Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

KITAB SUCI AL-QUR'AN ADALAH PETUNJUK, BERKEDUDUKAN TINGGI SUCI DAN MULIA. MENGAPA HARUS BERGESER KEPADA AYAT KONSTITUSI

Al- Qur'an adalah kitab suci yang Allah SWT turunkan kepada Nabiyullah Muhammad Saw untuk seluruh umat manusia. Keberadaannya dapat dibuktikan 100% kebenaranya sebagai Kalamullah melalui dalil aqli. Tatkala manusia menjadikan satu - satunya sumber pedoman dan petunjuk hidupnya maka dirinya mendapatkan cahaya yang dapat menyelamatkan kehidupan dunia maupun akhirat. Bahkan manusia yang telah melekat dengan Al Qur'an, Akhlaknya mulia, ucapanya selalu jujur, tawadhu, bijak, dan sebagainya. Bahkan dirinya tidak takut ancaman penjara atau mati karena menyuarakan kebenaran. Sebab dirinya yakin ada kehidupan kekal setelah kematian. Lebih takjubnya Lagi, tatkala Al Qur'an diterapkan secara kaffah melalui negara. maka dapat menyelamatkan manusia dari kesesatan dan kerusakan dunia akibat nafsu manusia.

Oleh : M Azzam Al Fatih | Penulis dan Aktivis Dakwah

Al- Qur'an adalah kitab suci yang Allah SWT turunkan kepada Nabiyullah Muhammad Saw untuk seluruh umat manusia. Keberadaannya dapat dibuktikan 100% kebenaranya sebagai Kalamullah melalui dalil aqli. Tatkala manusia menjadikan satu - satunya sumber pedoman dan petunjuk hidupnya maka dirinya mendapatkan cahaya yang dapat menyelamatkan kehidupan dunia maupun akhirat. Bahkan manusia yang telah melekat dengan Al Qur'an, Akhlaknya mulia, ucapanya selalu jujur, tawadhu, bijak, dan sebagainya. Bahkan dirinya tidak takut ancaman penjara atau mati karena menyuarakan kebenaran. Sebab dirinya yakin ada kehidupan kekal setelah kematian. Lebih takjubnya Lagi, tatkala Al Qur'an diterapkan secara kaffah melalui negara. maka dapat menyelamatkan manusia dari kesesatan dan kerusakan dunia akibat nafsu manusia.

Anehnya, Kitab Suci yang kedudukannya sangat mulia mau digeser kepada ayat yang rendah buatan manusia yang posisinya hanyalah sebagai makhluk bukan pencipta. Tentu hal ini sangat tidak relevan dan sembrono karena terkesan merendahkan dan memposisikan lebih rendah dari ayat konstitusi yang dibuat atas kesepakatan manusia.

Dalam pandangan umum ayat konstitusi adalah ayat/ hukum yang dibuat oleh manusia dalam rangka menjalankan sistem pemerintahan. Inilah yang dinamakan demokrasi, di mana sistem ini lahir dari mabda kapitalisme yang asal muasal tegaknya karena kesepakatan dari para rohaniawan dan para intelektual. Yang kemudian diambil kesepakatan jalan tengah dan dicapailah Atauran pemisahan agama dari kehidupan sebagai solusi menjalankan sistem pemerintahan.

Membuat aturan untuk mengatur dan menghukumi dirinya sendiri merupakan ciri khas dari demokrasi. Menurut para pengusung dan penganutnya pula, semua dijalankan secara baik dan menghasilkan kepuasan bagi rakyat. Dari rakyat oleh rakyat dan untuk rakyat adalah semboyan yang mereka jadikan dasar dalam menjalankan sistem pemerintahan.

Walaupun sesungguhnya, semua itu hanya kedok kapital untuk menipu rakyat. Semboyan dari rakyat oleh rakyat dan untuk rakyat ternyata hanyalah gombal. Rakyat hanya dipakai alat untuk menapuk kepimpinan mereka dalam rangka menguasai sumber daya alam yang ada pada negeri - negeri lain, khususnya negeri muslim.

Seperti pada awal munculnya ideologi kapitalisme, yang semua ditempuh atas manfaat pada individu. Maka hukum yang dibuat dalam demokrasi tetaplah sebuah kepentingan , sampai kapanpun.

Tentunya ayat konstitusi yang dibuat demi kepentingan pribadi ataupun kelompok. Tidak akan memberi kemanfaatan sempurna justru membawa kerusakan yang nyata pada suatu negeri bahkan dunia. Kesejahteraan tidak terjamin, kemiskinan meningkat, kejahatan semakin merebak dari pencurian hingga korupsi, dari pelecehan hingga pembunuhan, dan lain - lain sebagainya.

Jika dilihat dari akal manusia yang sangat terbatas yaitu tidak dapat menjangkau zat-zat sang pencipta. Serta pada dirinya terdapat nafsu, jelas dalam membuat hukum tak lepas dari banyaknya kekurangan dan kepentingan pribadi.

Berbeda dengan ayat suci Al-Qur'an. ayat yang berasal dari sang Kholiq, pencipta sekaligus penguasa jagad raya. Ayat yang Allah SWT buat dalam rangka mengatur kehidupan manusia agar tidak rusak dan merusak. Ayat yang dapat mewujudkan Kehidupan yang menentramkan dan membahagiakan bukan kehidupan yang hancur akibat nafsu angkara manusia yang tiada puas.

Allah SWT yang bersifat Azali tidak berawal tidak pula berakhir, kekal selama. Tentu hukum yang Allah SWT turunkan akan membawa suatu negeri yang sejahtera, makmur, adil, aman, serta menjadikan rakyat yang mulia. Sebab ayat yang Allah SWT turunkan sesuai dan tepat untuk mengatur dunia. Maka tak heran manakala hukum Allah SWT diterapkan secara kaffah menjadikan rahmat semua alam termasuk manusia.

Ayat suci, bukanlah ayat yang hanya memberi maslahat dunia saja namun juga akhirat. Barang siapa yang menerapkan serta menjalankan dalam kehidupan dan dijadikan sebagai ikatan dalam setiap perbuatan, maka dia telah mendapatkan pahala yang Allah SWT janjikan. Allah SWT berfirman dalam Al Qur'an surat Al Zumar ayat 73 dan 74

وَسِيْقَ الَّذِيْنَ اتَّقَوْا رَبَّهُمْ اِلَى الْجَنَّةِ زُمَرًا ۗحَتّٰىٓ اِذَا جَاۤءُوْهَا وَفُتِحَتْ اَبْوَابُهَا وَقَالَ لَهُمْ خَزَنَتُهَا سَلٰمٌ عَلَيْكُمْ طِبْتُمْ فَادْخُلُوْهَا خٰلِدِيْنَ

"Dan orang-orang yang bertakwa kepada Tuhannya diantar ke dalam surga secara berombongan. Sehingga apabila mereka sampai kepadanya (surga) dan pintu-pintunya telah dibukakan, penjaga-penjaganya berkata kepada mereka, “Kesejahteraan (dilimpahkan) atasmu, berbahagialah kamu! Maka masuklah, kamu kekal di dalamnya.”

وَقَالُوا الْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ صَدَقَنَا وَعْدَهٗ وَاَوْرَثَنَا الْاَرْضَ نَتَبَوَّاُ مِنَ الْجَنَّةِ حَيْثُ نَشَاۤءُ ۚفَنِعْمَ اَجْرُ الْعٰمِلِيْنَ

"Dan mereka berkata, “Segala puji bagi Allah yang telah memenuhi janji-Nya kepada kami dan telah memberikan tempat ini kepada kami sedang kami (diperkenankan) menempati surga di mana saja yang kami kehendaki.” Maka (surga itulah) sebaik-baik balasan bagi orang-orang yang beramal."

Berbeda dengan ayat konstitusi, yang hanya tulisan hasil pemikiran manusia kemudian dijadikan hukum bagi manusia. Sama sekali tidak akan mendapatkan pahala dari Allah SWT, bahkan azab. sebab ia telah melampaui batas dari apa yang telah Allah SWT tetapkan. Bahwa yang berhak membuat hukum adalah Allah SWT. Sebagaimana firman Allah SWT dalam Al Qur'an surat Yusuf ayat 40

مَا تَعْبُدُوْنَ مِنْ دُوْنِهٖٓ اِلَّآ اَسْمَاۤءً سَمَّيْتُمُوْهَآ اَنْتُمْ وَاٰبَاۤؤُكُمْ مَّآ اَنْزَلَ اللّٰهُ بِهَا مِنْ سُلْطٰنٍۗ اِنِ الْحُكْمُ اِلَّا لِلّٰهِ ۗاَمَرَ اَلَّا تَعْبُدُوْٓا اِلَّآ اِيَّاهُ ۗذٰلِكَ الدِّيْنُ الْقَيِّمُ وَلٰكِنَّ اَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُوْنَ

"Apa yang kamu sembah selain Dia, hanyalah nama-nama yang kamu buat-buat baik oleh kamu sendiri maupun oleh nenek moyangmu. Allah tidak menurunkan suatu keterangan pun tentang hal (nama-nama) itu. Keputusan itu hanyalah milik Allah. Dia telah memerintahkan agar kamu tidak menyembah selain Dia. Itulah agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui"

Berdasarkan Fitroh dan kemaslahatan yang ditimbulkan dari sebuah ayat maka ayat suci diatas ayat konstitusi. Ayat suci lebih mulia, sebab dapat menyelamatkan manusia baik di dunia maupun akhirat. Olehkarena itu sepantasnya ayat suci diperlakukan secara mulia dan dengan penuh adab. Serta dijaga dengan cara mengamalkan dan mendakwahkanya. Agar ayat suci tersebut terjaga Sampai hari akhir nanti.

Wallahu'Alam Bhishowwab

Post a Comment for "KITAB SUCI AL-QUR'AN ADALAH PETUNJUK, BERKEDUDUKAN TINGGI SUCI DAN MULIA. MENGAPA HARUS BERGESER KEPADA AYAT KONSTITUSI"