Utang Kian Membesar, Rakyat Kian Terkapar

utang indonesia 2021

Paradoks kondisi kekayaan wilayah dengan keuangan negara dan kesejahteraan masyarakat diakibatkan sistem kapitalisme yang diadopsi oleh negeri ini. Kapitalisme telah membuat kekayaan sumber daya alam dikuasai oleh pihak swasta terlebih utama swasta asing atas nama investasi

Penulis : Sri Indrianti (Pemerhati Sosial dan Generasi)

Berdasarkan letak geografis, Indonesia berada di antara Benua Australia dan Benua Asia serta di antara Samudera Hindia dan Samudera Pasifik. Posisi strategis ini memberikan keuntungan bagi Indonesia. Yakni memiliki dua musim hujan dan kemarau yang mampu menghantarkan Indonesia menjadi negara agraris terkemuka.

Indonesia juga kaya akan sumber daya alam. Hampir di semua wilayah terdapat sumber daya alam yang memberikan banyak manfaat bagi kehidupan manusia. Mulai dari kekayaan flora dan fauna sampai sumber daya alam berupa gas dan barang tambang.

Sayangnya, kekayaan yang menjadi aset negeri berbanding terbalik dengan kondisi keuangan negara dan kesejahteraan masyarakat. Bisa dikatakan masyarakat Indonesia miskin di negerinya yang kaya raya makmur subur gemah ripah loh jinawi. Bahkan, negeri ini memiliki utang yang membubung tinggi.

Dilansir dari viva.co.id pada 24 Desember 2020 bahwa utang Indonesia nyaris menyentuh angka Rp 6.000 Triliun. Nilai yang cukup fantastis. Dengan tingginya nominal utang tersebut, Indonesia masuk dalam jajaran sepuluh negara dengan utang terbesar di dunia.

Utang Kian Mencekik

Paradoks kondisi kekayaan wilayah dengan keuangan negara dan kesejahteraan masyarakat diakibatkan sistem kapitalisme yang diadopsi oleh negeri ini. Kapitalisme telah membuat kekayaan sumber daya alam dikuasai oleh pihak swasta terlebih utama swasta asing atas nama investasi. Padahal investasi asing tidak memberikan dampak signifikan terhadap pemasukan negara. Sebaliknya, dengan rakusnya pihak swasta utamanya swasta asing mengeksploitasi sumber daya alam tersebut.

Keuntungan dari eksploitasi sumber daya alam hanyalah dinikmati oleh segelintir pihak yakni oligarki. Sedangkan masyarakat alih-alih mendapatkan keuntungan, pemangku kebijakan justru mencekik dengan berbagai tarikan. Termasuk menaikkan tarif pajak demi menambah pemasukan negara yang tidak seberapa dibandingkan dengan nominal kekayaan sumber daya alam yang melimpah.

Utang pun menjadi pemasukan negeri "kaya" ini. Utang dan pajak tepatnya. Jeratan utang inilah yang menjadi kekuatan negara pemberi utang untuk memudahkan menyetir kebijakan negeri ini. Bahkan dengan utang segunung inilah pemangku kebijakan bak drakula penghisap darah rakyat tanpa ampun. Rakyat terkapar menjadi korban kebengisan nafsu oligarki.

Islam Membebaskan Utang

Utang negara merupakan masalah sistemik. Sesuatu yang mustahil jika masih menggunakan sistem kapitalisme, maka utang negeri ini akan terselesaikan secara tuntas. Alih-alih tuntas, Yang ada Utang malah kian menggunung.

Solusi dari permasalahan utang yang menjerat negeri ini yakni dengan membuang kapitalisme pada tempat sampah. Kemudian menggantinya dengan Islam. Islam di bawah naungan Khilafah akan dengan mudah membebaskan lilitan utang yang hampir mendera di seluruh negeri kaum muslimin.

Khilafah akan menghitung ulang nominal utang pokok (tanpa bunga) yang menjerat negeri-negeri kaum muslimin termasuk Indonesia. Kemudian dipisahkan yang menjadi utang negara dengan utang yang dimiliki oleh pihak swasta. Setelah itu, Khilafah akan menghitung jumlah nominal kekayaan sumber daya alam yang telah dikeruk secara rakus oleh swasta asing. Bisa jadi setelah dilakukan penghitungan ulang, antara jumlah nominal kekayaan yang dikeruk selama puluhan tahun dengan jumlah utang yang menyentuh angka Rp 6.000 triliun akan lebih banyak nominal kekayaan yang sudah dikeruk. Sehingga Khilafah tidak akan membayar utang tersebut.

Khilafah tidak akan gentar dengan gertakan negara pemberi utang. Sebab Khilafah adalah negara independen yang tak ada satupun negara berhak mengatur kebijakan yang ditetapkan.

Khilafah memiliki tiga pos pemasukan negara. Yakni pos fa'i dan kharaj, pos kepemilikan umum, dan pos zakat. Dari ketiga pos ini jika betul-betul dengan pengelolaan tepat maka akan memberikan kesejahteraan pada masyarakat. Terlebih masyarakat juga mendapatkan jaminan kesehatan, pendidikan, dan keamanan. Rindukah kita umat Islam dengan tegaknya Khilafah?

Wallahu a'lam bish showab

COMMENTS

Name

afkar,5,agama bahai,1,Agraria,2,ahok,2,Analysis,50,aqidah,9,artikel,13,bedah buku,1,bencana,23,berita,49,berita terkini,228,Breaking News,8,Buletin al-Islam,13,Buletin kaffah,54,catatan,5,cek fakta,2,Corona,122,curang,1,Dakwah,42,demokrasi,52,Editorial,4,Ekonomi,186,fikrah,6,Fiqih,16,fokus,3,Geopolitik,7,gerakan,5,Hukum,90,ibroh,17,Ideologi,68,Indonesia,1,info HTI,10,informasi,1,inspirasi,32,Internasional,3,islam,192,Kapitalisme,23,keamanan,8,keluarga,51,Keluarga Ideologis,2,kesehatan,83,ketahanan,2,khi,1,Khilafah,289,khutbah jum'at,3,Kitab,3,klarifikasi,4,Komentar,76,komunisme,2,konspirasi,1,kontra opini,28,korupsi,40,Kriminal,1,Legal Opini,17,liberal,2,lockdown,24,luar negeri,47,mahasiswa,3,Medsos,5,migas,1,militer,1,Motivasi,3,muhasabah,17,Musibah,4,Muslimah,87,Nafsiyah,9,Nasihat,9,Nasional,2,Nasjo,12,ngaji,1,Opini,3556,opini islam,87,Opini Netizen,1,Opini Tokoh,102,ormas,4,Otomotif,1,Pandemi,4,parenting,4,Pemberdayaan,1,pemikiran,19,Pendidikan,112,Peradaban,1,Peristiwa,12,pertahanan,1,pertanian,2,politik,320,Politik Islam,14,Politik khilafah,1,propaganda,5,Ramadhan,5,Redaksi,3,remaja,7,Renungan,5,Review Buku,5,rohingya,1,Sains,3,santai sejenak,2,sejarah,70,Sekularisme,5,Sepiritual,1,skandal,3,Sorotan,1,sosial,66,Sosok,1,Surat Pembaca,1,syarah hadits,8,Syarah Kitab,1,Syari'ah,45,Tadabbur al-Qur’an,1,tahun baru,2,Tarikh,2,Tekhnologi,2,Teladan,7,timur tengah,32,tokoh,49,Tren Opini Channel,3,tsaqofah,6,tulisan,5,ulama,5,Ultimatum,7,video,1,
ltr
item
Tren Opini: Utang Kian Membesar, Rakyat Kian Terkapar
Utang Kian Membesar, Rakyat Kian Terkapar
utang indonesia 2021
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgyIG_vbB3qy4NwThWFB8MFH9TV9QyShYdfr85PrFBRtV4h6510aJM5BmQJcE2-e4ugkMoPXZY9lgw0mgD2wWSCu0rz6QsTuaFRgHG7cWuLuOgAARpQww1PppGQRsL_NhN2iIFipYyfXhU/w640-h328/masker_resize_23.webp
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgyIG_vbB3qy4NwThWFB8MFH9TV9QyShYdfr85PrFBRtV4h6510aJM5BmQJcE2-e4ugkMoPXZY9lgw0mgD2wWSCu0rz6QsTuaFRgHG7cWuLuOgAARpQww1PppGQRsL_NhN2iIFipYyfXhU/s72-w640-c-h328/masker_resize_23.webp
Tren Opini
https://www.trenopini.com/2021/01/utang-kian-membesar-rakyat-kian-terkapar.html
https://www.trenopini.com/
https://www.trenopini.com/
https://www.trenopini.com/2021/01/utang-kian-membesar-rakyat-kian-terkapar.html
true
6964008929711366424
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share. STEP 2: Click the link you shared to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy