Menyambut Bulan Agung Yang Penuh Keutamaan Dan Keberkahan


Pranala Artikel



Menyambut bulan agung Ramadhan yang penuh berkah dan keutamaan

Keutamaan Puasa Ramadhan
Di dalam Al-Quran, banyak ayat yang menjelaskan keutamaan puasa sebagai salah satu sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah swt, serta untuk meraih ampunan dan pahalaNya.   Allah swt berfirman;

إِنَّ الْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْقَانِتِينَ وَالْقَانِتَاتِ وَالصَّادِقِينَ وَالصَّادِقَاتِ وَالصَّابِرِينَ وَالصَّابِرَاتِ وَالْخَاشِعِينَ وَالْخَاشِعَاتِ وَالْمُتَصَدِّقِينَ وَالْمُتَصَدِّقَاتِ وَالصَّائِمِينَ وَالصَّائِمَاتِ وَالْحَافِظِينَ فُرُوجَهُمْ وَالْحَافِظَاتِ وَالذَّاكِرِينَ اللَّهَ كَثِيرًا وَالذَّاكِرَاتِ أَعَدَّ اللَّهُ لَهُمْ مَغْفِرَةً وَأَجْرًا عَظِيمًا
"Sesungguhnya, kaum Muslim dan Muslimat, kaum Mukmin dan Mukminat, orang-orang yang taat laki-laki dan perempuan, orang-orang yang jujur laki-laki dan perempuan, orang-orang yang sabar laki-laki dan perempuan, orang-orang yang suka bersedekah laki-laki dan perempuan, orang-orang yang suka berpuasa laki-laki dan perempuan; orang-orang yang memelihara kehormatannya laki-laki dan perempuan, orang yang suka menyebut-nyebut Asma Allah banyak sekali, laki-laki maupun perempuan, maka Allah menyiapkan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar."[TQS Al-Ahzab (33):35]

وَأَنْ تَصُومُوا خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ
"Dan berpuasa itu lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui."[TQS Al Baqarah (2):184]

Di dalam Sunnah, Nabi saw telah menjelaskan keutamaan-keutamaan ibadah puasa; diantaranya adalah sebagai berikut.

Puasa termasuk amal perbuatan yang sangat penting dan utama di dalam Islam.  Di dalam hadits yang dituturkan dari Abu Hurairah ra, Nabi saw bersabda:

قال الله : كلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ لَهُ إِلاَّ الصِّيَامُ فَإِنَّهُ لِي ، وَأَنَا أَجْزِي بِهِ ، وَالصِّيَامُ جُنَّةٌ ، وَإِذَا كَانَ يَوْمُ صَوْمِ أَحَدِكُمْ فَلاَ يَرْفُثْ ، وَلاَ يَصْخَبْ ، فَإِنْ سَابَّهُ أَحَدٌ ، أَوْ قَاتَلَهُ فَلْيَقُلْ  :  إِنِّي امْرُؤٌ صَائِمٌ ، وَالَّذِي نَفْسِيْ بِيَدِهِ لَخُلُوفُ فَمِ الصَّائِمِ أَطْيَبُ عِنْدَ اللهِ مِنْ رِيْحِ الْمِسْكِ ، لِلصَّائِمِ فَرْحَتَانِ يَفْرَحُهُمَا : إِذَا أَفْطَرَ فَرِحَ ، وَإِذاَ لَقِيَ رَبَّهُ فَرَحَ بِصَوْمِهِ 
“Allah swt berfirman, “Setiap amal perbuatan anak Adam adalah untuknya, kecuali puasa.  Sesungguhnya puasa itu untukKu, dan Aku yang akan membalasnya. (Lalu, Rasulullah saw bersabda), “Puasa itu adalah perisai.  Jika salah seorang di antara kalian berpuasa, janganlah berkata-kata jorok, dan janganlah bertengkar. Jika seseorang mencelanya atau mengajak berperang, maka katakanlah, “Aku ini sedang berpuasa”.  Demi Dzat yang jiwaku ada di tanganNya, bau mulut orang yang berpuasa lebih baik di sisi Allah daripada bau misik. Bagi orang yang berpuasa akan mendapatkan dua kegembiraan yang dengan keduanya ia bergembira; jika ia berbuka gembira, dan jika berjumpa dengan Tuhannya, ia gembira dengan puasanya”.[HR. Imam Bukhari]

Allah swt melipatgandakan pahala orang-orang yang mengerjakan puasa dengan kelipatan yang amat banyak.  Imam Muslim menuturkan sebuah hadits dari Abu Hurairah ra, bahwasanya Nabi saw bersabda:

كلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ يُضَاعَفُ ، اَلْحَسَنَةُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا إِلَى سَبْعِمِائَةِ ضَعْفٍ ، قَالَ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ : إِلاَّ الصَّوْمُ فَإِنَّهُ لِي ، وَأَنَا أََجْزِيْ بِهِ
“Setiap amal perbuatan anak Adam akan dilipatgandakan (balasannya), (dengan) kebaikan 10 kali lipat hingga 700 kali lipat.  Allah swt berfirman, “Kecuali puasa, sesungguhnya puasa untukKu dan Aku sendiri yang membalasnya”. [HR. Imam Muslim, An Nasaaiy, Ad Daramiy, dan Baihaqiy]

Puasa menjadi salah satu sarana menghapus keburukan (dosa) seseorang terhadap keluarga, harta, dan tetangga.  Imam Bukhari dan Muslim meriwayatkan sebuah hadits dari Hudzaifah al-Yamani ra, bahwasanya Nabi saw bersabda:

فِتْنَةُ الرَّجُلِ فِي أَهْلِهِ وَمَالِهِ وَجَارِهِ تُكَفِّرُهَا الصَّلاَةُ وَالصِّيَامُ وَالصَّدَقَةُ 
“Fitnah seorang laki-laki pada keluarganya, hartanya, dan tetangganya, bisa ditutup (dihapus dosanya) dengan sholat, puasa, dan shadaqah (zakat)”. [HR. Imam Bukhari dan Muslim]

Puasa menjadi sarana terkabulnya doa.  Di dalam hadits shahih yang dituturkan Abu Hurairah ra, bahwasanya Rasulullah saw bersabda:

ثَلاَثَةٌ لاَ تُرُدُّ دَعْوَتُهُمْ : اَلْإِمَامُ الْعَادِلُ ، وَالصَّائِمُ حَتىَّ يُفْطِرَ ، وَدَعْوَةُ الْمَظْلُوْمِ 
“Ada tiga orang yang doa mereka tidak akan ditolak: imam yang adil, orang yang berpuasa hingga berbuka, dan doa orang yang didzalimi”.[HR. Imam Ibnu Majah]

Puasa sebagai benteng diri dari syahwat dan api neraka. Rasulullah saw memerintahkan kepada orang yang memiliki syahwat yang besar, tapi tidak mampu kawin, agar berpuasa dan menjadikannya sebagai pengekang hawa nafsu.   Nabi saw bersabda:

مَنِ اسْتَطَاعَ الْبَاءَةَ فَلْيَتَزَوَّجْ فَإِنَّهُ أَغَضُّ لِلْبَصَرِ وَأَحْصَنُ لِلْفَرْجِ ، وَمَنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَعَلَيْهِ بِالصَّوْمِ ، فَإِنَّهُ لَهُ وِجَاءٌ  
"Wahai para pemuda, siapa saja diantara kalian yang mampu, supaya menikah,  Karena, hal itu lebih melindungi penglihatan, lebih menjaga syahwat, dan barangsiapa tidak mampu, hendaklah berpuasa.  Sebab, ia bisa mengekang hawa nafsu."[HR. Imam Bukhari]

Dalam riwayat lain juga dituturkan, bahwasanya Nabi saw bersabda:

اَلصَّوْمُ جُنَّةٌ مِنَ النَّارِ كَجُنَّةِ أحدِكُمْ مِنَ الْقِتَالِ
"Puasa itu penangkal (perisai) dari api neraka, seperti perisai yang melindungi seseorang dari peperangan."[HR. Imam Ahmad, An Nasaaiy, Ibnu Hibban, dan Ibnu Abiy Syaibah].

Puasa akan memasukkan pelakunya ke dalam surga.   Dengan puasa seseorang akan dijauhkan dari api neraka, dan didekatkan kepada surga.   Diriwayatkan oleh Abu Amamah ra, bahwasanya ia pernah bertanya kepada Rasulullah saw;

مُرْنِي بِعَمَلٍ يُدْخِلُنِي الْجَنَّةَ ، قَالَ : عَلَيْكَ بِالصَّوْمِ ، فَإِنَّهُ لاَ عِدْلَ لَهُ ، ثُمَّ أَتَيْتُهُ الثَّانِيَةَ فَقَالَ لِي : عَلَيْكَ بِالصِّيَامِ
"Ya Rasulullah, tunjukkan kepada saya perbuatan yang bisa memasukkan saya ke dalam surga."  Nabi saw menjawab, "Kerjakanlah puasa, sebab ia tiada taranya. Lalu, aku mendatangi beliau untuk kedua kali, maka beliau saw bersabda,”Berpuasalah." [HR. Imam Ahmad, Imam An Nasaaiy, dan Ibnu Hibban, dan Thabaraniy di Mu’jam al-Kabiir]

Puasa dan al-Quran akan memberi syafa'at.   Rasulullah saw bersabda:

اَلصِّيَامُ وَاْلقُرْآنُ يَشْفَعَانِ لِلْعَبْدِ يَوْمَ اْلقِيَامَةِ ، يَقُوْلُ الصِّيَامُ : أَيْ رَبِّ مَنَعْتُهُ الطَّعَامَ وَالشَّهْوَاتِ بِالنَّهَارِ فَشَفِّعْنِي فِيْهِ ، وَيَقُوْلُ اْلقُرْآنُ : مَنَعْتُهُ النَّوْمَ بِاللَّيْلِ ، فَشَفِّعْني فِيْهِ ، فَيُشَفَّعَانِ
"Puasa dan al-Quran memberi syafa'at kepada hamba di hari kiamat, puasa berkata, "Ya Rabb; aku cegah dia dari makan dan syahwat, maka ijinkanlah aku untuk memintakan syafa'at kepadanya, dan al-Quran berkata, "Aku mencegahnya tidur di malam hari, maka ijinkanlah kepadaku untuk memintakan syafa'at kepadanya". Allah pun memberikan syafa'at kepada keduanya pada hamba itu."[HR. Imam Ahmad, Thabaraniy, dan dishahihkan oleh Imam Al Hakim].

Orang-orang yang berpuasa akan masuk surga melalui pintu Raiyyan.  Diriwayatkan oleh Sahl bin Sa'ad ra, dari Nabi saw, bahwasanya beliau saw bersabda:

إِنَّ فيِ الْجَنَّةِ بَاباً يُقَالُ لَهُ الرَّيَّانُ يَدْخُلُ مِنْهُ الصَّائِمُوْنَ يَوْمَ اْلقِيَامَةِ ، لاَ يَدْخُلُ مِنْهُ أَحَدٌ غَيْرُهُمْ ، يُقَالُ : أَيْنَ الصَّائِمُوْنَ ؟ فَيَقُوْمُوْنَ لاَ يَدْخُلُ مِنْهُ أَحَدٌ غَيْرُهُمْ فَإِذَا دَخَلُوْا أُغْلِقَ فَلَمْ يَدْخُلْ مِنْهُ أَحَدٌ
"Sesungguhnya, di dalam surga itu ada sebuah pintu yang bernama al-Raiyan.  Kelak pada hari kiamat orang-orang yang berpuasa masuk melewati pintu itu, dan tidak mauk ke dalamnya selain dari mereka. Apabila mereka masuk, maka pintu itupun ditutup, dan tidak seorangpun yang bisa memasukinya." Dalam riwayat lain yang dituturkan oleh Imam Bukhari dan Muslim, An Nasaaiy, dan Tirmidziy ada tambahan redaksi, "Siapa yang memasukinya tidak akan pernah haus lagi."[HR. Imam Bukhari dan Muslim]

Inilah beberapa keutamaan puasa yang dijelaskan di dalam Al Quran dan Sunnah.  Dengan keutamaan yang begitu agung dan besar ini, pastilah seseorang terdorong untuk mengerjakannya dengan ikhlash dan sungguh-sungguh.

Keutamaan Bulan Ramadhan
[ads-post]
[next]


Ramadhan hingga Ramadhan berikutnya menghapuskan dosa seorang hamba, selama tidak melakukan dosa besar.   Imam Muslim menuturkan sebuah hadits dari Abu Hurairah ra bahwasanya Rasulullah saw bersabda:

الصلواتُ الخمسُ ، والجمعةُ إلى الجمعةِ ، ورمضانُ إلى رمضانَ ، مكفِّراتُ ما بينهنَّ إذا اجتَنَبَ الكبائر } . رواه الإمام مسلم  ( 552 ) وأحمد . ورواه البخاري في التاريخ الكبير .
“Sholat lima waktu, Jum’at hingga Jum’at berikutnya, Ramadhan hingga Ramadhan berikutnya, menghapuskan dosa di antaranya, jika menjauhi dosa-dosa besar”.[HR. Imam Muslim, Imam Ahmad, dan Imam Bukhari dalam al-Taarikh al-Kabiir]

Ramadhan adalah bulan pengampunan.  Imam Ahmad meriwayatkan sebuah hadits dari Abu Hurairah ra, bahwasanya Nabi saw bersabda:

رَغِم أنفُ رجلٍ ذُكرتُ عنده فلم يصلِّ عليَّ ، وَرغِم أنفُ رجل دخل عليه رمضان فانسلخ قبل أن يُغفَر له ، ورَغِم أنفُ رجل أدرك عنده أبواه الكبرَ ، فلم يُدخلاه الجنة } . رواه الإمام أحمد ( 7444 ) والترمذي وابن خُزيمة والحاكم . وإسناده جيد .
“Celakalah seorang laki-laki, apabila namaku disebut di sisinya, ia tidak bershalawat atasku.  Celakalah seorang laki-laki, apabila Ramadhan mendatanginya, kemudian berlalu sebelum ia diberi ampunan.  Celakalah seorang laki-laki yang mendapati dua orang tuanya sudah sangat tua, tetapi keduanya tidak memasukkan dirinya ke dalam surga”.[H. Imam Ahmad, Tirmidziy, Ibnu Huzaimah, dan al-Hakim dengan isnad jayyid]

Di bulan Ramadhan, Allah membuka pintu langit, menutup pintu Jahannam, dan membelenggu setan.  Imam Bukhari dan Muslim menuturkan sebuah hadits dari Abu Hurairah ra, bahwasanya Nabi saw bersabda:

إذا دخل رمضان فُتحت له أبوابُ السماء ، وغُلِّقتْ أبوابُ جهنم وسُلسلت الشياطينُ  .( رواه البخاري ( 1899 ) ومسلم والنَّسائي وأحمد وابن حِبَّان والدارمي ، باختلافٍ في الألفاظ .)
“Jika Ramadhan tiba, dibukalah untuknya pintu-pintu langit, dan ditutup pintu-pintu Jahannam, dan dibelenggu setan-setan”.[HR. Imam Bukhari, Muslim, An Nasaaiy, Ahmad, Ibnu Hibban, dan Ad Daramiy, dengan perbedaan lafadh]

Puasa di bulan Ramadhan menghapuskan dosa-dosa yang telah lalu.   Imam Bukhari meriwayatkan sebuah hadits dari Abu Hurairah ra, bahwasanya Rasulullah saw bersabda:

من صام رمضان إيماناً واحتساباً غُفِر له ما تقدَّم من ذنبه  . رواه البخاري ( 38 ) والنَّسائي وابن ماجة وأحمد وابن حِبَّان . ولأحمد ( 8989 ) والنَّسائي في رواية ثانية من طريقه:  { ... غُفِر له ما تقدم من ذنبه وما تأخر } . بزيادة ( وما تأخر  ) . قال المنذري بإسنادٍ حسن . 
“Barangsiapa berpuasa di bulan Ramadhan dengan penuh keimanan dan keikhlasan, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu”. [HR. Imam Bukhari, An Nasaaiy, Ibnu Majah, Ahmad, Ibnu Hibban.  Di dalam hadits versi Imam Ahmad dan An Nasaiy, dinyatakan, “Diampuni dosa-dosanya yang telah lalu dan yang akan datang”. Dengan tambahan [dan dosa yang akan datang].  Al-Mundziriy menyatakan dengan isnad hasan.

Pahala ‘umrah yang dilaksanakan di bulan Ramadhan setara dengan haji.  Imam Ibnu Majah, An Nasaaiy , dan Ahmad menuturkan sebuah hadits dari Ibnu ‘Abbas ra, bahwasanya Rasulullah saw bersabda:

عُمرة في رمضان تعدل حَجَّةً  [ رواه ابن ماجة ( 2994 ) والنَّسائي وأحمد .
“’Umrah di bulan Ramadhan setara dengan haji”.[HR. Imam Ibnu Majah, An Nasaaiy, dan Ahmad]

Imam Bukhari, Muslim, dan Abu Dawud meriwayatkan dengan lafadh:

".. فإنَّ عُمرةً في رمضان تقضي حجة ، أو حجة معي . 
“Sesungguhnya ‘umrah di bulan Ramadhan seperti haji, atau (seperti) haji bersamaku”.[HR. Imam Bukhari, Muslim, dan Abu Dawud]

Imam Ath Thabaraniy meriwayatkan sebuah hadits di dalam Kitab al-Mu’jam al-Kabir, dan Imam Abu Dawud dan Ahmad, dari Ummu Ma’qil ra, bahwasanya beliau berkata:

يا رسول الله إني امرأة قد كبرتُ وقد سقمتُ ، فهل عملٌ يَجزي عني من حجتي ؟ فقال : عمرة في رمضان تُجْزيءُ عنك 
“Ya Rasulullah, aku ini adalah seorang wanita yang sudah tua dan aku sering sakit, lalu adakah perbuatan yang pahalanya untukku (bisa sebanding dengan pahala) hajiku?  Nabi saw menjawab, “’Umrah di bulan Ramadhan bisa memberikan pahala bagimu”.[HR. Imam ath Thabaraniy, Abu Dawud, dan Ahmad]

Pada awal malam bulan Ramadhan, setan-setan dan jin-jin yang durhaka dibelenggu,  pintu-pintu neraka ditutup, dan tidak dibuka satu pun pintu nereka. Dan dibuka pintu-pintu surga, dan tidak ditutup satu pun dari pintu-pintu surga. Dan setiap malam ada orang-orang yang dibebaskan Allah swt dari api nereka.  Imam Ibnu Majah, Ibnu Hibban, dan Baihaqiy menuturkan sebuah riwayat dari Abu Hurairah ra bahwasanya Rasulullah saw bersabda:

 إذا كان أول ليلة من رمضان ، صُفِّدت الشياطين ومَرَدةُ الجن ، وغُلِّقت أبوابُ النار ، فلم يُفتح منها باب ، وفُتحت أبوابُ الجنة ، فلم يُغلق منها باب ، ونادى منادٍ  :  يا باغيَ الخير أَقْبِل ، ويا باغي الشَّرِّ أَقْصِر ، ولله عُتَقاءُ من النار ، وذلك في كل ليلة [رواه ابن ماجة ( 1642 ) وابن حِبَّان والبيهقي .
“Apabila malam awal bulan Ramadhan telah tiba, setan-setan dan jin-jin durhaka dibelenggu, dan pintu-pintu neraka ditutup, dan tidak ada satupun pintu neraka yang dibuka.  Pintu-pintu surga dibuka, dan tidak ada satupun pintu yang ditutup. Penyeru (Malaikat) berseru, “Wahai pencari kebaikan, sambutlah! Wahai pencari keburukan kurangilah (keburukan), dan Allah swt memiliki orang-orang yang dibebaskan dari neraka. Dan hal itu terjadi setiap malam”.[HR. Imam Ibnu Majah, Ibnu Hibban, dan Baihaqiy]

Dari Ibnu ‘Abbas ra dituturkan bahwasanya beliau berkata:

كان رسول الله صلى الله عليه وسلم أجودَ الناس ، وكان أجودَ ما يكون في رمضان حين يلقاه جبريل ، وكان يلقاه في كل ليلة من رمضان فيدارسُه القرآن ، فَلَرسولُ الله أجودُ بالخير من الريح المرسَلَة } رواه البخاري ( 6 ) ومسلم والنَّسائي والترمذي وأحمد وابن حِبَّان
“Rasulullah saw, beliau adalah manusia yang paling lapang hatinya, dan beliau lebih berlapang hati saat berada di bulan Ramadhan ketika Jibril as mendatangi beliau saw.  Malaikat Jibril menjumpai beliau saw setiap malam Ramadhan, dan mengajarinya al-Quran.  Sungguh, Rasulullah saw begitu lapang dalam kebaikan, bagaikan angin yang bertiup”. [HR. Imam Bukhari dan Muslim, An Nasaaiy, Tirmidziy, Ahmad, dan Ibnu Hibban]

Puasa dan bulan Ramadhan memiliki banyak sekali keutamaan. Betapa meruginya, apabila seseorang diberi waktu dan kesempatan untuk bersua dengan Ramadhan, tetapi tidak mengisinya dengan amal kebajikan. Di antara amal kebajikan yang paling utama adalah menerapkan syariat Islam dalam bingkai Khilafah Islamiyyah. Sungguh, di dalam puasa dan Ramadhan terdapat keutamaan yang tidak bisa ditemukan di bulan-bulan lain.  Semoga Allah swt mempertemukan kita dengan bulan agung Ramadhan tahun ini. [GS]

0 Response to "Menyambut Bulan Agung Yang Penuh Keutamaan Dan Keberkahan"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel