Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Ketika Nyawa Muslim Melayang Akibat Islamphobia

Sebuah pembunuhan kembali terjadi. Kali ini menimpa keluarga muslim di Kanada. Satu keluarga muslim di Selatan propinsi Ontarioa Kanada tewas saat mereka sedang menyerang. Korban terdiri dari seorang wanita berusia 74 tahun, seorang pria berusia 46 tahun, seorang wanita berusia 44 tahun dan seorang gadis berusia 15 tahun.

Oleh: Melani

Sebuah pembunuhan kembali terjadi. Kali ini menimpa keluarga muslim di Kanada. Satu keluarga muslim di Selatan propinsi Ontarioa Kanada tewas saat mereka sedang menyerang. Korban terdiri dari seorang wanita berusia 74 tahun, seorang pria berusia 46 tahun, seorang wanita berusia 44 tahun dan seorang gadis berusia 15 tahun.

Dilansir dari AFP,selasa (8/6/2021) penabrak berusia 20 tahun, dengan mengenakan rompi, seperti pelindung tubuh, melarikan diri dari tempat kejadian dan ditangkap kembali disebuah mall 7km (4 mil dari persimpangan di London. Ada bukti bahwa ini adalah tindak terencana dan motif kebencian. Menurut Paul Waight dari Departemen Kepolisian London,"Kami meyakini para korban menjadi sasaran karena keyakinan Islam mereka.

Jika diperhatikan dari kejadian pembunuhan itu, motif yang terjadi adalah bentuk kebencian terhadap islam atau Islamphobia. Islamphobia sebenarnya sudah lama terjadi. Bukan hanya terjadi di negara Barat dimana muslim menjadi minoritas akan tetapi juga terjadi di negeri muslim sendiri. Saat ini perkembangan populasi muslim di Barat meningkat. Maka seiring dengan peningkatan itu, meningkat pula gesekan yang terjadi.

Hal ini pun pasti akan menimbulkan respon negatif dari sebagian kalangan. Sehingga muncul berbagai bentuk kebencian, prasangka, ketakutan, dan diskriminstif terhadap muslim di Barat. Seperti penghinaan terhadap nabi Muhammad, pembakaran kitab suci Al Qur' an, pengrusakan masjid sampai pada penyerangan dan pembunuhan. Sudah tidak terhitung berapa banyak korban yang jatuh atau terbunuh akibat Islamphobia.Akan tetapi bukannya memberikan hukuman yang setimpal akan tetapi,banyak juga yg memberikan dukungan terhadap pelaku. Mereka sesungguhnya tidak menginginkn Islam berkembang.

Peristiwa pembunuhan keluarga di Kanada ini mendapat reaksi dari umat muslim di dunia. Menteri Kanada menanggapi kejadian pembunuhan itu dengan menyatakan bahwa "Islamphobia tidak ada tempat di Kanada ". Apa yang disampaikan oleh Menteri Kanada ini hanyalah sebuah pernyataan simpati saja. Sementara hukum yang diberlakukan terhadap pelaku tidak seimbang dengan perbuatannya. Apalagi mengingat peristiwa ini bukan pertama kalinya. Pada tahun 2017 juga terjadi peristiwa yang serupa. Yaitu pembunuhan yang telah memakan korban 6 (enam) orang jamaah masjid Quebec.

Situasi ini merupakan dampak dari penerapan sistem Kapitalis Sekuler. Sistem yang memelihara individualisme dan kepentingan pribadi ini adalah buah dari Demokrasi yang memberikan kebebasan individu. Kebebasan individu ini kemudian mendorong orang untuk berbuat sesuka hati mereka. Tidak peduli apakah akan menyengsarakan orang lain atau tidak. Inilah buah kebebasan akibat sistem Demokrasi Kapitalisme.

Berbeda halnya dengan Islam. Islam mengharamkan untuk membunuh seorang muslim tanpa sebab yang haq (benar). Apalagi dalam kasus pembunuhan di Kanada ini ada 4 (empat) orang muslim yang kehilangan nyawanya. Padahal Rasulullah SAW bersabda,
“Hilangnya dunia, lebih ringan bagi Allah dibandingnya terbunuhnya seorang mukmin tanpa hak.” (HR. Nasai 3987, Turmudzi 1455, dan dishahihkan aal-Albani.


Allahpun telah mengancam orang yang membunuh dengan siksaan yang berat yaitu neraka Jahanam yang abadi di dalamnya. Allah SWT berfirman yang artinya :
"Siapa yang membunuh seorang muslim dengan sengaja, maka balasanya ialah Jahanam. Ia kekal didalamnya dan Allah murka kepadanya dan mengukuhkannya serta menyediakan azab yang besar baginya. (Qs.An Nisa 93).


Dalam Islam nyawa adalah sesuatu yang sangat berharga. Islam memberikan serangkaian hukum sebagai wujud penjagaan atas nyawa layaknya sesuatu yang sangat berharga. Hukuman yang pantas bagi seorang pembunuh adalah Hukum Jinayat yaitu hukuman nyawa dibalas nyawa. Hal ini sesuai perintah Allah dalam surat Al Baqarah (2) ayat 178 yang artinya
"Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu (melaksanakan) qisas berkenaan dengan orang yang membunuh. Orang merdeka dengan orang merdeka, amba sahaya dengan hamba sahaya, perempuan dengan perempuan, tetapi barang siapa memperoleh maaf dari saudaranya, hendaklah dia mengikutinya dengan baik, dan membayar diat (tebusan) kepadanya dengan baik pula. Yang demikian itu adalah keringanan dan rahmat dari Tuhanmu. Barang siapa melampaui batas setelah itu, maka ia akan mendapat azab yang sangat pedih".

Akan tetapi saat ini tidak ada perlindungan ketika seorang muslim kehilangan nyawanya. Apalagi muslim yang tinggal di negara yang penduduknya mayoritas non muslim. Muslim hanya minoritas. Hukum yang diberlakukan bukan hukuman yang setimpal bagi pembunuh. Hukuman yang diberikanpun hukum yang berlaku di negara masing-masing yang tidak memberikan efek jera terhadap pelakunya. Di sisi lain Islamphobiapun tetap berkembang.

Oleh karena itu saat ini umat islam membutuhkan pelindung yang dapat melindungi hak haknya. Hak sebagai minoritas di negara non muslim dan sebagai mayoritas. Aturan itu hanya ada ketika Syariat Islam diterapkan secara menyeluruh dalam sebuah pemerintahan. Sebuah aturan yang memandang manusia sebagai makluk yang utuh yang masing masing mempunyai kebutuhan dan perlindungan atas diri dan keluarganya.

Post a Comment for "Ketika Nyawa Muslim Melayang Akibat Islamphobia"