRbtuaMiRwk1IQZivEup4dJkX1/s16000/PicsArt_04-19-10.54.37_compress98.webp
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiHx7rFAzVw2bGNFhXlNB1YWXcNE-X3LTfjQftgmqUUAFG0I11Ui9-L34Jk3-SWwHFi0lEF3qwH1SHsatfRNZFHoFm5cupcKSCJ2pMTHBxoDN3BezZ12-vvgGmOq9XcHRybbFA8j5f46uWktDHfdR3tsfvdXuZVC7HRbtuaMiRwk1IQZivEup4dJkX1/s72-c/PicsArt_04-19-10.54.37_compress98.webp
Tren Opini
https://www.trenopini.com/2022/04/maraknya-kekerasan-antar-remaja-potret.html
https://www.trenopini.com/
https://www.trenopini.com/
https://www.trenopini.com/2022/04/maraknya-kekerasan-antar-remaja-potret.html
true
6964008929711366424
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share. STEP 2: Click the link you shared to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy