Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Wajah Baru Dunia Pendidikan, benarkah untuk kemajuan bangsa?

Pada pergantian tahun ini, dunia pendidikan di Indonesia memiliki wajah baru. Khususnya pada kurikulum pembelajaran di Sekolah Menengah Kejuruan. Kurikulum SMK saat ini diarahkan kepada pendidikan vokasi. Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melakukan perombakan kurikulum Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) untuk meningkatkan keterserapan lulusan. Perubahan kurikulum ini menjadi dasar untuk melakukan “link and match”

Oleh: Qoni Oktanti (Mahasiswa S2 Kesehatan)

Pada pergantian tahun ini, dunia pendidikan di Indonesia memiliki wajah baru. Khususnya pada kurikulum pembelajaran di Sekolah Menengah Kejuruan. Kurikulum SMK saat ini diarahkan kepada pendidikan vokasi. Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melakukan perombakan kurikulum Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) untuk meningkatkan keterserapan lulusan. Perubahan kurikulum ini menjadi dasar untuk melakukan “link and match”. Untuk SMK sendiri akan dilakukan lima aspek perubahan. Diantaranya, pertama mata pelajaran yang bersifat akademik dan teori akan dikontekstualisasikan menjadi vokasional. Misalnya matematika teori menjadi materi matematika terapan. Kedua, akan diadakan magang selama minimal 1 semester atau lebih. Ketiga, selama 3 semester akan ada mata pelajaran project base learning dan ide kewirausahaan. Keempat, adanya pelajaran pilihan selama 3 semester, misalnya untuk siswa jurusan Mesin dapat mengambil mata pelajaran pilihan marketing. Kelima, akan ada co curiculer wajib di tiap semester seperti membangun desa (www.antaranews.com).

Perubahan kurikulum ini bertujuan untuk mempersiapkan anak didik untuk siap bekerja setelah lulus. Tujuan dari pendidikan SMK dinilai baik karena membentuk lulusan yang kompeten, unggul dan sesuai dengan kebutuhan Industri. Dengan adanya gambaran lapangan kerja yang luas di bidang Industri, menjadi peningkatan jumlah anak didik yang memilih meneruskan di Sekolah Menengah Kejuruan.

Peningkatan jumlah lulusan siap kerja memberi keuntungan bagi dunia industri dan korporasi. Perusahaan akan memperoleh tenaga kerja muda yang siap kerja namun dengan gaji yang lebih rendah dari pada tenaga kerja berpengalaman. Hal ini memberikan keuntungan bagi korporat untuk mengurangi biaya produksi dari segi sumber daya manusia.

Sistem pendidikan saat ini didasarkan pada kepentingan ekonomi semata. Sehingga tujuan pendidikannyapun berubah. Yaitu dari tujuan untuk mencetak sumber daya manusia yang berkualitas, berkarakter dan dapat memberikan manfaat untuk sesama manusia, berubah menjadi mencetak sumber daya manusia yang dapat memberikan manfaat untuk dunia industri. Dengan demikian maka pihak yang mendapat manfaat paling besar adalah para pemilik modal. Selain itu lemahnya peran negara dalam memberikan skill selama masa belajar siswa, menjadikan kepentingan perusahaan lebih dominan dalam mendidik para siswa SMK.

Inilah yang terjadi dalam sistem Kapitalisme. Pendidikan dengan asas ekonomi kapitalis, tidak mencetak anak didik menjadi generasi penerus bangsa yang memiliki inovasi, berdikari dan memberikan kemaslahatan bagi sesama. Hal ini dikarenakan selama masa pendidikan lebih diarahkan mementingkan terpenuhinya kebutuhan diri sendiri. Yaitu dengan ditanamkan pada orientasi bekerja setelah lulus.

Negeri dan bangsa yang maju, sejatinya membutuhkan sistem pendidikan yang tidak hanya mencetak lulusan yang siap bekerja sebagai pekerja industri. Namun lulusan yang memiliki ketrampilan di berbagai bidang kehidupan di masyarakat, mampu berdikari, menciptakan peluang usaha dan tidak hanya bergantung pada korporat. Sistem pendidikan seperti ini dapat diterapkan dengan menggunakan sistem pendidikan Islam.

Sistem pendidikan vokasi berasas sistem pendidikan Islam akan meyiapkan anak didik menjadi tenaga ahli dalam bidang teknologi modern. Kurikulum yang diberikan tidak hanya fokus pada ketrampilan kerja semata. Namun membekali anak didik dengan tsaqofah Islam dan berbagai ilmu pengetahuan dasar lainnya. Hal ini mampu menjadikan anak didik memiliki kepribadian Islam, dapat berinteraksi baik dengan lingkungan, baik sesama manusia ataupun dengan alam dan makhluk hidup lainnya. Selain itu pendidikan dalam Islam juga mempersiapkan anak didik ke jenjang pendidikan lebih lanjut untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dasar yang didapat menjadi inovasi yang memberi kemaslahatan bagi umat. Dari penjelasan ini dapat digambarkan lulusan vokasi dengan sistem pendidikan Islam. Yaitu sistem pendidikan yang menyiapkan seseorang tidak hanya sebagai seorang yang siap bekerja. Namun siap untuk memimpin, berkarya dan memberikan kontribusi untuk umat.

Post a Comment for "Wajah Baru Dunia Pendidikan, benarkah untuk kemajuan bangsa?"