Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

AKIBAT FIKRAH YANG TIDAK JELAS

KAWAN-KAWAN hizbut Tahrir sudah dari dulu MENGANJURKAN kalau anda mau membikin konsep KHILAFAH yang benar
Mungkin ada sebagian pemirsa TV yang heran saat mendengarkan paparan narsum, kok dikatakan bahwa pemerintahan pasca khulafaur rasyidin itu bukan disebut khilafah, namun مملكة (mamlakah) yakni kerajaan, tapi disatu sisi ada yang menyebut bahwa Indonesia ini sudah خلافة (khilafah). Apalagi yang mengatakan ini sama-sama berasal dari pihak yang menolak khilafah.

Satu yang yang menarik dalam diskusi beberapa malam yang lalu yang live di sebuah TV Nasional, narsum menyatakan bahwa "Saya ke KAWAN-KAWAN hizbut Tahrir sudah dari dulu MENGANJURKAN kalau anda mau membikin konsep KHILAFAH yang benar, maka kemudian acuannya itu adalah kepada khulafaur rasyidun, dua orang itu (maksudnya Abu Bakar dan Umar), jadi bukan ke yang lain, ke Sultan Abdul Hamid II, dan seterusnya itu".

Alhamdulillah, dari sini, saya menyimpulkan, bahwa narsum belum memahami utuh konsep khilafah yang DITAWARKAN oleh kawan-kawannya dari HTI. Karena sejak awal, HTI berpendapat bahwa khilafah yang didakwahkan ini adalah khilafah 'ala minhajin nubuwwah, sebagaimana kekhilafahan fase yang kedua yang ada di dalam hadist Musnad Imam Ahmad. Artinya, memang konsep khilafah seperti fase kedua lah yang memang sedang didakwahkan oleh HTI, bukan merujuk kepada kekhilafahan Muawiyyah, Abasiyyah ataupun Ustamaniyyah.

Ya, disinilah pentingnya kejelasan sebuah fikrah. Sehingga tidak akan membuat suatu pernyataan yang ambigu dan membingungkan.

By Adi Victoria

Post a Comment for "AKIBAT FIKRAH YANG TIDAK JELAS"