Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Dahsyatnya Mekanisme Pendidikan Islam

Pendidikan adalah salahsatu pilar suksesnya suatu negara. Jika negara itu maju, maka tingkat kecerdasan masyarakat dan melek literasinya pun akan menjadi penentu. Tak heran negara sekelas Cina dan Jepang memberikan apresiasi tinggi terhadap pendidikan. Semua demi suksesnya menciptakan masyarakat yang disiplin dan taat aturan.

Oleh: Nur Rahmawati, S.H. | Penulis dan Praktisi Pendidikan

Pendidikan adalah salahsatu pilar suksesnya suatu negara. Jika negara itu maju, maka tingkat kecerdasan masyarakat dan melek literasinya pun akan menjadi penentu. Tak heran negara sekelas Cina dan Jepang memberikan apresiasi tinggi terhadap pendidikan. Semua demi suksesnya menciptakan masyarakat yang disiplin dan taat aturan.

Begitupun yang diupayakan oleh pemerintah Indonesia. Pergantian kurikulum telah juga dilakukan. Tercatat mengalami sebelas kali perubahan dimulai dari tahun 1947 hingga 2013. Sayangnya, perubahan demi perubahan tak mampu juga melahirkan generasi yang beriman dan bertakwa. Hal ini, terlihat banyaknya kasus kenakalan remaja yang tentunya efek dari lemahnya dalam pendidikan karakter.

Dilansir dari Jawapos.com, (1/3/2021) Ketua Tim Pengembang Kurikulum 2013 Hamid Hasan mengatakan implementasi kurikulum dinilai selalu gagal disebabkan kurangnya pengaturan proses dan target belajar.

Lebih lanjut beliau menyatakan, “Sejak 1975 ketika Indonesia mengenalkan kompetensi, sampai hari ini kita menggunakan kompetensi yang banyak itu tidak terlaksana,” ujar dia dalam siaran Youtube Vox Populi Institute Indonesia.

Perlunya memahami mekanisme penyelenggaraan pendidikan, akan berimbas sukses tidaknya output yang dihasilkan. Terlebih jika mekanisme pendidikan dengan sistem apa yang akan dipilih. Apakah sistem kapitalisme? Komunisme? Atau Islam? Semua itu turut menjadi penentu.

Sejarah dunia telah membuktikan bahwa sistem pendidikan Islam mampu mencetak generasi cerdas yang ditopang dengan akhlakul karimah. Sehingga tidak heran lahirlah para Imam mazhab sekelas Imam Syafi'i, Muslim, Hambali, dan lainnya. Pun melahirkan pemuda tangguh seperti Muhammad Al Fatih dan tokoh ilmuwan hebat di segala bidang. Semua itu berkat sistem pendidikan yang diterapkan.

Mekanisme Penyelenggaraan Pendidikan Islam

Mekanisme penyelenggaraan pendidikan Islam mencakup strategi kurikulum dan strategi penyelenggaraan oleh negara. Strategi kurikulum merupakan penjabaran dan penerapan dari tujuan pendidikan. Kunci dari kurikulum pendidikan Islam adalah untuk menancapkan aqidah dan tsaqofah Islam serta membekali peserta didik dengan lifeskill yang dibutuhkan guna melaksanakan fungsi kemanusiaannya sebagai khalifatu fiilnardh.

Mekanisme ini dirancang untuk mewujudkan output pendidikan berkarakteristik sebagai berikut:

Pertama, Berkepribadian Islam. kekhasan yang dimiliki oleh sistem pendidikan Islam adalah penjaminan lahirnya generasi berkepribadian Islam yang bercirikan aqliyah (pola pikir) dan bernafsiyah (pola sikap) Islam. Tujuan ini merupakan konsekuensi keimanan seorang muslim, yaitu teguh dalam memegang identitas kemuslimannya dalam kehidupan sehari-hari. Sebagaimana yang dicontohkan Rasulullah saw, yaitu menanamkan akidah Islam sebagai akidah aqliyah, menanamkan sikap konsisten dan Istiqomah kepada setiap orang, mengembangkan kepribadian dengan mendakwahkan ilmu yang diperoleh.

Kedua, menguasai tsaqafah Islamiyah dengan handal. Kewajiban menuntut ilmu dalam Islam menuntut setiap muslim untuk menjadi manusia yang berilmu. Berdasarkan takaran kewajibannya, menurut Al-Ghazali, ilmu dibagi dua kategori, yaitu Ilmu yang fardlu 'ain, yaitu ilmu yang wajib dipelajari setiap muslim, ilmu fardlu kifayah, seperti ilmu-ilmu sains, teknologi, serta ilmu terapan-keterampilan seperti biologi, fisika, kedokteran, pertanian, teknik, dll.

Ketiga, menguasai ilmu-ilmu terapan (Ilmu

pengetahuan, dan Teknologi/IPTEK). Hal ini diperlukan agar umat Islam mampu mencapai kemajuan material sehingga dapat menjalankan fungsinya sebagai Khalifah di muka bumi dengan baik.

Keempat, keterampilan yang tepat guna dan berdayaguna. Kewajiban menuntut ilmu menuntut umatnya untuk mengusai keterampilan yang serba material, banyak nash yang mengisyaratkan akan kewajibannya, sehingga hal ini dihukumi sebagai fardhu kifayah.

Strategi kurikulum pendidikan Islam ini terbukti menghasilkan generasi muda Islam yang cendikiawan sekaligus ulama, faqih fiddin sekaligus mengusai IPTEK. Sedangkan strategi kurikulum pendidikan saat ini dengan sistem kapitalis hanya menghasilkan pribadi-pribadi sekuler yang mengusai IPTEK namun awam dalam agama. Walhasil generasi yang dilahirkan hanya menjadi buruh-buruh kapitalis.

Oleh karena itu, dari sisi strategi penyelenggaraan pendidikan, negara wajib memenuhi kebutuhan pendidikan dengan menyediakan sarana dan prasarana yang terbaik dan memadai serta gratis bagi siapapun tanpa terkecuali bagi warganya.

Seluruh pembiayaan pendidikan diambil dari baitul mal. Jika harta di baitul mal habis atau tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan pendidikan, maka negara meminta sumbangan sukarela dari kaum muslimin, namun jika tidak mencukupinya juga, maka pembiayaan pendidikan beralih kepada seluruh kaum muslim.

Dengan mekanisme ini, pendidikan berkualitas pasti akan didapat bagi seluruh warga negara, muslim maupun non muslim, kaya atau miskin, semua diperlakukan sama. Tentu hal ini sangat berbeda dengan sistem saat ini yang membedakan kualitas pendidikan bagi si kaya dan si miskin. Sehingga nampak sekali ketimpangan yang luar biasa.

Maka, saatnyalah kita beralih pada sistem pendidikan Islam yang dahsyat dengan mekanismenya yang komplit dan memuaskan, sehingga lahirnya pemuda cerdas beriman adalah keniscayaan. Karena memahami bahwa menuntut ilmu wajib hukumnya, sebagaimana firman Allah swt:

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ إِذَا قِيلَ لَكُمْ تَفَسَّحُوا۟ فِى ٱلْمَجَٰلِسِ فَٱفْسَحُوا۟ يَفْسَحِ ٱللَّهُ لَكُمْ ۖ وَإِذَا قِيلَ ٱنشُزُوا۟ فَٱنشُزُوا۟ يَرْفَعِ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ مِنكُمْ وَٱلَّذِينَ أُوتُوا۟ ٱلْعِلْمَ دَرَجَٰتٍ ۚ وَٱللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ

Artinya: “Hai orang-orang beriman apabila dikatakan kepadamu: “Berlapang-lapanglah dalam majlis”, maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan: “Berdirilah kamu”, maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (Q.S. Al-Mujadalah ayat 11).

Wallahu alam bishawab.

Post a Comment for "Dahsyatnya Mekanisme Pendidikan Islam"