Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Khilafah, Janji Allah yang Tak Bisa Disangkal

Bahasan Khilafah tak pernah ada habisnya dibicarakan. Baik oleh pengusungnya maupun yang menolak. Meski begitu, sebagai muslim sudah selayaknya kita mencari tahu apa, darimana, dan bagaimana tentang Khilafah ini. Kemudian apa yang harus dilakukan oleh kita sebagai umat Rasulullah. Ikut memperjuangkan atau justru jadi bagian yang menolak. Dan memahami setiap konsekuensi dari keduanya
Oleh: Nila Indarwati (Lingkar Studi Perempuan dan Peradaban)

Bahasan Khilafah tak pernah ada habisnya dibicarakan. Baik oleh pengusungnya maupun yang menolak. Meski begitu, sebagai muslim sudah selayaknya kita mencari tahu apa, darimana, dan bagaimana tentang Khilafah ini. Kemudian apa yang harus dilakukan oleh kita sebagai umat Rasulullah. Ikut memperjuangkan atau justru jadi bagian yang menolak. Dan memahami setiap konsekuensi dari keduanya.

Khilafah yang menjadi buah bibir ini sejatinya bukan sesuatu yang baru. Kalau ada yang baru dengar bisa jadi wajar sebab selama hidupnya bisa jadi memang belum pernah mendapatkan di sekolah maupun dari kanan-kirinya dengan dalih katanya-katanya yang jelas tak bisa dipertanggung jawabkan kebenarannya. Sebagaimana al-Liwa dan ar-Rayah yang merupakan panji Rasulullah, dan pastinya juga milik umat Islam, maka Khilafah ini pun juga bagian dari ajaran Islam.

Agar lebih paham, mari kita telusuri lebih dalam. Khilafah secara definisi adalah kepemimpinan umum bagi seluruh kaum muslim di dunia. Khilafah bertanggung jawab menerapkan hukum Islam, dan menyampaikan risalah Islam ke seluruh muka bumi. Khilafah terkadang juga disebut Imamah; dua kata ini mengandung pengertian yang sama dan banyak digunakan dalam hadis-hadis sahih.

Khilafah janji Allah SWT, meski kata Khilafah tidak zahir dinyatakan di dalam al-Qur'an namun Allah SWT telah menjanjikan akan kemenangan umat Islam. Hal ini difirmankan Allah SWT dalam surat an-Nur ayat 55 yaitu, ”Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa dimuka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentausa. Mereka tetap menyembahku-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. Dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik.”

Juga dipertegas dengan bisyarah (kabar gembira, red) Rasulullah dalam hadis riwayat Imam Ahmad, ”...Selanjutnya akan ada kembali Khilafah yang mengikuti manhaj kenabian.”

Sudah jelas bukan bahwa Khilafah adalah bagian dari Islam. Maka, sebagai muslim sudah semestinya memercayai juga mengambilnya, dan menjadi bagian yang memperjuangkannya. Menyambut janji Allah SWT dan bisyarah Rasulullah sebagaimana telah dilakukan oleh para Sahabat dan generasi Salafus Salih setelahnya.

Lantas, masih kah meragu akan janji dari yang Menciptakan kita? Adakah Allah SWT pernah mengingkari janjiNya? Adakah Rasul yang di bimbing wahyu yang al amin pernah mendusta?

Saatnya tentukan pilihan, mau menjadi yang beruntung atau yang buntung. Mau jadi bagian yang memperjuangkan atau menolaknya. Sebab semua memiliki konsekuensi.

Post a Comment for "Khilafah, Janji Allah yang Tak Bisa Disangkal"