Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

"212" MOMEN SEJARAH YANG TIDAK TERLUPAKAN

Reuni mujahid 212, sebuah event Akbar yang melibatkan berbagai ormas Islam di negeri ini. Agenda rutin yang diadakan setiap tanggal 2 Desember, meski untuk tahun ini tidak seperti biasanya yakni hanya mengadakan pertemuan 100 tokoh dan ulama karena terhalang oleh masa pandemi Corona.

Oleh : M Azzam Al Fatih | Alumni mujahid 212

212 adalah momen sejarah yang tidak terlupakan. Jutaan umat islam berkumpul menjadi satu atas panggilan aqidah di Monas Jakarta. Mereka bergerak Atas inisiatif sendiri tanpa ada komando, dan dengan biaya sendiri.

Sebuah momen yang dipicu atas penghinaan Al Qur'an oleh Ahok pada tanggal 27 September 2016 di hadapan Warga pulau Pramuka kepulauan seribu. Ia menyinggung Al Qur'an surat Al maidah ayat 51,yang menganggap bahawa dirinya dibohongi pakai Al Qur'an. Yang akhirnya,memicu kemarahan umat islam dengan melakukan aksi besar - besaran diberbagai kota, dan puncaknya di Monas Jakarta. Hingga berjilid- jilid dan menorehkan sejarah yang tidak terlupakan bagi kaum muslimin. Sehigga peristiwa ini selalu diadakan setiap tahun dengan tema " Reuni 212".

Reuni mujahid 212, sebuah event Akbar yang melibatkan berbagai ormas Islam di negeri ini. Agenda rutin yang diadakan setiap tanggal 2 Desember, meski untuk tahun ini tidak seperti biasanya yakni hanya mengadakan pertemuan 100 tokoh dan ulama karena terhalang oleh masa pandemi Corona.

Namun hal ini tidak mengurangi ghiroh para mujahid dan Mujahidah yang rela berkorban segalanya. Karena mereka bangga dan bersyukur bahwa momen ini merupakan momentum persatuan umat muslim Indonesia. Mereka datang dari penjuru tanah air, ada yang naik pesawat, kereta, bus, sepeda motor, dan ada pula yang berjalan kaki dengan menempuh perjalanan berhari - hari. Tak memandang warna kulit dan suku untuk menyatu dalam dekapan ukhuwah.

Agenda akbar yang dihadiri jutaan umat muslim ini membuktikan dunia, bahwa ruh jihad umat Islam masih tertanam dalam hati. Yang setiap saat akan bangkit untuk berjihad tatkala ada komando sang Kholifah, yang selalu dinantikan kedatangannya.

Menghadiri reuni Akbar adalah panggilan iman dan islam Yang selalu dinistakan oleh segelintir orang. Mereka bangkit dan melawan atas ketidakadilan kasus yang selalu menyudutkan umat islam. Perjuangan dan pengorbanan yang tidak bisa dihitung oleh materi, merupakan wujud keseriusan untuk membela Agama. Meninggalkan pekerjaan dan kenikmatan dunia merupakan bukti ruh jihad mulai berkobar.

Lautan manusia yang memutihkan Jakarta membuat haru dan pilu setiap insan yang menyaksikan acara tersebut. Sesekali pekikan takbir menggema disudut kota, menggetarkan para munafiqun, menggoyahkan benteng para Kafirun, dan membangkitkan ruh jihad para mujahid dan Mujahidah yang dirindukan surga.

Tak ketinggalan pula, emak - emak yang biasa didapur, ikut ambilbagian dalam acara Akbar tahunan ini. Datang dan memberikan sumbangsih yang dia punya dan semampunya. Tangisan haru pun mewarnai peserta aksi sesekali memandang kakek - kakek dan nenek - nenek yang iklas ikut berjuang membela agama dengan menyuarakan pekikan takbir seraya membawa bendera tauhid yang dia cintai. Mungkin fisiknya lemah namun pada dirinya tersimpan kobaran semangat bela agama yang mungkin tidak dipunyai oleh kalangan muda.

Anak - anak kecil pun berlarian menenteng panji Ar Roya' dengan gagah dan berani meneriakkan bela islam. Pekikan takbirnnya membuat haru dan meneteskan air mata orang tuanya tanda bahwa buah hatinya merupakan calon mujahid dan Mujahidah yang siap mati demi agama.

Mereka semua tumpah ruah menjadi satu dengan niat dan tekad yang sama " bela Islam". Hal ini dilakukan demi kerinduannya terhadap kemuliaan islam yang pernah berjaya selama berabad - abad memayungi 2/3 dunia. Rindu sosok Muhammad yang yang telah memberikan cahaya kebenaran. Yang namanya selalu melekat pada diri seorang muslim, yang namanya selalu terucap setiap hari, dan rindu atas perjuangannya menegakkan kalimat Allah SWT.

Mereka pun rindu para syuhada yang syahid di Medan pertempuran. Rindu atas perjuangannya yang rela meninggalkan anak, istri dan kebahagiaan bersama keluarganya. Rindu akan keikhlasan dan semangatnya demi kejayaan dan kemuliaan Islam.

Kini kerinduannya selalu terobati dengan event Akbar tahunan, untuk bersama - sama berjuang membela agama dan para ulama yang didzolimi. Kedatangannya untuk melepas rindu terhadap para syuhada' yang telah berkorban.

Pengorbanannya untuk hadir direuni ini atau mengingat 212 untuk memupuk ghiroh perjuangan. untuk ikut merasakan bagaiman sengetnya pertempuran mujahid diperang Uhud. walau tidak sebanding dengan pengorbanan para syuhada'. Terik matahari yang menyengat dan keringat membasahi tubuhnya. wujud rindu atas perih dan pedihnya Medan pertempuran perang Uhud yang menumpahkan darah para pembela islam, menggugurkan para syuhada', dan luka pada diri Rasulullah SAW.

Semoga 212 menjadikan momen yang terindah bersama istri dan keluarga untuk menjadikannya spirit cinta Allah, Rosululloh, para syuhada', ulama, dan para pembela Islam. Dan kemudian menjadikan semangat dalam dakwah, mewujudkan izzul Islam wal muslimin.


Wallahua'lam bishowwab

Post a Comment for ""212" MOMEN SEJARAH YANG TIDAK TERLUPAKAN"