Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Shahabiyah Nabi : Wanita Paling Kritis

Sahabat Nabi Saw ini begitu bersemangat dalam mencari ilmu dan selalu hadir di setiap ilmu-ilmu yang sering di sampaikan oleh Rasulullah ataupun oleh sahabat yang lainnya, selain giat mereka selalu bertanya segala sesuatu yang dirasa sulit bagi mereka. Karena para sahabat muslimah ini mengharapkan segala sesuatu yang di kerjakan haruslah bernilai pahala dan ke ridhoi, yang datang dari cahaya dan hujjah yang nyata. Salah satunya yaitu Ummu Humaid Al-Anshariyyah.

Oleh : Mayang Ummu Zadit (Revowriter Tangerang)

Sahabat Nabi Saw ini begitu bersemangat dalam mencari ilmu dan selalu hadir di setiap ilmu-ilmu yang sering di sampaikan oleh Rasulullah ataupun oleh sahabat yang lainnya, selain giat mereka selalu bertanya segala sesuatu yang dirasa sulit bagi mereka. Karena para sahabat muslimah ini mengharapkan segala sesuatu yang di kerjakan haruslah bernilai pahala dan ke ridhoi, yang datang dari cahaya dan hujjah yang nyata. Salah satunya yaitu Ummu Humaid Al-Anshariyyah.

Ath-Thabrani dan lainnya meriwayatkan dari Ummu Humaid, istri Abu Hamid as-Sa’idi –radhiyallāhu ‘anhā– : Ummu Humaid berkata, "Saya berkata (kepada Rasulullah), ‘Wahai Rasulullah! Para suami kami melarang kami shalat bersamamu (di masjid)."

Rasulullah SAW berkata, ‘Shalat kalian di tempat tidur kalian lebih baik daripada shalat kalian di kamar kalian, shalat kalian di kamar kalian lebih baik daripada shalat kalian di rumah kalian, dan shalat kalian di rumah lebih baik daripada shalat kalian berjamaah (di masjid)’. (HR Ath Tharbani)

Ummu Humaid –radhiyallāhu ‘anhā– menuturkan bahwasanya ia pernah datang kepada Nabi Shalallaahu’alaihi wa Sallam dan berkata, “Wahai Rasulullah! Sesungguhnya aku senang shalat (berjamaah) bersamamu.”

Rasulullah berkata, “Aku tahu kamu senang shalat bersamaku, akan tetapi shalatmu di tempat tidurmu lebih baik daripada shalatmu di kamarmu, shalatmu di kamarmu lebih baik daripada shalatmu di rumahmu dan shalatmu di rumahmu lebih baik daripada shalatmu di masjid kaummu, dan shalatmu di masjid kaummu lebih baik dari shalatmu di mesjidku.”

Perawi mengatakan, “Setelah itu ia meminta untuk dibangunkan tempat shalat pada bagian dalam rumahnya dan paling gelap. Ia senantiasa melaksanakan shalat di situ hingga wafat.” (HR Ahmad).

Lihatlah betapa ia begitu bersemangat ingin beribadah bersama Rasulullah, dirinya terus bertanya hingga dari sinilah terdapat penjelasan bahwa wanita itu lebih baik beribadahnya di dalam rumah rumah. Hingga ketika dirinya mengetahuinya dengan segera meminta dibuatkan tempat beribadah didalam rumahnya.

Sebuah pelajaran penting bahwa seorang wanita wajib baginya mencari ilmu dan bertanya mengenai berbagai urusan baik itu urusan agama ataupun urusan dunianya. Sehingga beribadah kepada Allah dengan hujjah yang nyata dan penuh ke ridhoan.

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman, yang artinya : "...maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan jika kamu tidak mengetahui," (QS. An-Nahl 16: Ayat 43)

Jika hidup bukan untuk mencari ridhonya Allah lantas untuk apalagi? Teruslah mencari ilmu, walau masih selalu merasa sibuk dengan urusan dunia, dan menjadikan syariat dasar dari kehidupan, walau banyak cobaan yang dihadapi. Wallahu 'alam

Post a Comment for "Shahabiyah Nabi : Wanita Paling Kritis"