Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Limbah Medis Covid-19, Perlu Penanganan Tuntas

Pandemi masih menghantui warga dunia, termasuk di Indonesia. Terlebih beberapa bulan ini, Indonesia sedang mengalami pandemi gelombang 2. Dimana ada virus corona varian jenis baru di negeri tercinta ini yang membuat hampir semua orang kelabakan dalam menghadapinya. Terlebih banyak orang yang terkonfirmasi positif sampai para tenaga kesehatan kewalahan untuk menanganinya.

Oleh: Ayu Susanti, S.Pd

Pandemi masih menghantui warga dunia, termasuk di Indonesia. Terlebih beberapa bulan ini, Indonesia sedang mengalami pandemi gelombang 2. Dimana ada virus corona varian jenis baru di negeri tercinta ini yang membuat hampir semua orang kelabakan dalam menghadapinya. Terlebih banyak orang yang terkonfirmasi positif sampai para tenaga kesehatan kewalahan untuk menanganinya.

Di samping itu, masalah pandemi ini tidak hanya terbatas pada banyaknya orang yang terkonfirmasi positif, namun ada masalah lain yakni banyaknya limbah medis yang masih belum bisa diselesaikan dengan optimal.

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya Bakar, melaporkan limbah medis terkait Covid-19, mencapai 18.460 ton hingga Selasa (27/7). Presiden Joko Widodo menyampaikan agar pengelola limbah agar segera menghancurkan limbah tersebut. Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyiapkan dana maksimum Rp 1,3 triliun untuk pengelolaan limbah medis selama masa pandemi Covid-19. Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya Bakar menyebut dengan dukungan dana tersebut rencananya akan dibangun alat-alat pemusnah limbah seperti insinerator atau shredder. (https://20.detik.com/detikflash/20210728-210728080/jokowi-siapkan-dana-rp-13-t-untuk-pengelolaan-limbah-terkait-covid-19, 28/07/21).

Tentu kita tahu bersama bahwa jika limbah medis ini dibiarkan maka akan berdampak pada lingkungan. Terutama limbah medis yang berasal dari virus covid-19 yang bisa membahayakan lingkungan sekitar. Hal ini harus dikelola dengan serius. Karena jika pengelolaannya tepat maka tidak akan berdampak pada lingkungan sekitar dan tidak akan menimbulkan masalah baru. Namun saat kita lihat fakta di lapangan, ada beberapa limbah medis yang dibuang sembarangan.

Gugus tugas penanganan Covid-19 Provinsi Maluku menyebut kasus pembuangan limbah medis di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Desa Ohoitel, Kecamatan Dula Utara, Kota Tual, sebagai sebuah pelanggaran. Kasus penemuan limbah medis Covid-19 di areal TPA tersebut sempat menggegerkan warga di Kota Tual. "Itu pelanggaran. Tidak boleh membuang sampah medis di sembarang tempat," kata Juru Bicara Satgas Covid-19 Provinsi Maluku, Doni Rerung kepada Kompas.com saat dimitai tanggapannya, Jumat (5/3/2021). Doni mengungkapkan, penanganan limbah medis harus dilakukan sesuai prosedur karena jika tidak itu akan berdampak buruk bagi masyarakat. (https://regional.kompas.com/, 05/03/21).

Dari sini jelas tidak hanya penanganan wabah yang harus diseriusi tapi pengelolaan limbah medis dari virus covid-19 ini pun harus ditangani dengan baik dan tepat. Banyak hal yang harus menjadi bahan perhatian semua orang termasuk para pemangku jabatan dalam mengurusi wabah ini. Karena wabah ini sudah sangat menyita perhatian semua orang dan berdampak pada berbagai lini kehidupan. Oleh karena itu, pemerintah harus sigap menghentikan wabah ini. Agar kehidupan bisa kembali normal.

Namun kesigapan dalam pengurusan wabah ini tidak akan terjadi jika sistem hidup yang digunakan masih sistem sekulerisme (pemisahan agama dari kehidupan). Karena sistem sekulerisme hanya bisa mencetak para pengurus rakyat yang kurang tanggap dalam mengurus semua urusan masyarakat, termasuk dalam menangani wabah.

Sistem sekulerisme buatan manusia hanya bisa melahirkan sebuah aturan hidup yang merusak dan tidak bisa menyelesaikan masalah dengan baik. Manusia yang serba lemah dan terbatas saat dirinya melahirkan aturan maka aturannya pun tidak jauh beda dengan sifat manusia tersebut yakni serba lemah dan terbatas tidak bisa menjangkau kebutuhan manusia dengan benar.

Beda halnya dengan Islam. Islam adalah aturan sempurna yang Allah turunkan untuk mengatur kehidupan manusia agar bisa selamat dunia dan akhirat. Semua permasalahan bisa diselesaikan dengan baik saat kita menggunakan aturan Islam, termasuk dalam penanganan wabah dan limah medis dari wabah tersebut.

Mindset para pemangku kebijakan dalam Islam adalah mengatur semua urusan masyarakat dengan optimal dan menggunakan landasan keimanan kepada Allah. Rasa takut yang besar kepada Allah menjadi sebuah alarm bagi para pemangku kebijakan saat menjalankan amanah. Sehingga mereka akan menjalankan amanah kepemimpinannya dengan penuh tanggung jawab, sigap dan serius. Terlebih saat menangani wabah yang merenggut banyak jiwa.

Dalam Islam keteraturan administrasi negara sangat rapih dan terkoordinasi dengan baik, termasuk ada beberapa departemen yang membantu pemerintah untuk menangani berbagai urusan rakyat termasuk departemen kesehatan. Berbagai urusan kesehatan akan ditangani dengan baik di dalam departemen ini. Tentu akan dipikirkan juga bagaimana pengelolaan limbah medis dengan tepat dan cepat. Pemimpin dalam Islam akan mengontrol keberlangsungan amanah masing-masing departemen dan sigap tanggap dalam menghadapi kasus tertentu termasuk dalam mengelola limbah medis ini.

Dengan demikian, jika kita ingin menyelesaikan masalah limbah medis dan masalah lain dengan tuntas maka kembali kepada aturan Islam. Karena Islam adalah satu-satunya aturan yang bisa melahirkan sebuah kemaslahatan bagi manusia.

Wallahu’alam bi-showab.

Post a Comment for "Limbah Medis Covid-19, Perlu Penanganan Tuntas"