Isu Radikal Mengalihkan Salah Urus Hajat Rakyat

problematika indonesia

Radikalisme dan pengurusan rakyat

Oleh Hanin Syahidah

Presiden Joko Widodo mengingatkan TNI dan Polri agar jangan sampai disusupi penceramah radikal dalam kegiatan beragama. Menurut Jokowi jangan sampai dengan mengatasnamakan demokrasi lantas mengundang penceramah radikal. (kompas.com, 2/3/2022). Presiden menyampaikannya dalam rapat pimpinan TNI/POLRI. Namun, statement itu langsung viral dan menjadi bahan perbincangan publik, termasuk MUI juga meminta penjelasan lengkap indikasi radikal itu (suara.com, 6/3/2022).

Dilansir detikNews (5/3/2022) Direktur Pencegahan BNPT, Brigjen Ahmad Nurwakhid langsung mengeluarkan ciri-ciri yang dimaksud dalam kriteria penceramah radikal itu, antara lain: Pertama, mengajarkan ajaran yang anti-Pancasila dan pro-ideologi khilafah transnasional. Kedua, mengajarkan paham takfiri, yang mengkafirkan pihak lain yang berbeda paham maupun berbeda agama. Ketiga, menanamkan sikap antipemimpin atau pemerintahan yang sah, dengan membenci dan membangun ketidakpercayaan (distrust) masyarakat terhadap pemerintahan maupun negara melalui propaganda fitnah, adu domba, ujaran kebencian (hate speech), dan menyebarkan berita bohong (hoax). Keempat, memiliki sikap eksklusif terhadap lingkungan maupun perubahan serta intoleransi terhadap perbedaan maupun keragaman (pluralitas). Kelima, biasanya memiliki pandangan antibudaya ataupun antikearifaan lokal keagamaan.

Ciri-ciri yang disampaikan seolah menjadi sapu jagat. Siapa saja pihak yang memberikan kritik kepada pemerintah dalam ceramahnya bisa dengan mudah distigma menjadi radikalis, akhirnya muncul sikap antikritik dalam diri penguasa dan sikap saling curiga-mencurigai dalam masyarakat. Padahal bisa saja penceramah itu hendak memberikan perbaikan dan pencerahan di tengah umat karena perintah dalam Islam yakni amar makruf nahi munkar, mengurai segala bentuk kezaliman yang terjadi di negeri ini.

Isu radikalisme yang tidak ada fakta konkret dan cenderung hanya tuduhan sepihak ini seolah hanya untuk mengalihkan berbagai permasalahan yang jelas-jelas tampak terjadi dan terindra di negeri ini. Diantaranya adalah KKB di Papua yang semakin mengkhawatirkan, selain menyerang TNI dan Polisi, terbaru 8 pekerja PT Palaparing Timur Telematika (PTT) dibantai dan tewas di tempat. Padahal posisi kedelapan pekerja sipil itu diserang ketika mereka memperbaiki menara Telkomsel.

Belum lagi, kelangkaan minyak goreng, harga elpiji nonsubsidi yang meroket, cabai mulai naik, setelah tempe tahu sempat menghilang. Disusul harga daging naik, harga ayam yang mulai naik dari peternaknya, korupsi semakin menjadi. Salah satunya heboh bocor dana BPJS ketenagakerjaan 3,1 M untuk anggaran golf, padahal itu hak kaum buruh. Wacana pelunasan BPJS sebagai syarat pengurusan surat-surat kependudukan, padahal kondisi kehidupan rakyat serba sulit saat ini. Kondisi pandemi masih terjadi, kemiskinan tinggi, pengangguran tinggi, kriminalitas terus meningkat.

Fakta-fakta itu seolah tidak lebih berbahaya dari radikalisme. Sehingga lagi-lagi radikalisme terus menjadi kambing hitam terhadap carut marutnya masalah di negeri ini. Miris memang, hajat rakyat dan kesejahteraannya yang seharusnya menjadi fokus penanganan dan perhatian pejabat di negeri ini malah teralihkan dengan isu radikalisme dari banyak lini, seolah masalah bangsa ini hanya radikalisme.

Jika diperhatikan dengan seksama, stigma radikalisme ternyata tidak hanya muncul sekarang. Dulu masa penjajahan Belanda, mereka juga menyematkan istilah radikalis dan fundamentalis kepada para aktivis perjuangan saat itu. Karena Belanda tahu mereka-lah yang nanti akan bisa membongkar dan menggulingkan kekuasaan mereka di negeri kaya ini.

Mr. Hamid Algadri yang banyak menulis tentang keturunan Arab di Indonesia menyebutkan tidak sedikit keturunan Arab yang terlibat dalam perjuangan melawan Belanda di berbagai daerah. Mereka yang tidak mau tunduk kepada kebijakan Belanda dicap sebagai radikalis. Sebelum 1908 Boedi Oetomo berdiri, maka tahun 1901 telah berdiri organisasi Islam modern pertama di Indonesia, Jamiat Kheir. Pendirinya antara lain Sayed Ali bin Ahmad Shahab, kelahiran Pekojan, tempat sekolah itu pertama kali didirikan. Kelahiran Jamiat Kheir mendapat simpati dari tokoh-tokoh nasional seperti HOS Tjokroaminoto (Syarikat Islam) dan KH Ahmad Dahlan (Muhammadiyah). (Republika.co.id, 18/10/2017). Belum lagi pejuang-pejuang yang pernah ada sebelumnya, seperti Sultan Hasanuddin, Tuanku Imam Bonjol dan Pangeran Diponegoro Mereka semua dianggap kelompok radikalis fundamentalis kala itu.

Maka, terkadang sikap kritis terhadap sebuah kebijakan demi untuk kemaslahatan rakyat, dan perintah amar makruf nahi munkar seringkali disalahartikan dengan bentuk pembangkangan, antipati dan hal buruk lainnya. Padahal, bisa jadi itu kritikan untuk memperbaiki kondisi kehidupan yang kacau saat ini. Seharusnya jika memang menginginkan kebaikan maka ada ranah diskusi dan pembahasan bersama. Bukan hanya justifikasi dan framing buruk di tengah-tengah umat. Seolah radikalisme menjadi "alat gebuk" bagi para pendakwah Islam yang ingin menyeru kebaikan kepada umat manusia.

Namun bagaimanapun penentangan manusia, kebenaran pasti akan menemukan jalannya sendiri. Meskipun berbagai intimidasi terjadi dalam perjuangan para ulama' untuk terus meluruskan akidah dan langkah umat ini agar tetap dalam koridor aturan Allah Swt dan lepas dari kezaliman hukum manusia. Karena kemenangan agama Allah itu adalah janji Allah yang pasti terjadi, tidak peduli manusia itu suka atau tidak, dan mereka berupaya sekuat apapun menghalanginya, kebenaran tetap akan menang. Firman Allah yang artinya “Dan katakanlah, ‘Kebenaran telah datang dan yang batil telah lenyap. Sungguh, yang batil itu pasti lenyap." (terjemah QS. Al Israa [17]: 81).
Wallahu a'lam bi ash-shawwab.

COMMENTS

Name

afkar,5,agama bahai,1,Agraria,2,ahok,2,Analysis,50,aqidah,9,artikel,13,bedah buku,1,bencana,23,berita,49,berita terkini,228,Breaking News,8,Buletin al-Islam,13,Buletin kaffah,54,catatan,5,cek fakta,2,Corona,122,curang,1,Dakwah,42,demokrasi,52,Editorial,4,Ekonomi,186,fikrah,6,Fiqih,16,fokus,3,Geopolitik,7,gerakan,5,Hukum,90,ibroh,17,Ideologi,68,Indonesia,1,info HTI,10,informasi,1,inspirasi,32,Internasional,3,islam,192,Kapitalisme,23,keamanan,8,keluarga,51,Keluarga Ideologis,2,kesehatan,83,ketahanan,2,khi,1,Khilafah,289,khutbah jum'at,3,Kitab,3,klarifikasi,4,Komentar,76,komunisme,2,konspirasi,1,kontra opini,28,korupsi,40,Kriminal,1,Legal Opini,17,liberal,2,lockdown,24,luar negeri,47,mahasiswa,3,Medsos,5,migas,1,militer,1,Motivasi,3,muhasabah,17,Musibah,4,Muslimah,87,Nafsiyah,9,Nasihat,9,Nasional,2,Nasjo,12,ngaji,1,Opini,3556,opini islam,87,Opini Netizen,1,Opini Tokoh,102,ormas,4,Otomotif,1,Pandemi,4,parenting,4,Pemberdayaan,1,pemikiran,19,Pendidikan,112,Peradaban,1,Peristiwa,12,pertahanan,1,pertanian,2,politik,320,Politik Islam,14,Politik khilafah,1,propaganda,5,Ramadhan,5,Redaksi,3,remaja,7,Renungan,5,Review Buku,5,rohingya,1,Sains,3,santai sejenak,2,sejarah,70,Sekularisme,5,Sepiritual,1,skandal,3,Sorotan,1,sosial,66,Sosok,1,Surat Pembaca,1,syarah hadits,8,Syarah Kitab,1,Syari'ah,45,Tadabbur al-Qur’an,1,tahun baru,2,Tarikh,2,Tekhnologi,2,Teladan,7,timur tengah,32,tokoh,49,Tren Opini Channel,3,tsaqofah,6,tulisan,5,ulama,5,Ultimatum,7,video,1,
ltr
item
Tren Opini: Isu Radikal Mengalihkan Salah Urus Hajat Rakyat
Isu Radikal Mengalihkan Salah Urus Hajat Rakyat
problematika indonesia
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjpx0an-Y5OoXV7uKL2oUxLhXVm-P-AcKy9num13qPH2bR8MmdU6e8JCgvRcRm8UQCaWP1HgPo1f5tN_DozkpfLWibayoSrNoq-BAFjmbZBMTdueJOFq6vkh_9mAaLkoF2YpyKuYePO3Xdmp-o2QsB4aXHv7Wei6oXFeeWzpCMcrZ9mg-gGDYA_6qnQ/s16000/PicsArt_03-27-10.00.31_compress82.webp
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjpx0an-Y5OoXV7uKL2oUxLhXVm-P-AcKy9num13qPH2bR8MmdU6e8JCgvRcRm8UQCaWP1HgPo1f5tN_DozkpfLWibayoSrNoq-BAFjmbZBMTdueJOFq6vkh_9mAaLkoF2YpyKuYePO3Xdmp-o2QsB4aXHv7Wei6oXFeeWzpCMcrZ9mg-gGDYA_6qnQ/s72-c/PicsArt_03-27-10.00.31_compress82.webp
Tren Opini
https://www.trenopini.com/2022/03/isu-radikal-mengalihkan-salah-urus.html
https://www.trenopini.com/
https://www.trenopini.com/
https://www.trenopini.com/2022/03/isu-radikal-mengalihkan-salah-urus.html
true
6964008929711366424
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share. STEP 2: Click the link you shared to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy