Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Kerusakan Ekologi Di Indonesia

Eksploitasi besar besaran sumberdaya alam mengakibatkan ekosistem yang kehilangan daya dukungnya. Pemanfaatan lahan untuk usaha dan perkebunan yang tidak dilakukan dengan AMDAL ( Analisis Mengenai Dampak Lingkungan) yang baik tanpa reklamasi semakin membuat rusaknya ekosistem kian parah. Terjadinya bencana alam akhir akhir ini atau diawal tahun 2021 merupakan kebijakan dari sietem kapitalis yang mengeruk hasil Alam tanpa memperhatikan dampaknya. Allah berfirman dalam QS .Ar Ruum ayat 41 " Telah nampak kerusakan dan didarat dan dilaut akibat perbuatan tangan manusia, Allah menunjukkan kepada mereka sebagian dari akibat perbuatan mereka agar kembali ke jalan yang benar".

Oleh : Ummu fillah

Ekologi adalah ilmu yang tidak hanya mempelajari apa yang ada dan apa yang terjadi di alam. Ekologi berkembang menjadi ilmu yang mempelajari struktur dan fungsi ekosistem (alam), sehingga dapat menganalisa dan memberi jawaban terhadap berbagai kejadian alam.

Mengapa terjadi defisit ekologi di Indonesia

Berdasarkan data Global Footprint Network tahun 2020, Indonesia mengalami defisit ekologi sebanyak 42%. Angka ini menunjukkan konsumsi terhadap sumberdaya lebih tinggi dan akan menyebabkan daya dukung alam terus berkurang. "Kebijakan pembangunan ekonomi di Indonesia masih belum nemperhatikan modal alam secara serius" sebut guru besar IPB University dari Departemen Ekonomi Sumberdaya dan Lingkungan Fakultas Ekonomi dan Manegement (FEM) Prof Dr Akhmad Fauzi, dilansir dari laman IPB Univerdity. Bapak, Akhmad menyampaikan saat ini indeks modal alam Indonesia masih rendah, terdapat kerusakan cukup masif pada alam Indonesia. Kerusakan alam ini misalnya disebabkan oleh alih fungsi lahan. Laju pencemaran lingkungan, khususnya air juga tinggi. Sumber https://m.mediaindonesia.com

Selain itu, izin Usaha Pertambangan Berlaku Seumur Tambang. Selama ini, kegiatan usaha tambang diatur dalam jangka waktu tertentu. Ketika penambang sudah selesai mengelola wilayah, maka penambang harus mencari wilayah lain. "Berbicara soal waktu, minerba ini kan barang yang habis, baik itu kita habiskan langsung atau ditunda, ini pasti akan habis. Dan kebijakan dalam pengelolaannya mempengaruhi cara menambang kita " ujar Orias dalam sosialisasi kebijakan Minerba, Kamis (10/2/2021) liputan 6.com

Eksploitasi besar besaran sumberdaya alam mengakibatkan ekosistem yang kehilangan daya dukungnya. Pemanfaatan lahan untuk usaha dan perkebunan yang tidak dilakukan dengan AMDAL ( Analisis Mengenai Dampak Lingkungan) yang baik tanpa reklamasi semakin membuat rusaknya ekosistem kian parah. 

Terjadinya bencana alam akhir akhir ini atau diawal tahun 2021 merupakan kebijakan dari sietem kapitalis yang mengeruk hasil Alam tanpa memperhatikan dampaknya. Allah berfirman dalam QS .Ar Ruum ayat 41 yang artinya " Telah nampak kerusakan dan didarat dan dilaut akibat perbuatan tangan manusia, Allah menunjukkan kepada mereka sebagian dari akibat perbuatan mereka agar kembali ke jalan yang benar".

Allah Subhanallahu wa ta'ala menjadikan manusia sebagai makhluk yang mulia dan pemimpin atau khalifah di bumi dengan dibekali aturan yang bersumber dari Al qur'an dan assunnah, termasuk dalam pengelolaannya terhadap lingkungan.

Seperti dalam firmanNya, yang artinya "Kami telah hamparkan bumi dan menjadikan padanya gunung - gunung dan Kami tumbuhkan segala sediati menurut ukuran. Dan Kami telah jadikan untukmu di bumi keperluan - keperluan hidup, dan Kami ciptakan pula makhluk - makhluk yang kamu sekali - sekali bukan pemberi rizki kepadanya. Dan tidak ada sesuatupun melainkan kepada sisi Kami-lah khasanahnya dan Kami tidak menurunkannya melainkan dengan ukuran tertentu " (TQS. Al Hijr ayat 19 -21). Jelaslah sudah solusi untuk memperbaiki defisit ekologi ini butuh peran negara sebagai pilar. khilafahlah yang bisa menghentikannya.

Post a Comment for "Kerusakan Ekologi Di Indonesia"