Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Palestina menanti pertolongan Allah dan kaum muslimin

Berharap kepada manusia apalagi negara AS sebagai pemberi solusi atas masalah yang terus terjadi antara Israel dan Palestina adalah suatu kemustahilan. Sekalipun AS adalah negara adidaya saat ini yang memiliki power terkuat. Namun keberpihakan negara tersebut sangat jelas bukan untuk kaum muslim. Maka, harapan sebuah angin segar datang dari negara AS untuk Palestina hanyalah impian belaka yang sulit terwujudkan.

Oleh: Dede Nurmala

Berharap kepada manusia apalagi negara AS sebagai pemberi solusi atas masalah yang terus terjadi antara Israel dan Palestina adalah suatu kemustahilan. Sekalipun AS adalah negara adidaya saat ini yang memiliki power terkuat. Namun keberpihakan negara tersebut sangat jelas bukan untuk kaum muslim. Maka, harapan sebuah angin segar datang dari negara AS untuk Palestina hanyalah impian belaka yang sulit terwujudkan.

Akan tetapi harapan tetaplah harapan. Ia akan terus muncul. Apalagi saat ini telah terpilihnya presiden AS, yang baru saja dilantik menumbuhkan harapan baru untuk dunia terutama harapan kedamaian Palestina. Kaum muslimin berharap kepemimpinan yang baru di AS menjadi harapan dunia akan damai.

Indonesia menjadi salahsatu negara yang berharap besar kepada presiden baru AS untuk kedamaian dunia. Terkhusus kedamaian Palestina sebagai negara muslim yang masih saja belum merdeka.

Indonesia menyampaikan selamat atas dilantiknya Presiden terpilih Amerika Serikat (AS) Joe Biden dan Wakil Presiden Kamala Harris. Indonesia memiliki sejumlah harapan untuk pemerintahan baru di bawah kepemimpinan Biden, termasuk soal Palestina. (Republika.co.id, 21/01/2021)

Seperti diwartakan NPR, pemerintahan Trump telah mengubah kebijakan Amerika Serikat terhadap konflik Israel dan Palestina. Sebab, Trump cenderung mendukung Israel. Ia juga menutup kantor utusan Palestina di Washington. Kemudian, Trump juga memindahkan kedutaan AS ke Yerusalem, bahkan menghentikan bantuan kemanusiaan kepada Palestina.

Daniel Estrin, koresponden NPR di Yerusalem menyatakan, warga Palestina sangat ingin membuka lembaran baru karena Trump telah berulang kali menghina kepemimpinan Palestina. Kata Estrin, Biden pun berjanji mengembalikan bantuan kemanusiaan untuk Palestina.

Selain itu, Biden juga menentang aktivitas pemukiman Israel di Tepi Barat yang mereka duduki. Akan tetapi, sebagian warga Palestina kecewa karena tim Biden mengatakan bahwa mereka tidak akan memindahkan kedutaan keluar dari Yerusalem. Namun, Presiden Palestina, Mahmoud Abbas memberi selamat kepada Biden dan dia berharap presiden AS itu bisa membina hubungan yang baik dengan Palestina. (Tirto.id, 21/01/2021)

Alasan kebijakan kepemimpinan Biden terhadap Palestina. Hanya sebatas ingin mengharumkan namanya agar tak seburuk tramp dimata Palestina. Padahal secara nyata Israel tetaplah anak emas negaranya. Israel justru mendapatkan keamanan regional dari pemerintah AS. (Republika.co.id, 25/01/2021).

Keadilan untuk negara Palestina masih jauh dari harapan besar yang tertanam dihati setiap kaum muslimin. Sekalipun telah berganti kepemimpinan, Palestina bukan hal utama untuk diperjuangkan kemerdekaannya.

Maka, sangat kecil kemungkinannya jika berharap kepada manusia apalagi kepada negara AS. Seberapa baiknya seorang presiden dan berpihak pada umat Islam. Jika memang dalam penerapan sistemnya bukan Islam itu tak akan memberi kabar baik untuk kaum muslim.

Satu-satunya tempat berharap yang tidak menumbuhkan kecewa adalah berharap kepada Allah. Saat banyak manusia tak memihak kepada kaum muslim. Maka yakinlah pertolongan Allah itu sangatlah dekat bagi orang-orang beriman. Semoga segera hadir sistem Islam yang mampu mempersatukan kaum muslimin dipenjuru bumi terutama Palestina yang merindukan akan kebebasan dan kemerdekaan.

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

اَمْ حَسِبْتُمْ اَنْ تَدْخُلُوا الْجَـنَّةَ وَ لَمَّا يَأْتِكُمْ مَّثَلُ الَّذِيْنَ خَلَوْا مِنْ قَبْلِكُمْ ۗ مَسَّتْهُمُ الْبَأْسَآءُ وَا لضَّرَّآءُ وَزُلْزِلُوْا حَتّٰى يَقُوْلَ الرَّسُوْلُ وَا لَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مَعَهٗ مَتٰى نَصْرُ اللّٰهِ ۗ اَ لَاۤ اِنَّ نَصْرَ اللّٰهِ قَرِيْبٌ

"Ataukah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) seperti (yang dialami) orang-orang terdahulu sebelum kamu. Mereka ditimpa kemelaratan, penderitaan, dan diguncang (dengan berbagai cobaan), sehingga rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya berkata, Kapankah datang pertolongan Allah? Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu dekat." (QS. Al-Baqarah 2: Ayat 214)

Semoga ayat ini senantiasa menjadi penguat untuk negara Palestina. Bahwa kelak Allah yang akan memerdekakan mereka, melalui pemimpin yang beriman yang Allah pilihkan dan menghadirkan kembali kepemimpinan yang berideologi Islam dalam kehidupan.

waAllahu'alam biishowab.

Post a Comment for "Palestina menanti pertolongan Allah dan kaum muslimin"