Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

AYO KAWAN KITA MENANAM SINGKONG, MENANAM SINGKONG DENGAN PAK MENHAN


Karena urusan singkong sudah ditangani Pak Menhan, Pak Menteri Pertanian bisa fokus urusi kalung giok anti Corona. Atau bisa beralih ke batu akik. Yang merah Dareh itu oke Lo pak Mentan.
Oleh : Ahmad Khozinudin | Sastrawan Politik

"Singkong bisa menjadi bahan pangan roti, nasi dari singkong kemudian juga mie. Indonesia konsumen mie terbesar kedua di dunia dan kita ingin menjamin kita tidak tergantung dari persediaan dari luar negeri. Kita optimistis akan bekerja dengan baik,"[Menteri Pertahanan Republik Indonesia, Prabowo Subianto]

Luar biasa indera ke-enam Presiden Jokowi, mampu 'membaca' bakat terpendam sang Menhan Prabowo Subianto dalam budidaya tanaman singkong. Menhan RI yang dulu biasa memegang senapan mesin serbu, kini diamanahi untuk menangani 'bonggol' singkong.

Bahkan, Pak Menteri Pertahanan menargetkan kapasitas lahan singkong sebanyak 1,4 juta hektar di Indonesia hingga akhir 2025. Hal itu disampaikan Pak Menhan seusai mengikuti Rapat Terbatas mengenai food estate yang dipimpin Presiden Jokowi melalui video conference, di Jakarta, Rabu. (23/9).

Jadi, lima tahun ke depan pak Menhan akan fokus berkebun singkong. Indonesia harus aman, harus bertahan, makanya singkong penting dalam strategi pertahanan dan keamanan dari bahaya perut keroncongan. Singkong bisa dibuat roti, mie, untuk mengganjal perut lapar. Kalau mau konservatif, singkong bisa direbus, digoreng, dikolak, di getuk, dibikin kerupuk selondok, dll.

Yang tekun ya pak menhan, ingat posisi bonggol singkong jangan terbalik saat menanam. Mata bonggol harus diposisikan di atas.

Kalau ada orang yang panen singkong, segera didatangi. Minta bagian bongkolnya, untuk bahan bibit tanam.

Itu pucuk daun singkong juga bisa buat sayur, sangat sehat dan membantu program perbaikan nutrisi rakyat. Kalau mau hitung berapa hasil panen, ingat rumus matematika menghitung luas. Hitung jumlah batang deret panjang dan lebar lahan, cabut beberapa singkong untuk bahan survey, lantas kalikan dan buat batasan toleransi.

Dengan rumus itu, Pak Menhan bisa mengetahui berapa ton hasil panen lahan, sebelum mencabut batang singkong. Kalau malas mengelola panennya, bisa juga diserahkan tukang tebas (pemborong).

Karena urusan singkong sudah ditangani Pak Menhan, Pak Menteri Pertanian bisa fokus urusi kalung giok anti Corona. Atau bisa beralih ke batu akik. Yang merah Dareh itu oke Lo pak Mentan.

Tapi Bacan, Safir, zamrud, topas, kalimaya, kalsedon, tetap prioritas. Coba pak Mentan adakah kontes batu akik, untuk menaikan gengsi akik. Nanti pak Mentan, bisa berpidato pada dunia dan membanggakan rakyat Indonesia yang gemar batu akik.

Pak Jokowi memang luar biasa, pikirannya progresif. Indonesia itu tak butuh pertahanan dari serangan musuh, selama ini tentara dilatih perang juga percuma. Negara tidak pernah perang, tidak pernah diserang.

Karena itu, visi pertahanan harus diubah. Dari visi mempertahankan kedaulatan bangsa dan negara dari serangan musuh, menjadi mengupayakan pertahanan dan keamanan dari bahaya perut keroncongan.

Menanam Singkong adalah solusi smart, tak terpikirkan oleh siapapun. Hanya pak Jokowi yang bisa berfikir progresif seperti ini.

Bangganya bangsa Indonesia, memiliki presiden dan menhan Pak Jokowi dan Pak Prabowo. Presiden yang 'smart' dan Seorang Menhan yang 'kutuk' seperti macan Asia yang telah ketemu Nasi Goreng. Bahagianya menjadi bagian dari NKRI. Merdeka ! [].

Post a Comment for "AYO KAWAN KITA MENANAM SINGKONG, MENANAM SINGKONG DENGAN PAK MENHAN"