Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Kepedihan Hidup Tanpa Khilafah

3 Maret 1924 puluhan tahun lalu Khilafah dibumihanguskan oleh musuh-musuh Islam. Mereka telah menghancurkan perisai terbaik kaum muslimin sepanjang zaman tanpa sisa. Hingga, sampai detik ini kita hidup dalam kepedihan yang berlarut-larut tanpa adanya Khilafah.  Berbagai sisi kehidupan dipisahkan dari aturan Allah.

Oleh: Choirin Fitri (Muslimah Kota Batu)

3 Maret 1924 puluhan tahun lalu Khilafah dibumihanguskan oleh musuh-musuh Islam. Mereka telah menghancurkan perisai terbaik kaum muslimin sepanjang zaman tanpa sisa. Hingga, sampai detik ini kita hidup dalam kepedihan yang berlarut-larut tanpa adanya Khilafah.

Berbagai sisi kehidupan dipisahkan dari aturan Allah. IPOLEKSOSBUHANKAM. Ideologi, politik, ekonomi, sosial, budaya, dan pertahanan keamanan negeri ini tak ada sangkut pautnya lagi dengan Islam. Tengoklah!

Dari segi ideologi Islam dipinggirkan. Sekularisme dijadikan pedoman. Agama dipisahkan dari kehidupan. Agama hanya dianggap sebatas ibadah ritual atau ditempatkan di masjid saja. Sementara urusan kehidupan tidak boleh mengikuti landasan beragama yang notabene Islam adalah agama yang mengatur seluruh aspek kehidupan.

Politik mendewakan aturan buatan manusia. Kedaulatan diletakkan di tangan rakyat lewat para pejabat yang dikatakan wakil rakyat. Mereka melegislasi berbagai hukum tanpa landasan syariat. Hingga, kini kita bisa mendengar kabar sesat bahwa miras yang jelas-jelas Allah haramkan dilegalkan.

Ekonomi menjadikan kapitalisme sebagai pijakan. Semua diukur dengan materi. Siapa yang bermodal besar dialah yang menang. Rakyat kecil cukup gigit jari. Riba jadi pilar ekonomi yang nyatanya semakin membuat perekonomian negeri ini semerawut. Yang kaya makin berjaya. Yang miskin makin sekarat.

Tata sosial kehidupan bermasyarakat tidak menggunakan aturan Islam. Tidak ada pemisahan antara perempuan dan laki-laki dalam kehidupan. Semua campur baur sehingga menghasilkan pergaulan yang tak mengenal aturan. Gaul bebas menjadi biasa hingga terlahirlah anak-anak hasil zina yang terbuang ataupun dibunuh dengan aborsi ketika masih di alam rahim. Kehidupan sosial kemasyarakatan pun jauh dari aturan Allah yang mulia.

Dari segi budaya pun nyatanya Islam terpinggirkan. Budaya K-Pop lebih dipilih ketimbang Islam. Islam dianggap tidak cocok dengan kemodernan sehingga budaya Islam yang memuliakan dipinggirkan bahkan dibuang jauh-jauh.

Pertahanan dan keamanan pun tidak ada kemandirian. Padahal, jelas dalam Islam kemandirian dalam pertahanan dan keamanan adalah satu keniscayaan. Dengan kemandirian inilah sebuah bangsa akan mulia dan mampu menjadi pemimpin dunia. Namu, hal ini tidak diambil oleh negeri berpenduduk mayoritas muslim ini.

Sungguh berbagai fakta ini adalah contoh kecil saja. Masih ada banyak hal yang membuat kehidupan kita makin pedih tanpa keberadaan Khilafah Karena, Khilafahlah satu sistem pemerintahan yang mampu menerapkan Islam secara sempurna. IPOLEKSOSBUHANKAM diatur dengan aturan Islam. Islam dijadikan landasan dalam seluruh aspek kehidupan.

Sistem Khilafah inilah yang akan membuat mulia dan kaum muslimin berjaya. Dengan izin Allah dan perjuangan kita Khilafah akan kembali tegak sebagaimana yang Rasulullah sampaikan dalam sabdanya:

“Di tengah-tengah kalian terdapat zaman kenabian, atas izin Allah ia tetap ada. Lalu Dia akan mengangkatnya jika Dia berkehendak mengangkatnya. Kemudian akan ada Khilafah yang mengikuti manhaj kenabian. Ia ada dan atas izin Allah ia akan tetap ada. Lalu Dia akan mengangkatnya jika Dia berkehendak mengangkatnya. Kemudian akan ada kekuasaan yang zhalim; ia juga ada dan atas izin Allah ia akan tetap ada. Lalu Dia akan mengangkatnya jika Dia berkehendak mengangkatnya. Kemudian akan ada kekuasaan diktator yang menyengsarakan; ia juga ada dan atas izin Alah akan tetap ada. Selanjutnya akan ada kembali Khilafah yang mengikuti manhaj kenabian.” (HR. Ahmad dalam Musnad-nya (no. 18430), Abu Dawud al-Thayalisi dalam Musnad-nya (no. 439); Al-Bazzar dalam Sunan-nya (no. 2796))

Mari kita bersemangat menjadi generasi yang mengembalikan kejayaan Islam! Karena kalau bukan kita siap lagi?

Post a Comment for "Kepedihan Hidup Tanpa Khilafah"