Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Menanamkan Cinta Rasul Pada Anak

Lirik nyanyian Habibi Syech Abdul Qodir Assegaf di atas adalah salah satu lirik yang mengenalkan pada anak tentang keluarga nabi. Sebab seperti kata pepatah tak kenal maka tak sayang. Maka untuk melahirkan sayang dan cintanya anak-anak kepada Rasul Muhammad SAW adalah dengan mengenalkannya sejak usia dini. Salah satunya adalah dengan sholawat dan nyanyian Islami. Bahkan tuntunan Islam yang pertama kali saat lahir seorang anak adalah dengan mengumandangkan adzan. Dalam lafadz adzan ada nama nabi Muhammad, maka saat itulah anak mulai mendengar nama tuhan dan nabinya. Kemudian berlanjut pengenalan tersebut hingga dewasa.

Oleh : Verawati S.Pd (Pegiat Opini Islam dan Praktisi Pendidikan)

Abdullah nama ayahnya Aminah ibundanya
Abdul Mutholib kakeknya Abu Tholib pamannya
Khotijah istri setia Fatimah putri tercinta
Semua bernasab mulya dari Quraisy ternama

Lirik nyanyian Habibi Syech Abdul Qodir Assegaf di atas adalah salah satu lirik yang mengenalkan pada anak tentang keluarga nabi. Sebab seperti kata pepatah tak kenal maka tak sayang. Maka untuk melahirkan sayang dan cintanya anak-anak kepada Rasul Muhammad SAW adalah dengan mengenalkannya sejak usia dini. Salah satunya adalah dengan sholawat dan nyanyian Islami. Bahkan tuntunan Islam yang pertama kali saat lahir seorang anak adalah dengan mengumandangkan adzan. Dalam lafadz adzan ada nama nabi Muhammad, maka saat itulah anak mulai mendengar nama tuhan dan nabinya. Kemudian berlanjut pengenalan tersebut hingga dewasa.

Tidak hanya sekedar mengenalkan sosok nabi yang memiliki sifat-sifat yang mulia. Akan tetapi juga dikenalkan sosok Muhammad sebagai seorang pemimpin masyarakat dan Negara serta mengenalkan bagaimana perjuangannya dalam dakwah menyebarkan Islam. Dengan adanya cinta ini, maka akan mudah untuk meneladani nabi dan melaksanakan apa yang perintahkan serta menjauhi apa yang dilarang. Yang semuanya diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga nampak ciri khas seorang muslimnya.

Hal inilah yang harus diupayakan oleh para orang tua kepada anak-anaknya. Menancapkan akidah yang kuat sebagai batu pondasi. Sehingga kelak mereka menjadi generasi yang cinta pada Allah dan rasulnya dan agamanya serta generasi pemimpin peradaban dan dunia. Mereka yang akan membela kehormatan keluarga, agama dan negara serta umat muslim. Tentu cita-cita ini bukanlah hal yang mudah. Tantangan dan hambatan serta halangan datang dari berbagai sisi. Terlebih di tengah gempuran peradaban kapitalisme saat ini, yang terus berupaya menjauhkan generasi muda atau anak-anak dari Islam.

Salah satu parameternya adalah totonan yang ada di televisi. Banyak sekali tononan yang tidak mendidik anak. Dampaknya adalah anak akan menirukan apa yang dilihat di televisi. Seperti seks bebas, merokok, minum-minuman beralkohol dan lain sebagainya. Maka tak heran begitu banyak berita tentang anak-anak yang berperilaku buruk. Ditambah lagi dengan mudahnya akses internet didapat oleh anak. Tayangan youtobe menjadi hal yang lumrah di tangan anak melalui HP atau perangkat lainnya. Sehingga orangtua harus lebih ekstra dalam mendidik anak-anak.

Pendidikan keluarga terasa berat sebab minimnya peran negara. Bahkan sebaliknya isu terorisme dan fundamentalis kerap disematkan kepada keluarga atau anak-anak muslim. Sebagaimana dilansir oleh media CNNIndinesia.com (15/05/2018), ledakan bom di Surabaya beberapa waktu didalangi oleh oknum-oknum berpaham radikal. Dalam modus terbaru para teroris ini, mereka memanfaatkan anak-anak. Dalam kondisi tertentu, sebaran ajaran radikal menyusup ke berbagai jaringan dan lapisan masyarakat di tempat yang tak terduga.

Kondisi ini membuat para orang tua harus bekerja lebih ekstra dan harus kuat serta konsisten dalam mendidik anak-anaknya. Diantara hal yang mampu menguatkan orang tua adalah meluruskan niat. Niat mendidik anak karena Allah Swt. Dengan diawali niat ikhlas karena Allah, maka segala sesuatu akan terasa ringan dan akan menjadi dorongan kuat untuk mewujudkan generasi yang cinta rasul dan cinta syariah. Meluruskan niat berarti memahami bahwa sejatinya orang tua hanyalah orang yang diberikan amanah anak dan memiliki tanggungjawab supaya diakhirat kelak terjauh dari api neraka. Sebagaimana firmanNya.

“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (QS at Tahrim: 6)

Selanjutnya adalah menyadari dan memahami bahwa anak adalah penerus kehidupan selanjutnya. Jika saat ini mereka tidak diajarkan cinta pada rasulnya, lalu bagaimana dan siapa yang akan menjaga agama ini? Sunatullah perjuangan pasti akan menemui hambatan. Sebagaimana perjuangannya nabi dan para sahabat serta orang-orang sholeh sebelumnya. Maka sikap tawakkal dan sabar adalah tameng yang harus dipelihara dan dijaga. Ketika segala upaya sudah dilakukan maka hasilnya kita serahkan kepada Allah swt. Dengan terus berharap dan yakin bahwa Allah akan menolong hamba-Nya yang menolong agama-Nya.

Wallahu ‘Alam Bish-shawab

Post a Comment for "Menanamkan Cinta Rasul Pada Anak"