Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Melarang Khilafah Berarti Menantang Allah SWT, Rasulullah SAW dan Agama Islam

Abu Mush'ab Al Fatih Bala (Penulis Nasional dan Pemerhati Politik Asal NTT)

Oleh: Abu Mush'ab Al Fatih Bala (Penulis Nasional dan Pemerhati Politik Asal NTT)

Khilafah merupakan satu dari semua ajaran Islam yang Allah SWT turunkan ke dunia ini untuk diamalkan oleh Kaum Muslimin. Sebagai ajaran yang agung Khilafah adalah kewajiban yang setara dengan kewajiban lainnya seperti Shalat, Zakat dan Berpuasa di bulan Ramadhan.

Artinya Khilafah itu kalau ditegakkan menghasilkan pahala dan bila dilalaikan akan menghasilkan dosa. Meskipun hukum fardhu kifayah tetapi bila tak ada seorang Muslim pun yang memperjuangkannya maka dianggap berdosa semua Kaum Muslimin di dunia ini.

Sama seperti seorang Muslim yang berdosa jika dia tidak melaksanakan shalat, puasa, zakat dan kewajiban lainnya. Bukan Muslim namanya bila menolak ajaran Khilafah karena benci.

Mengapa harus membenci Khilafah jika ini adalah ajaran dari Allah SWT. Membenci Khilafah apalagi sampai melarangnya sama seperti melarang orang Shalat, Zakat dan Puasa.

Hanya komunis dan Kaum Kafirun yang membenci ajaran Islam. Misalnya di China, rezim komunis melarang Muslim Uighur untuk shalat dan berpuasa. Pada bulan suci Ramadhan mereka mewajibkan Kaum Muslimin di Uighur untuk makan dan minum pada siang hari di depan aparat hukum.

Yang menolak makan dan minum akan dipersekusi dan dimasukkan ke dalam penjara di China. Sekitar 1 juta orang disekap dan disetrum di penjara terbesar di dunia.

Shalat, zakat dan puasa saja dilarang apalagi mau menegakkan Khilafah. Yang tentu saja ajaran Khilafah anti Ideologi Komunisme. Tentu saja Rezim China akan melarang para Pejuang Khilafah dan ini bukan berarti Khilafah ajaran terlarang.

Khilafah tetap ajaran Islam yang ada dalilnya dalam Al Qur'an dan Sunnah Nabi. Banyak ayat yang ditafsirkan oleh para Ulama merujuk kepada sistem kepeminan Islam atau Khilafah.

Khilafah pun ada dalam Sunnah Nabi. Ketika dalam hadis riwayat Imam Ahmad menjelaskan bahwa akan datang Kekhilafahan Alaa Minhajin Nubuwwah (Khilafah Kedua) yang mengulang Khulafaur Rasyidin.

Ini dalil agama yang harus diyakini dan diwujudkan oleh Kaum Muslimin. Rasulullah SAW wafat, para sahabat tidak meninggalkan sistem Islam dan mengadopsi sistem demokrasi.

Para sahabat Nabi yang mulia menunda pemakaman jenazah Rasulullah SAW selama 2 hari 3 malam dan berkumpul di Saqifah Bani Saidah untuk memilih seorang Khalifah. Khalifah yang artinya memimpin seluruh Kaum Muslimin. Sahabat Abu Bakar As-Shiddiq ra yang terpilih sebagai Khalifah pertama.

Padahal semua mengetahui bahwa Kaum Muslimin dilarang menunda pemakaman jenazah. Apalagi ini jenazahnya Rasulullah SAW.

Maka jika sampai ditunda artinya ada kewajiban lain yang lebih tinggi yakni mengangkat seorang Khalifah yang masa pemilihannya tidak boleh lebih dari tiga hari.

Para sahabat r.hum adalah sahabat yang paling kuat amar ma'ruf dan nahyi mungkarnya. Jadi jika sudah jelas ada dalil yang kuat tentang Khilafah, tidak sepantasnya ada ungkapan atau niatan ingin melarang Khilafah.

Ini artinya berurusan nantinya dengan Allah SWT dan tidak akan dianggap bagian dari Kaum Muslimin oleh Rasulullah SAW di akhirat nantinya.

Khilafah dalam perjalanan sejarahnya tak pernah dianggap sebagai negara imperialis. Tidak juga tercatat sebagai negara yang membasmi sebuah negara atau umat.

Bandingkan dengan Kaum Mongol yang menghabisi penduduk daerah taklukannya. Menegakkan Khilafah berarti membuka investasi amal jariyah. Sebaliknya orang yang melarang Khilafah dan Dakwahnya, dosa orang tersebut akan menumpuk meski dia telah meninggal dunia.

Pahala tak akan putus meski yang berjuang telah meninggal dunia. Hanya memang kalau mau menjadi pejuang Khilafah akan menemui banyak tantangan dan hambatan.

Mulai dari hinaan, celaan, tindakan persekusi dan lain-lain. Itu bukan hal yang baru, hal yang sudah pernah dirasakan oleh Rasulullah SAW dan para sahabat.

Kaum Muslimin hanya perlu mengulang masa itu. Jika Khilafah tegak berarti Kaum Muslimin telah mencintai Allah SWT, Rasulullah SAW dan agama Islam.

Semoga dengan tegaknya Khilafah, Umat Islam akan mengusir para penjajah yang menjajah Kaum Muslimin di Palestina, Irak, Suriah, Myanmar dll. Khilafah akan menghentikan kesusahan umat di bidang ekonomi, sosial dll. dan menebar rahmat ke seluruh dunia.

Bumi Allah SWT, 26 Agustus 2020

#DenganPenaMembelahDunia
#SeranganPertamaKeRomaAdalahTulisan

Post a Comment for "Melarang Khilafah Berarti Menantang Allah SWT, Rasulullah SAW dan Agama Islam"