Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Kurikulum Sering Berubah, ke Mana Arah Pendidikan Generasi?

Kurikulum pendidikan di negeri ini terus berubah. Belum terlihat hasil satu kurikulum sudah berganti dengan kurukulum terbaru. Guru maupun siswa menjadi bingung akibat kurikulum berganti-ganti. Memasuki tahun 2021 kemendikbud akan menerapkan kurikulum merdeka belajar, akankah kurikukum terbaru ini mampu menghasilkan sumberdaya manusia yang diharapkan?

Aminah Darminah, S.Pd.I. (Muslimah Peduli Generasi)

Kurikulum pendidikan di negeri ini terus berubah. Belum terlihat hasil satu kurikulum sudah berganti dengan kurukulum terbaru. Guru maupun siswa menjadi bingung akibat kurikulum berganti-ganti. Memasuki tahun 2021 kemendikbud akan menerapkan kurikulum merdeka belajar, akankah kurikukum terbaru ini mampu menghasilkan sumberdaya manusia yang diharapkan?

Menurut kepala pusat kurikulum dan perbukuan kementrian pendidikan dan kebudayaan Maman Fathurrahman mengatakan kurikulum baru diterapkan tahun 2021/2022 ia mengatakan perbedaan kurikulum terbaru adalah penerapan konsep merdeka belajar di satuan pendidikan. Kurikulum baru akan menyesuaikan kebutuhan dan kemampuan tiap sekolah dan siswa. Dalam kurikukum baru tersedia beragam pilihan buku dan modul yang akan menyesuaikan kemampuan masing-masing siswa di sekolah (CNN Nasional, 4/9/2020)

Menurut ketua umum Dewan Pimpinan Pusat PKB Abdul Muhaimin Iskandar kondisi darurat pendidikan masih terjadi. Sepanjang pandemi covid-19 belum mampu tertangani dengan baik dan belum ada terobosan yang dilakukan Nadiem sebagai solusi dalam mengatasi darurat pendidikan nasional. Akibat krisis pendidikan nasional menyebabkan krisis yaitu lumpuh ilmu pengetahuan dan tehnologi dan lumpuhnya masa depan sdm dan masa depan nasib generasi penerus bangsa "Banyak stagnasi terjadi, kurikulum kita banyak yang terlambat, butuh penanganan" katanya (Okenews, 16/1/2021)

Tujuan diselenggarakannya pendidikan di Indonesia untuk mencerdaskan dan mengebangkan manusia Indonesia yang seutuhnya yang beriman bertaqwa kepada tuhan Yang Maha Esa, berbudi pekerti yang luhur, memiliki pengetahuan, keterampilan, kesehatan jasmani dan rohani, kepribadian mental, mandiri dan bertanggung jawab. Melihat tujuan pendidikan sekilas memang ideal tetapi, kenyataannya di lapangan ibarat jauh panggang dari api, lulusan pendidikan mayoritas tidak siap pakai, jauh dari akhkak yang mulia.

Melihat fakta pendidikan di negeri ini cukup miris, sebab kurikulum yang menjadi panduan proses belajar mengajar sering kali berubah-ubah sesuai kepentingan. Anak-anak negeri ini dididik tidak untuk menjadi agen perubahan, tetapi lebih banyak dididik untuk menjadi pekerja dengan menjadi buruh yang mendapatkan upah di bawah standar kecukupan hidup.

Berubahnya kurikulum setiap berganti pemerintahan hal yang wajar, sebab negeri ini mengemban sistem pemerintahan demokrasi sekuler yang liberalistik, sehingga sektor pendidikan pun tidak luput dari jerat-jerat para kapitalis. maka lahirlah kurikulum sesuai kepentingan pemilik modal, misalnya kurikulum merdeka belajar, tujuan penyelenggaraan pendidikan di setiap satuan sekolah disesuaikan dengan kemampuan siswa masing-masing.

Tujuan merdeka belajar agar para guru, peserta didik serta orang tua bisa mendapatkan suasana bahagia. Bagaimana suasana bahagia bisa tercipta jika biaya pendidikan mahal, infrastruktur pendidikan tidak memadai. Ditambah fokus pengembangan kemampuan kognitif siswa mampu kritis dan analisa yang baik, bagaimana mungkin akan tercapai jika terganjal dengan aturan yang ada misalnya orang yang kritis dianggap melawan pemerintah.

Melihat fakta pendidikan di negeri ini antara konsep dan parakteknya tidak sejalan, kurikulum terus berubah maka butuh solusi tuntas agar permasalahan pendidikan yang terus terjadi bisa diselesaikan.

Pada masa kejayaan Islam pendidikan menjadi salah satu mercusuar dunia. Negara menyediakan pendidikan yang bebas biaya sekaligus memiliki konsep yang jelas dalam pelaksanaan pendidikan sebagai berikut:

Pertama, asas pendidikan adalah aqidah Islam. aqidah menjadi dasar kulikulum dan berkonsekwensi ketaatan pada syariah Islam. Pendidikan dianggap berhasil jika mampu menjadikan peserta didik terikat kepada syariat Islam.

Kedua, tujuan pendidikan mengembangkan manusia yang berkpibadian Islam. Menguasai tsaqofah Islam, menguasa sain dan tehnologi yang memadai.

Ketiga, kurikulim yang diberlakukan sesuai dengan tujuan pendidikan yang harus dicapai, melarang penerapan kurukulum yang menghambat atau bertentangan dengan pencapaian tujuan pendidikan. Kurikulum disusun berkelanjutan mulai dari jenjang pendidikan dasar, menengah dan perguruan tinggi. Negara menyediakan sarana dan prasana serta sumberdaya pendidikan dan tenaga pendidikan dengan kualifikasi yang dibutuhkan.

Keempat, manajemen SDM pendidik dan tenaga pendidikan. negara akan merekrut tenaga pendidik yang memiliki kualifikasi, berkepribadian Islam, memilki etos kerja yang baik, amanah dan kapabel menjalankan tugas mereka masing-masing.

Negara menyediakan fasilitas yang memungkinkan para pendidik trus mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan agar ilmu yang diajarkan selalu bisa mengikuti perkembangan zaman.

Demikianlah sistem pendidikan Islam memilii kurikulum yang sesuai dengan tujuam pendidikan yang berdiri di atas aqidah Islam, semata-mata untuk menghasilkan peserta didik yang terikat dengan syariat Islam dan menguasai sain tehnologi demi kemaslahatan Islam dan kaum muslimin.

Wallahualam.

Post a Comment for "Kurikulum Sering Berubah, ke Mana Arah Pendidikan Generasi?"