Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Tidak Ada Rezim Yang Tidak Melarang Dakwah Para Nabi Dan Rasul

Rezim yang menentang para Nabi dan Rasul jumlahnya sangat banyak. Ada beberapa diantaranya yang terkenal dalam Al Qur'an karena kerasnya perlawanan mereka kepada Dakwah Tauhid.


Oleh: Abu Mush'ab Al Fatih Bala (Penulis Nasional dan Pemerhati Politik Asal NTT)

Rezim yang menentang para Nabi dan Rasul jumlahnya sangat banyak. Ada beberapa diantaranya yang terkenal dalam Al Qur'an karena kerasnya perlawanan mereka kepada Dakwah Tauhid.

Golongan ini bisa berupa para raja mau pun pimpinan kabilah. Rezim Namrud menentang dakwahnya Nabi Ibrahim as.

Namrud adalah penguasa yang sangat kuat kala itu namun fitrah dan akalnya sebagai manusia tidak berfungsi. Dia dan masyarakatnya menyembah berhala.

Tentu ini tantangan bagi Nabi Ibrahim as untuk merubah pemikiran dan keyakinan raja dan masyarakat kala itu. Namun, raja Namrud memandang rendah Nabi karena Nabi dan para pengikutnya adalah orang-orang yang lemah di matanya.

Namun, Nabi Ibrahim as tak pernah putus asa dengan penuh harapan dakwahnya bisa diterima oleh umatnya. Beliau menghancurkan ratusan berhala kecil dalam kuil sang raja dan menyisakan satu berhala yang paling besar. Sebuah kapak diletakkan di tangan berhala besar.

Raja murka tuhan-tuhannya hancur dan memerintah pasukannya menangkap Beliau as. Sang Raja menuduh Nabi tetapi Nabi menyuruh sang raja untuk menanyakan secara langsung kepada tuhannya yang paling besar mungkin saja sang berhala tak ingin disekutukan dengan yang lain.

Kemudian berhala itu menghancurkan saingan-saingan yang berukuran kecil. Raja sadar berhala itu tak bisa membela diri apalagi menolong manusia. Namun, raja Namrud tetap menghukum Nabi Ibrahim as dan Allah SWT menyelamatkan Nabi dari api raksasa.

Fir'aun, penguasa Mesir zaman dulu, lebih parah lagi. Dia tak menyembah berhala tetapi menganggap diri tuhan. Dia memerintahkan orang-orang membangun menara tertinggi di dunia untuk melihat Tuhan Semesta Alam.

Fir'aun takkabur dan mempersekusi Nabi Musa as, Nabi Harun as dan bani Israil. Padahal Nabi Musa as telah banyak menunjukkan mukjizatnya dan berhasil membuat 12 penyihir bertauhid menyambah Allah SWT.

Fir'aun tetap kukuh menganggap dirinya tuhan dan tidak mengizinkan keduabelas penyihirnya untuk beriman kepada Allah SWT. Fir'aun memandang remeh Nabi Musa as dan para pengikutnya.

Baginya Nabi Musa as dan bani Israil adalah golongan yang lemah. Fir'aun mempersekusi mereka tetapi Allah menyelamatkan hamba-hambanya yang beriman dan menenggelamkan Fir'aun bersama seluruh pasukannya di laut merah.

Kesamaan para rezim terdahulu adalah melarang para Nabi dan Rasul untuk menyebarkan dakwah apalagi mendakwahi mereka. Apa yang diinginkan mereka harus dituruti oleh para Nabi dan Rasul.

Rezim jahiliyah tak berhenti sampai disini. Pada zaman Rasulullah SAW, persekusi rezim Makkah semakin meningkat. Dari sindiran, cemoohan dan serangan fisik kepada Rasulullah SAW dan para Sahabat r.hum memuncak.

Mereka melarang Rasulullah SAW dan orang-orang yang beriman untuk mendakwahkan Islam. Pelarangan pun dilakukan dengan pemboikotan dan yang terakhir dengan usaha pembunuhan Rasulullah SAW.

Namun, Allah SWT menolong Rasulullah SAW dan mewujudkan Daulah Islam (induknya Khilafah) di Madinah. Makkah berhasil difutuhat dan banyak tokoh serta umatnya yang memeluk Islam.

Alhamdulillah, babak baru dakwah Islam pun dimulai dan dilanjutkan oleh Khilafah hingga Islam menguasai 2/3 dunia selama 14 abad lamanya. Para rezim yang congkak itu telah tiada tinggal kenangan. Sedangkan Islam terus berjaya dan dipeluk oleh lebih dari 1,7 miliar penduduk dari berbagai suku, bangsa dan ras. Sedangkan para rezim yang jahat itu hanya menjadi ibrah bagi para penguasa di zaman milineal agar tidak menghalangi dakwah Islam.

Semoga rezim-rezim yang anti Islam segera bertaubat dan menyerahkan kekuasaannya kepada Islam sehingga mereka mendapatkan amal jariyah dan dicintai oleh Allah SWT dan Rasul-Nya. []

Bumi Allah SWT, 27 Agustus 2020

#DenganPenaMembelahDunia

#SeranganPertamaKeRomaAdalahTulisan

Post a Comment for "Tidak Ada Rezim Yang Tidak Melarang Dakwah Para Nabi Dan Rasul"