TUMBAL PILKADA SAAT PANDEMI

pilkada covid19

Sepertinya, saat ini rakyat yang harus berfikir waras untuk melindungi kesehatan dan jiwanya dari bahaya infeksi virus Covid-19 secara mandiri. Sebab, meskipun banyak pihak menyarankan Pilkada ditunda, nampaknya rezim akan tetap ngotot melaksanakannya.
Oleh : Ahmad Khozinudin | Sastrawan Politik

Sepertinya, saat ini rakyat yang harus berfikir waras untuk melindungi kesehatan dan jiwanya dari bahaya infeksi virus Covid-19 secara mandiri. Sebab, meskipun banyak pihak menyarankan Pilkada ditunda, nampaknya rezim akan tetap ngotot melaksanakannya.

Rakyat juga tak boleh berpraduga, kelak rezim akan merasa bersalah dan meminta maaf jika akhirnya banyak rakyat yang tumbang akibat terinfeksi virus karena ikut gelaran Pilkada. Sebab, untuk 900 an nyawa atau lebih tepatnya 894 Petugas KPPS Meninggal Dunia pada Pemilu 2019, rezim dengan entengnya menyebut penyebab kematian karena kelelahan.

Saat nanti banyak rakyat yang meninggal dunia, baik anggota KPPS, Peserta Pilkada, Partai, Saksi hingga para pemilih, rezim mudah saja menyatakan itu karena tidak taat pada protokol kesehatan. Mereka meninggal karena Covid-19.

Jadi jangan nekat ikut Pilkada, kemudian saat ada yang menjadi korban dapat meminta pertanggungjawaban rezim. Jangan. Nyawa rakyat akan melayang sia-sia.

Yang paling tepat, adalah berfikir jernih, rasional dan objektif. Apa untungnya ikut Pilkada ? Sedang mudhorotnya, berpotensi terinfeksi virus Corona.

Dari sejak awal Pilkada hingga saat ini, gawe rebutan kekuasaan di daerah ini hanya menghasilkan pemenang kontes kekuasaan di daerah. Baik mereka pendatang baru, atau incumbent yang berkuasa lagi.

Tidak pernah ada, sehabis Pilkada rakyat sejahtera, kaya raya, hidup mewah, tentram adil sejahtera. Yang ada, pasca Pilkada selalu berujung sengketa, baik sengketa hukum di MK maupun sengketa sosial dengan terjadinya berbagai kerusuhan akibat calonnya kalah.

Selalu saja, ada kecurangan dan ada kekerasan akibat ketidakpuasan hasil Pilkada. Calon yang kalah, ada yang banyak utang, stress hingga meninggal dunia.

Jadi, ditinjau dari perspektif apapun Pilkada tak ada manfaatnya bagi rakyat. Pilkada, hanyalah ajang perebutan kekuasaan di daerah.

Apalagi jika ditinjau dalam perspektif Syara'. Jelas, pilkada bukanlah sarana untuk memilih pemimpin yang akan menerapkan Al Qur'an dan as Sunnah. Pilkada adalah bagian dari demokrasi yang mengokohkan sekulerisme.

Padahal, fatwa MUI dengan tegas menyatakan bahwa sekulerisme jelas haram dalam pandangan Islam. Sekulerisme, adalah paham yang mengesampingkan hukum Allah SWT dalam urusan berbangsa dan bernegara.

Sebelum terlambat, sebelum anda menjadi tumbal Pilkada ditengah pandemi, sebaiknya tinjau ulang keterlibatan Anda dalam Pilkada. Apalagi jika anda Calon Kepala Daerah, sebaiknya Anda segera mundur. Sebab, jika ada anggota masyarakat mati karena terkena virus saat ikut Pilkada, anda juga kebagian dosanya. [].

COMMENTS

Name

afkar,5,agama bahai,1,Agraria,1,ahok,2,Analysis,50,aqidah,8,artikel,13,bedah buku,1,bencana,21,berita,47,berita terkini,228,Breaking News,8,Buletin al-Islam,13,Buletin kaffah,54,catatan,5,cek fakta,2,Corona,122,curang,1,Dakwah,42,demokrasi,52,Editorial,4,Ekonomi,177,fikrah,4,Fiqih,12,fokus,2,Geopolitik,6,gerakan,5,Hukum,87,ibroh,17,Ideologi,68,Indonesia,1,info HTI,10,informasi,1,inspirasi,32,Internasional,3,islam,192,Kapitalisme,23,keamanan,8,keluarga,39,Keluarga Ideologis,2,kesehatan,77,ketahanan,2,khi,1,Khilafah,287,khutbah jum'at,3,Kitab,3,klarifikasi,4,Komentar,76,komunisme,2,konspirasi,1,kontra opini,24,korupsi,39,Kriminal,1,Legal Opini,17,liberal,2,lockdown,24,luar negeri,46,mahasiswa,3,Medsos,5,migas,1,militer,1,Motivasi,3,muhasabah,16,Musibah,4,Muslimah,77,Nafsiyah,8,Nasihat,9,Nasional,2,Nasjo,12,ngaji,1,Opini,3397,opini islam,86,Opini Netizen,1,Opini Tokoh,102,ormas,4,Otomotif,1,Pandemi,4,parenting,3,Pemberdayaan,1,pemikiran,19,Pendidikan,106,Peradaban,1,Peristiwa,10,pertahanan,1,pertanian,2,politik,314,Politik Islam,13,Politik khilafah,1,propaganda,5,Ramadhan,3,Redaksi,3,remaja,7,Renungan,5,Review Buku,5,rohingya,1,Sains,3,santai sejenak,2,sejarah,69,Sekularisme,5,Sepiritual,1,skandal,3,Sorotan,1,sosial,62,Sosok,1,Surat Pembaca,1,syarah hadits,8,Syarah Kitab,1,Syari'ah,44,Tadabbur al-Qur’an,1,tahun baru,2,Tarikh,2,Tekhnologi,2,Teladan,7,timur tengah,31,tokoh,49,Tren Opini Channel,3,tsaqofah,6,tulisan,5,ulama,5,Ultimatum,7,video,1,
ltr
item
Tren Opini: TUMBAL PILKADA SAAT PANDEMI
TUMBAL PILKADA SAAT PANDEMI
pilkada covid19
https://1.bp.blogspot.com/-uPqNe2NHa0U/X20h0lLDA3I/AAAAAAAAJ6A/C3-cS2UQsDc0Z7MpCqBwIVCASqiVHkTdACLcBGAsYHQ/w640-h336/PicsArt_09-25-05.45.11_compress89.webp
https://1.bp.blogspot.com/-uPqNe2NHa0U/X20h0lLDA3I/AAAAAAAAJ6A/C3-cS2UQsDc0Z7MpCqBwIVCASqiVHkTdACLcBGAsYHQ/s72-w640-c-h336/PicsArt_09-25-05.45.11_compress89.webp
Tren Opini
https://www.trenopini.com/2020/09/tumbal-pilkada-saat-pandemi.html
https://www.trenopini.com/
https://www.trenopini.com/
https://www.trenopini.com/2020/09/tumbal-pilkada-saat-pandemi.html
true
6964008929711366424
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share. STEP 2: Click the link you shared to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy