HUKUM QODHO DAN SHOLAT 'IED SENDIRIAN

HUKUM QODHO DAN SHOLAT 'IED SENDIRIAN


Oleh : KH. M. Shiddiq Al Jawi, M.SI

Tanya:

Bolehkah kita sholat ied diqodlo? Dgn catatan tadi itu. Misal, kita meyakini 1 syawal jatuh pd tgl 4  Lalu kemudian kita sholatnya tgl 5? Boleh kah ustadz?

Jawab:
Jika kita meyakini 1 Syawal jatuh tgl 4, hukum  sholat Iednya ada rincian (tafshiil) sbb :

(1) jika informasi rukyatul hilalnya diterima di Indonesia sebelum zawal (Zhuhur), misal jam 8 pagi, maka sholat Ied tetap dilaksanakan tgl 4, karena waktunya masih ada. Jadi, tidak boleh sholat Ied tgl 5, karena berarti melakukan sholat di luar waktunya tanpa dalil.

(2) jika informasi rukyatul hilalnya diterima di Indonesia sesudah zawal, misal jam 14.00,  maka sholat Iednya dilaksanakan keesokan harinya, yaitu tgl 5. Dgn dalil Nabi SAW pernah menerima info rukyat sudah sore. Lalu Nabi SAW memerintahkan berbuka seketika itu juga dan memerintahkan sholat Ied keesokan harinya.

Pertanyaan selanjutnya :
bagaimana jika ada yg di kampungnya tdk ada jamaah shalat ied di hari selasa (jika 1 syawal jatuh pd hari selasa) ? Apakah boleh sholat tdk jamaah?

Jawab :

Boleh seseorang sholat Ied sendirian (munfaridan) tanpa berjamaah, tanpa khutbah, jika dia terluput dari sholat Ied secara berjamaah karena satu dan lain sebab, misalnya sakit, dlm perjalanan (safar), dsb.

Ini adalah pendapat jumhur ulama yaitu mazhab Maliki, Syafii dan Hambali. Berbeda dgn mazhab Hanafi yg tidak membolehksn sholat Ied sendirian.

Dalam kitab Mukhtashar Al Umm (juz 8 hlm. 125), Imam Muzani meriwayatkan dari Imam Syafii bahwasanya :

ويصلي العيدين المنفرد في بيته والمسافر والعبد والمرأة انتهى .
"Seseorang boleh sholat Ied sendirian di rumahnya, juga boleh bagi musafir, budak, dan wanita."

0 Response to "HUKUM QODHO DAN SHOLAT 'IED SENDIRIAN"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel