Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Khilafah Menurut al Habib Umar bin Hafizh (Bagian 2)


KHILAFAH AKAN TEGAK KEMBALI PADA WAKTU YANG ALLAH TETAPKAN,  TAK BISA DIMAJUKAN ATAU DIUNDURKAN

Masih dari kitab beliau yang berjudul al Ittishol bi Ma'ani al Yaqin wal Qurb was Sa'adah wa Haqiqah al Khilafah di halaman 99, beliau menyatakan:
Adapun dari sisi khabar, Nabi صلّى اللّه عليه و سلم sebagai Shahib asy Syari'ah menyatakan bahwa Khilafah akan tiada sesudah beliau hingga akhir hingga akhir zaman. Kemudian akan kembali tegak khilafah yang mengikuti metode kenabian. Maka jika orang2 yang bersungguh dalam menegakkannya ingin memajukannya atas waktu yang Allah tetapkan atau ada pihak2 yang ingin mengundurkan (dengan menghalangi tegaknya) tidaklah mereka sanggup  melakukannya. Maka haruslah dilaksanakan (diyakini dan diamalkan) khabar gembira (bisyarah) dari ash shâdiq صلّى اللّه عليه و سلم ini.

Ada beberapa faidah dari apa yang al Habib Umar bin Hafizh sampaikan:
1. Bahwa khilafah pernah  ada namun kemudian hilang
2. Bahwa khilafah 'ala minhaj an nubuwwah akan kembali tegak di akhir zaman
3. Khilafah adalah wa'dun wa fardhun. Sebagai wa'dun (janji) khilafah akan tegak pada waku yang Allah tetapkan, tak bisa diajukan atau diundurkan. Sebagai fardhun (kwajiban) maka wajib diperjuangkan, sebagaimana yang telah bliau sampaikan pada paragraf sebelumnya. Bisa dibaca disini

Semoga bermanfaat
al faqiir ilaLlah Wahyudi Ibnu Yusuf

Alalak, 20 Februari 2020

Post a Comment for "Khilafah Menurut al Habib Umar bin Hafizh (Bagian 2)"