Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Keruntuhan Khilafah, Nestapa Bagi Seluruh Alam

Saat ini umat Islam telah memasuki bulan Rajab yang ke 1442 Hijriah. Bulan Rajab merupakan bulan yang sangat penting bagi seluruh umat Islam, terdapat banyak peristiwa besar dan bersejarah yang berhubungan dengan umat Islam yang ada di dunia.

Oleh: Heriani Leli (Komunitas Pena Ideologis Maros)

Saat ini umat Islam telah memasuki bulan Rajab yang ke 1442 Hijriah. Bulan Rajab merupakan bulan yang sangat penting bagi seluruh umat Islam, terdapat banyak peristiwa besar dan bersejarah yang berhubungan dengan umat Islam yang ada di dunia.

Salah satu peristiwa yang tak terlupakan dan menyimpan luka dalam bagi umat Islam pada bulan Rajab adalah, ketika diruntuhkannya Daulah Khilafah Utsmaniyah di Turki (pada 28 Rajab 1342 H/ 03 Maret 1924 M) oleh seorang dari etnis Yahudi bernama Mustafa Kemal Attaturk yang merupakan antek dari Inggris.

Sejak penghapusan Khilafah Utsmaniyah oleh Mustafa Kemal Attaturk, maka sejak itu pula ide sekularisasi menyebar di seluruh dunia. Dari keruntuhan Khilafah inilah yang mengakibatkan hampir seluruh manusia dipastikan teracuni dengan ide Sekularisme karena tak ada lagi junnah atau perisai yang melindungi umat dari serangan yang merusak pemikiran dalam kehidupan umat Islam.

Dalam sejarah yang terukir dengan tinta emas telah mencatat bahwa, lebih dari 13 abad lamanya Khilafah menjadi Negara adidaya yang terkuat dan terdepan dari Negara lainnya. Selain daripada itu semua umat yang hidup di bawah naungan Khilafah, baik muslim maupun nonmuslim akan mendapatkan hak yang sama, yaitu sama-sama mendapatkan perlindungan, kedamaian, keamanan, dan kesejahteraan dalam menjalani hidup secara tentram..

Akan tetapi semua kenikmatan hidup yang pernah dirasakan dalam naungan Khilafah seakan pupus seketika saat Khilafah utsmani yang menjadi kekhilafahan terakhir diruntuhkan dan dihapuskan dalam kehidupan. Sejak saat itu, umat muslim tak lagi memiliki pelindung bak anak ayam yang kehilangan induknya.

Malapetaka Runtuhnya Khilafah

Sejak runtuhnya Khilafah, Penderitaan demi penderitaan yang dialami umat Muslim diberbagai belahan dunia seakan tiada henti. Sebagaimana yang dirasakan saudara muslim di Palestina, Etnis Rohingya di Myanmar, Muslim Uyghur China, dan saudara-saudara muslim lainnya.

Tanahnya dijajah, haknya dirampas, kemudian dipaksa meninggalkan agamanya, pembantaian terjadi dimana-mana, pemerkosaan terhadap wanita muslimah adalah hal biasa dan masih banyak lagi kezaliman lainnya. Hal ini disebabkan karena tak ada lagi Institusi yang menjadi perisai umat Islam. Sebab sejatinya hanya Khilafah sajalah yang mampu menjaga kemuliaan, darah dan kehormatan kaum Muslim.

Sistem Khilafah yang digantikan dengan republik tak lain hanya mengundang malapetaka, dan nestapa bagi seluruh alam. Karena telah mencampakkan hukum Allah sebagai pemilik hak yang mengatur seluruh aspek kehidupan, maka tidak heran jika berbagai bencana datang silih berganti karena akibat dari kejahilan manusia dalam berbuat semena-mena tanpa ada rasa takut akan murka Allah SWT.

Benarlah apa yang dinyatakan oleh imam Ahmad, dalam riwayat Muhammad bin ‘Auf bin Sufyan al-Hamshi:

اَلْفِتْنَةُ اِذَا لَمْ يَكُنْ اِمَامٌ يَقُوْمُ بِأَمْرِ النَّاسِ

(Akan terjadi) fitnah (kekacauan) jika tidak ada seorang imam (khalifah) yang mengurusi urusan manusia (Al-Qadhi Abu Ya’la al-Farra’, Al-Ahkamus Sulthaniyyah, hlm. 23).

Maka tak heran sejak penghapusan Khilafah, berbagai kekacauan terus saja terjadi di berbagai belahan dunia. Itu semua disebabkan karena tak ada lagi seorang imam (Khalifah) yang menjalankan seluruh hukum-hukum yang telah ditetapkan oleh Allah untuk mengatur seluruh aspek kehidupan manusia.

Jadi perlu disadari bahwa, tak akan ada yang baik-baik saja selama hukum syariat Islam ditinggalkan, dan sudah jelas pula yang menetapkan hukum itu ialah hak Allah, yang menciptakan seluruh alam semesta, kehidupan, dan manusia.

إِنِ ٱلْحُكْمُ إِلَّا لِلَّهِ ۖ

“…Menetapkan hukum itu hanyalah hak Allah…” (QS Al An’aam [6] : 57).

Khilafah Menyejahterakan Umat

Selama lebih dari 13 abad lamanya, Khilafah terbukti telah menyejahterakan rakyatnya dengan menjadi pengurus dan pelayan rakyat yang penuh dengan tanggung jawab dan sesuai dengan hukum syariat dari Allah SWT (pemilik seluruh alam semesta).

“Imam (Khalifah) adalah raa’in (pengurus rakyat) dan ia bertanggung jawab atas pengurusan rakyatnya.” (HR al-Bukhari).

Pemimpin dalam Khilafah yang disebut dengan Khalifah, akan menempatkan dirinya sebagai rain (pengurus/penggembala) sekaligus junnah (pelindung) bagi umat. Dan Khalifah akan sungguh-sungguh melaksanakan kedua fungsi tersebut karena beratnya pertanggungjawaban di sisi Allah SWT.

Jaminan kepengurusan dan perlindungan umat pun, sepaket dengan hukum-hukum dari Allah yang disertai dengan iman. Karena hukum-hukum Allah ini memang turun sebagai problem solving bagi seluruh permasalahan hidup mulai dari problem yang berkaitan dengan politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pergaulan dan lain sebagainya.

Itulah mengapa, sepanjang Khilafah tegak selama belasan abad, umat Islam hidup dengan kesejahteraan yang luar biasa dan tak pernah dicapai oleh peradaban lainnya. Umat Islam mampu tampil manjadi Khoiru Ummah (umat terbaik), bahkan sebagai pionir peradaban.

Seorang sejarawan Barat, memuji kesejahteraan negara Khilafah. Dalam buku yang ia tulis bersama Istrinya Ariel Durant, Story of Civilization, ia mengatakan:

"Para Khalifah telah memberikan keamanan kepada manusia hingga batas yang luar biasa besarnya bagi kehidupan dan kerja keras mereka. Para Khalifah itu juga telah menyediakan berbagai peluang untuk siapapun yang memerlukan dan memberikan kesejahteraan selama beradab-abad dalam wilayah yang sangat luas. Fenomena seperti itu belum pernah tercatat (dalam sejarah) setelah zaman mereka"

Dari sini dapat disimpulkan bahwa, hukum buatan manusia sangat jauh berbeda dari kesempurnaan hukum syariat Islam yang berasal dari Allah pencipta manusia. Oleh karena itu, sudah saatnya menerapkan Aturan Islam secara kaffah dalam naungan Sistem Khilafah Islamiyyah. Sebab hanya khilafah yang mampu mengembalikan kemuliaan umat sekaligus meraih kesejahteraan dan kebahagiaan hakiki. Karena Islam, baik pada tataran konsep maupun praktik telah terbukti mampu menjadikan umat Islam sebagai umat terbaik, umat yang sejahtera, umat yang mulia.

Saatnya mencampakkan aturan-aturan hidup sekuler kapitalis dan kembali kepada aturan-aturan Islam

Wallahu 'Alam Bisshawab.

Post a Comment for "Keruntuhan Khilafah, Nestapa Bagi Seluruh Alam"