Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Songsong Abad Khilafah: Urgent Belajar Bahasa Arab

yusuf ayat 2 اِنَّاۤ اَنۡزَلۡنٰهُ قُرۡءٰنًا عَرَبِيًّا لَّعَلَّكُمۡ تَعۡقِلُوۡنَ.

Oleh: Sherly Agustina, M.Ag (Kontributor media dan pemerhati kebijakan publik)

Allah Swt. berfirman: "Sesungguhnya Kami telah jadikan Al-Quran dalam bahasa Arab supaya kalian memikirkannya.” (QS. Yusuf [12]: 2)

Siapapun yang mengaku sebagai pejuang Islam, pasti tahu hadis populer tentang akan kembalinya Khilafah di atas manhaj kenabian. Hadis tersebut diriwayatkan dari Hudzaifah ra.:

"Di tengah-tengah kalian terdapat zaman kenabian. Ia ada dan atas izin Allah akan tetap ada. Lalu Allah akan mengangkat zaman itu jika Dia berkehendak mengangkatnya. Kemudian akan ada Khilafah yang mengikuti manhaj kenabian. Ia ada dan atas izin Allah akan tetap ada. Lalu Allah akan mengangkat zaman itu jika Dia berkehendak mengangkatnya. Lalu akan ada kekuasaan yang zalim. Ia juga ada dan atas izin Allah akan tetap ada. Kemudian Allah akan mengangkat zaman itu jika Dia berkehendak mengangkatnya. Lalu akan ada kekuasaan diktator yang menyengsarakan. Ia juga ada dan atas izin Alah akan tetap ada. Selanjutnya akan ada kembali Khilafah yang mengikuti manhaj kenabian.” (HR Ahmad, Abu Dawud ath-Thayalisi dan al-Bazzar).

Hadis tersebut diriwayatkan oleh 25 sahabat, 39 tabi'in, dan 62 tabi'ut tabi'in. Hadis tentang berdirinya kembali Khilafah bukan hanya hadis ini saja. Jika melihat realitas yang ada, kaum muslim sedang melewati fase ke empat dalam hadis tersebut. Fase diktator yang menyengsarakan, sungguh Rasul tak pernah berdusta karena apa yang keluar dari mulutnya adalah wahyu semata (QS. An Najm: 3).

Ya, fase kepemimpinan diktator sedang terjadi. Kebijakan yang ada banyak menyengsarakan rakyat, ketidakadilan dan kedzaliman hal biasa terutama bagi kaum muslim. Banyak kriminalisasi ulama, ajaran Islam dan aktivis Islam. Pengesahan UU Omnibus Law, pelarangan ormas Islam, sertifikasi dai dan aturan konten khutbah adalah bagian dari kebijakan yang diktator.

Tapi ingat wahai kaum muslim, jika kedzaliman semakin merajalela insya Allah cahaya kemenangan akan semakin dekat. Ibarat seorang wanita yang sedang melahirkan, puncak kontrasksi di pembukaan 10 melahirkan bayi yang membuat bahagia. Kebahagiaan yang didapat setelah melewati kontraksi yang luar biasa, begitu juga dengan umat saat ini. Keyakinan akan kemenangan dan pertolongan Allah, yang membuat umat Islam kuat melewati segala bentuk ketidakadilan dan kedzaliman.

Artinya, fase kelima akan segera kita lewati. Maka, sikap umat Islam adalah menyambutnya dengan gembira. Dalam penyambutan itu, belajar bahasa Arab menjadi sesuatu yang urgent. Hal utama, Al Qur'an sebagai pedoman umat Islam diturunkan dalam bahas Arab. Ibnu Katsir rahimahullah berkata ketika menjelaskan surat Yusuf ayat 2:

”Karena bahasa Arab adalah bahasa yang paling fasih, paling jelas, paling luas, dan paling banyak pengungkapan makna yang dapat menenangkan jiwa. Oleh karena itu, kitab yang paling mulia ini (yaitu Al-Qur’an, pen.) diturunkan dengan bahasa yang paling mulia (yaitu bahasa Arab, pen.).”

Maka, tidak perlu diragukan lagi memang sudah seharusnya seorang muslim mencintai bahasa Arab dan berusaha menguasainya. Hadis Rasul dan kitab-kitab para ulama dari bahasa Arab. Ketika Khilafah tegak, Bahasa Arab menjadi bahasa persatuan dan internasional. Maka, mempersiapkan diri belajar Bahasa Arab sebelum Khilafah tegak adalah urgen.

Bukankah ingin naik level dari seorang muqallid menjadi mutabi'? Jika pun ingin menjadi seorang mujtahid, salah satu syaratnya adalah menguasai Bahasa Arab. Tentu bukan hal yang mudah, melakukan kebaikan itu memang sulit banyak sekali godaan dan ujiannnya. Apalagi jika sudah menikah dan punya anak, terasa begitu sulit mengatur waktu, tenaga, fikiran, dan sebagainya.

Rasanya tak mungkin, bisa mengulang belajar dengan fokus dan serius seperti masa muda. Ingatlah, lahir seorang imam dan ulama yang terkenal, hafidz, faqih fi ad ddin dari seorang ibu yang luar biasa. Maka, jika ingin melahirka generasi seperti para ulama, seorang ibu harus memberi contoh agar anak bisa meneladaninya. Bahwa walau usia sudah tua, semangat belajar seperti anak muda.

Bahasa Arab memiliki banyak kelebihan dibanding bahasa lain. Satu kata saja, bisa diubah ke banyak bentuk yang lain dari tinjauan ilmu Sharaf. Nilai sastra yang sangat tinggi, bahkan di masa dulu seorang sastrawan hebat dan terkenal bernama Tufail Ad Dausi masuk Islam. Rasa penasaran Tufail pada apa yang dibaca oleh Rasul, mengantarkan hidayah Allah hingga Tufail masuk Islam.

Tufail terkagum-kagum bahwa sastra yang dimiliki Al Qur'an begitu tinggi. Tak ada karya sastra yang mampu melebihi Al Qur'an. Banyak sekali bahasa sastra dalam Al Qur'an, ada kalanya Allah sampaikan dengan tegas berupa ancaman. Adakalanya Allah sampaikan dengan lembut tentang pahala dan surga. Semua ini bisa difahami jika faham Bahasa Arab.

Spirit menimba ilmu dari lahir hingga liang lahat terpatri bagi kaum muslim. Jika ingin dunia dengan ilmu, jika ingin akhirat dengan ilmu, dan jika ingin keduanya harus dengan ilmu. Learning never ending.

Allahu A'lam Bi Ash Shawab.

Post a Comment for "Songsong Abad Khilafah: Urgent Belajar Bahasa Arab"