Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Islam Menjadi Inspirasi, Aspirasi dan Solusi

Dalam KBBI, literatur bermakna ilham. Sementara dari literatur lain, inspirasi diartikan suatu proses yang mendorong atau merangsang pikiran untuk melakukan sesuatu tindakan terutama melakukan sesuatu yang kreatif. Inspirasi merupakan suatu proses dimana mental dirangsang untuk melakukan tindakan setelah melihat atau mempelajari sesuatu yang ada di sekitar. Inspirasi dapat menjadikan sebuah motivasi bagi seseorang untuk mencapai tujuannya.

Oleh Hanin Syahidah

Menteri Agama (Menag) RI Yaqut Cholil Qoumas kembali menegaskan dan mengajak masyarakat di Tanah Air agar menjadikan agama sebagai sebuah inspirasi bukan aspirasi. Pemerintah dan semua elemen masyarakat diyakininya tidak ingin populisme Islam tersebut terus berkembang, karena dapat mengganggu kebinekaan Indonesia. (antaranews.com, 27/12/2020)

Pernyataan tersebut sungguh mengusik kaum muslim, terlebih akhir-akhir ini kaum muslim kerap diusik oleh pemangku negeri. Pernyataan yang dilontarkan tentu bukan tanpa makna. Ada maksud yang kemudian ingin dibangun, supaya masyarakat bisa selaras dengan pernyataan yang ia sampaikan.

Dalam KBBI, literatur bermakna ilham. Sementara dari literatur lain, inspirasi diartikan suatu proses yang mendorong atau merangsang pikiran untuk melakukan sesuatu tindakan terutama melakukan sesuatu yang kreatif. Inspirasi merupakan suatu proses dimana mental dirangsang untuk melakukan tindakan setelah melihat atau mempelajari sesuatu yang ada di sekitar. Inspirasi dapat menjadikan sebuah motivasi bagi seseorang untuk mencapai tujuannya. (kanalinfo.web.id, 17/9/2016)

Islam sebagai agama yang diturunkan oleh Allah Swt. membawa rahmat bagi seluruh alam, sebagaimana firman Allah:

"Dan Kami tidak mengutus engkau (Muhammad) melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi seluruh alam" (QS. Al anbiya': 107).

Islam sebagai agama yang diridai Allah, Zat pencipta alam semesta, sebagaimana firman Allah:

"Agama yang ada di sisi Allah hanya Islam
Sesungguhnya agama (yang diridhai) disisi Allah hanyalah Islam. Tiada berselisih orang-orang yang telah diberi Al Kitab kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka, karena kedengkian (yang ada) di antara mereka. Barangsiapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah maka sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya"
(QS. Al-Imran: 19)

"...Pada hari ini telah Aku sempurnakan agamamu untukmu, dan telah Aku cukupkan nikmat-Ku bagimu, dan telah Aku ridhai Islam sebagai agamamu... " (Al Maidah:3).

Maka cukuplah bagi mukmin, kabar dari Allah ini sebagai petunjuk dan inspirasi yang kuat untuk mengarungi hidup di belantara dunia ini. Ibadah kepada Allah sebagai tugas dia di dunia sebagaimana firman Allah Swt:

"Dan tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia kecuali untuk ibadah kepada-Ku." (QS. Adz-dzariyat: 56)

Iman adalah pondasi dasar bagi mukmin untuk berperilaku karena dia ingat nanti dia harus bertanggung jawab atas semua perbuatannya di dunia, Allah berfirman: "Tiap-tiap diri bertanggung jawab atas apa yang telah diperbuatnya" (QS. Al Mudatsir: 38)

Menurut bahasa ibadah adalah merendahkan diri, ketundukan dan kepatuhan akan aturan-aturan agama. Sedangkan menurut istilah syar'i, ibadah adalah suatu istilah yang mencakup segala sesuatu yang dicintai Allah dan diridhai-Nya, baik berupa perkataan maupun perbuatan, yang tersembunyi (batin) maupun yang tampak (lahir). (Id.m.wikipedia.org)

Sehingga semua yang dilakukan mukmin dan muslim itu adalah ibadah. Apakah terkait ibadah ritual (mahdah) ataukah nonritual (ghairu mahdhah). Allah Swt. akan meminta pertanggungjawaban semuanya di akhirat kelak. Keyakinan seorang muslim dia akan selamat ketika dia terikat dengan semua perintah Allah Swt. Allah menurunkan Alquran sebagai petunjuk bagi orang yang bertakwa agar mereka tidak tersesat, sebagaimana firman Allah:

"Kitab (Alquran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa" (QS. Al-Baqarah:2)

Sehingga rujukan mukmin adalah Alquran, di samping juga hadis, ijma' Sahabat dan qiyas. Itulah sumber-sumber syariat Islam untuk mukmin bertingkah laku. Maka sangat wajar jika mukmin akan selalu berbuat dengan menjadikan Islam ini sebagai inspirasi hidupnya untuk meraih kebahagiaan hidup yakni keridaan dari Allah, Zat yang menciptakan-nya.

Terkait dengan Islam sebagai aspirasi, Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) aspirasi bermakna harapan dan tujuan untuk keberhasilan pada masa yang akan datang.(lektur.id)

Umat Islam meyakini bahwa Alquran diturunkan Allah Swt. sebagai petunjuk/peringatan dan pemberi kabar gembira, firman Allah:

"Dan sebelum al-Qur’an itu telah ada kitab Musa sebagai petunjuk dan rahmat.Dan ini (Alquran) adalah kitab yang membenarkannya dalam bahasa Arab untuk memberi peringatan kepada orang-orang yang zalim dan memeri kabar gembira kepada orang-orang yang berbuat baik." (QS. Al-Ahqaaf (46): 12)

"Dan tidaklah Kami mengutus para rasul itu melainkan untuk memberi kabar gembira dan memberi peringatan. Barangsiapa yang beriman dan mengadakan perbaikan, maka tak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati." (QS. Al An'am (6): 48)

Katakanlah: "Ruhul Qudus (Jibril) menurunkan Alquran itu dari Tuhanmu dengan benar, untuk meneguhkan (hati) orang-orang yang telah beriman, dan menjadi petunjuk serta kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)" (QS. An-Nahl (16): 102)

Dan janji Allah itu pasti, sebagaimana firman-Nya:

"Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa dimuka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentausa. Mereka tetap menyembahku-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. Dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik." (QS. an-Nur: 55)

Allah telah menjanjikan bahwa Islam akan berkuasa seperti halnya dulu pernah berkuasa selama 13 abad lamanya dengan bersumber kepada Alquran dan hadis, dalam sebuah hadis Rasulullah bersabda:

"Dahulu Bani Israil dipimpin oleh para Nabi. Setiap kali seorang nabi wafat maka diganti oleh nabi yang lain. Dan sesungguhnya tidak ada Nabi setelahku, yang ada adalah para khalifah dan mereka semakin banyak…" (HR. Al-Bukhari)

Dari Hudzaifah r.a., ia berkata: Rasulullah ﷺ bersabda:

"Di tengah-tengah kalian terdapat zaman kenabian, atas izin Allah ia tetap ada. Lalu Dia akan mengangkatnya jika Dia berkehendak mengangkatnya. Kemudian akan ada Khilafah yang mengikuti manhaj kenabian. Ia ada dan atas izin Allah ia akan tetap ada. Lalu Dia akan mengangkatnya jika Dia berkehendak mengangkatnya. Kemudian akan ada kekuasaan yang zhalim; ia juga ada dan atas izin Allah ia akan tetap ada. Lalu Dia akan mengangkatnya jika Dia berkehendak mengangkatnya. Kemudian akan ada kekuasaan diktator yang menyengsarakan; ia juga ada dan atas izin Alah akan tetap ada. Selanjutnya akan ada kembali Khilafah yang mengikuti manhaj kenabian." (HR. Ahmad)

Ini adalah kabar gembira dari Nabi akan hadirnya kembali kekuasaan Islam sebagaimana juga Allah telah menjelaskan dalam firman-firman-Nya yang telah disebutkan di atas. Maka sangat wajar jika mukmin meyakini bahwa Islam selain sebagai inspirasi hidup juga sebagai aspirasi karena dia hendak menjadikan Islam sebagai sumber pijakan dan petunjuk arah dalam kehidupan dia di dunia ini. Terlebih setelah mulai bobroknya tata aturan buatan manusia yakni demokrasi Kapitalisme yang dibangun dengan asas sekulerisme di dunia ini. Kian menjadikan Islam sebagai solusi yang tepat untuk mengangkat manusia dari keterpurukan yang berkepanjangan.

Islam pernah diterapkan selama 1300 tahun dengan wilayah yang membentang luas sampai 2/3 dunia yang berisi berbagai macam manusia suku, bangsa dan warna kulit dari jazirah Arab, Afrika, Asia bahkan Eropa semua bisa disatukan dengan Islam tanpa ada perbedaan. Islam menjadikan perbedaan mereka layaknya sebuah orkestra kehidupan yang indah. Karena sejatinya mereka memiliki potensi kehidupan yang sama, memiliki kebutuhan yang sama sampai kapan pun. Yang berbeda dan berubah-ubah hanya sarana dan prasarana pemenuhan kebutuhannya saja yang itu bisa dikreasikan dengan kecerdasan akal yang mereka punya sebagai anugerah dari Allah Swt. Hanya saja, tetap bahwa Allah sudah membuat batasan- batasannya dalam syariat yang Dia turunkan. Itulah kesempurnaan Islam.

Pada masa Rasulullah saw. beliau mempersaudarakan antara kaum Anshar (Madinah)dan Muhajirin (Makkah). Selanjutnya membuat perjanjian dengan Yahudi baik di dalam dan di luar Madinah, termasuk kepada bani-bani yang di luar Madinah, dilanjutkan dengan perluasan kekuasaan yang dilakukan Khulafaur Rasyidin sampai di wilayah persi dan Romawi yang masa itu merupakan negara-negara adikuasa di zamannya, tapi ternyata bisa bertekuk lutut dalam kekuasaan Islam.

Kepemimpinan Islam berlanjut sepeninggal Rasulullah, yakni oleh Khulafaur Rasyidin dilanjutkan kekuasaan Khalifah Bani Umayyah, Khalifah Bani Abbasiyah dan dilanjutkan yang terakhir adalah Khalifah Utsmaniyah yang diruntuhkan oleh seorang keturunan Turki yang bekerjasama dengan Inggris tahun 1924. Padahal wilayah Islam saat itu telah membentang luas sampai 2/3 dunia sekarang di sekat-sekat dengan bentuk negara bangsa (nasionalisme) menjadi wilayah kecil-kecil sekitar 50an negara, dimana nestapa selalu menghampiri umat Islam, konflik dan penderitaan umat Islam seakan tak pernah hilang dalam diri umat ini setelah perisai umat yakni Khilafah Islamiyyah ini runtuh.

Bagaimana saudara kita di Palestina yang terus dijajah dan dicaplok wilayahnya oleh Yahudi Israel, saudara kita di Suriah yang dibombardir habis-habisan, saudara kita di Rohingya yang terusir dari negaranya, termasuk juga negeri kita tercinta Indonesia ini dengan penduduk mayoritas Islam tapi setiap hari kita disuguhkan dengan Islamofobia yang berkepanjangan. Ormas-ormas Islam yang tidak sejalan dengan kekuasaan satu per satu dibubarkan bahkan dimusuhi. Isu terorisme dan radikal selalu didengungkan, sepertinya Islam harus dimusuhi dimana pun berada dan masih banyak lagi. Maka bagaimana mungkin umat Islam diam dengan kondisi semacam ini? Bahkan hanya sekadar berharap akan kesejahteraan yang akan teraih dengan bangkitnya Islam saja sepertinya sebagai sesuatu yang dilarang saat ini.

Sungguh ironi demokrasi satu sisi ide kebebasan dan HAM diagungkan tapi tidak untuk Islam. Sungguh ide yang palsu. Makanya sungguh bagi mukmin dan muslim tidak ada yang lain dan tidak bukan Islamlah sumber inspirasi, aspirasi dan solusi dalam seluruh problematika yang dihadapinya. Karena Islam langsung dari Allah dan penjamin langsung adalah Zat Maha Pencipta manusia yang tahu betul bagaimana manusia itu. Cukuplah kabar gembira dari Allah sebagai pelipur lara umat sekarang ini, bahwa Islam akan dimenangkan dari agama lainnya meskipun orang kafir dan musyrik benci.

"Dialah yang mengutus Rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang benar, untuk memenangkannya di atas segala agama meskipun orang-orang musyrik membencinya"(QS. Ash Shaff [61]: 9).

Post a Comment for "Islam Menjadi Inspirasi, Aspirasi dan Solusi"