Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

INDONESIA, MEDAN PERTEMPURAN KAPITALIS BARAT DAN TIMUR


Oleh : Ahmad Sakhroni

Saya setuju dengan pernyataan pak bossman mardigu, bahwa Indonesia sedang berada dalam 2 kutub kekuatan besar ( https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=10162697160810268&id=305415055267&sfnsn=mo&s=100001363267819&vh=e )
, yaitu amerika sebagai kapitalis barat dan china sebagai kapitalis timur. Tapi tidak setuju dengan solusi yang ditawarkan, nanti mungkin anda bisa menyimpulkan diakhir tulisan, tentang solusi menyeluruh atas problematika umat manusia.

Di awal kita akan fokus pada peristiwa-peristiwa yang terjadi saat ini, Bagaimana ke dua kekuatan ini menjadikan Indonesia sebagai *MEDAN PERANG*, dan rakyatlah sebagai KORBAN.

Sekian lama indonesia terus mengikuti (tunduk) pada arahan-arahan amerika, dalam kebijakan ekonomi misalnya, indonesia manut pada IMF&BANK DUNIA yang notabene lembaga made in amerika, sehingga kebijakan ekonomi indonesia cenderung pada kapitalis-liberal, begitu pula dengan politik dan sistem pemerintahan, Indonesia mengadopsi sistem demokrasi, dimana amerika terdepan dalam menyebarluaskan, menjaga dan mempertahankan sistem tersebut, sehingga dikenal oleh dunia, amerika sebagai mbahnya demorasi.

Dimasa rezim jokowi, hegemoni amerika rupanya mulai mengalami pergeseran oleh cina, dengan kekuatan ekonominya yang terwujud dalam proyek OBOR, hampir seluruh pembiyaan infrastruktur indonesia dibiayai cina, jembatan, jalan tol, bendungan, pelabuhan, pemindahan ibu kota pun dapat dipastikan cina sebagai pemegang proyeknya. Bahkan Freeport sebagai lambang kebesaran hegemoni amerika disikat pula, dengan pembiayaan yang secara tidak langsung oleh cina (Inalum - Bank BUMN - pinjaman cina).

Hal ini tentu membuat hutang pemerintah Indonesia kepada cina semakin membengkak. Dan memang seperti itulah salah satu cara kapitalis barat maupun timur menguasai (menjajah) negara, yaitu menjadikan sebuah negara ketergantungan hutang.

Condongnya Jokowi ke cina ini tentu saja membuat amerika tidak akan tinggal diam, dengan berbagai cara "polisi dunia" ini akan merebut kembali indonesia kedalam genggamannya. Masih hangat dalam ingatan bagaimana mursi ditumbangkan, atau irak yang diporak porandakan. Dan sejarah pergantian kepemimpinan diindonesia pun tidak lepas dari interpensi negara asing, terutama amerika. (Lagi-lagi pak Bossman pun sudah pernah membahasnya https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=10162660077150268&id=305415055267 )
Sebelum penguasa2 "pengkhianat" itu tumbang, amerika sudah menyiapkan penggantinya yang siap berada dalam satu barisan dalam menjalankan agenda-agenda para kapital.

Peristiwa-peristiwa yang terjadi akhir-akhir ini, banyak para ahli politik mengatakan, serasa penuh kejanggalan, seakan-akan ini ada yang menggerakan, polanya yang sistematis dan terarah. Dari awal teriakan rasis kepada mahasiswa papua disurabaya, menyulut amuk massa di wilayah papua, pergerakan mahasiswa, sehingga melahirkan demonstrasi yang sampai saat ini belum mereda.

Bukan hal yang tidak mungkin, ini semacam warning dari amerika, agar jokowi kembali pada pangkuannya. Atau jika memang coreng penguasa ini tidak bisa diselamatkan, jabang bayi mamarika siap dilahirkan, masih fresh, segar, sehat sehingga diterima setiap kalangan, bayi tersebut nantinya didaulat untuk menjalankan roda pemerintahan yang sejalan dengan agenda dan kebijakan-kebijakan kapitalis barat.

Gerak mahasiswa untuk perubahan, jika misi dan tuntutan yang diemban hanya pada sisi parsial, maka saya ucapkan... SELAMAT, kalian sudah dimanfaatkan oleh agen-agen kapitalisme barat, sehingga Indonesia tetap berada dalam cengkraman KAPITALIS, entah siapa yang menang, atau bisa jadi mereka berdamai dengan berbagi rampasan perang.

Perlu disadari oleh para pengemban perubahan, bahwa Undang-undang dan kebijakan-kebijakan negara yang ada saat ini adalah lahir dari rahim kapitalisme. Dan inilah sumber dari segala problematika yang menimpa negeri. Bukan ekonomi, bukan pula problem politik yang menjadi pangkal persoalan, tetapi Ideologi kapitalisme yang menjadi dasar munculnya sistem-sistem bejat tersebut.

Kenapa dikatakan Ideologi kapitalisme padahal kapitalisme itu sendiri adalah sebuah sistem ekonomi ?, jawabannya karena sistem ekonomi kapitalisme inilah yang paling berpengaruh dan mempengaruhi sistem-sistem yang lainnya, keputusan politik dipengaruhi para kapital, sehingga melahirkan aturan dan perundang-undangan yang pro kapitalis, system pendidikan dipengaruhi para kapital, sehingga melahirkan swastanisasi (liberalisasi) pendidikan, fakta dilapangan, banyak anak-anak negeri yang tidak bisa melanjutkan pendidikan karena faktor biaya. Pelayanan-pelayanan publik pun tidak bisa lepas dari sistem kapitalisme. Inilah gambaran dari Ideologi, sebuah pemikiran mendasar yang melahirkan dan mempengaruhi berbagai aturan kehidupan.

Ideologi didunia ini hanya ada 3, ISLAM, KAPITALISME DAN KOMUNISME. Komunisme sudah tumbang, bahkan china yang digadang-gadang akan melahirkan kembali kekuatan ideologi ini pun mengadopsi kapitalisme dalam membangun kekuatan ekonominya, ideologi komunis hanya tersisa dalam sistem pemerintahannya saja.

Ideologi Kapitalisme saat ini memang sedang memimpin dunia, tetapi tanda-tanda kehancurannya semakin nyata didepan mata, ketimpangan hidup, resesi dunia, dan segala problematika hidup semakin menyadarkan umat akan rusaknya Ideologi ini. Inilah gambaran sederhana dari Ideologi, sebuah pemikiran mendasar yang melahirkan dan mempengaruhi berbagai aturan kehidupan.

Tinggal Ideologi Islam yang belum diberikan kesempatan, fajar kebangkitannya kian dekat dan tidak mungkin dapat dihancurkan. Berbagai upaya mereka lakukan untuk memdeskriditkan Islam, dengan fitnah dan propaganda murahan, jargon-jargon Radikal, Intoleran, terorisme sudah tidak mempan. Umat kini semakin sadar, kemuliaan dan kesejahteraan akan diraih dengan diterapkan Syariat Islam secara kaffah dalam institusi yang disebut Khilafah. 

Mereka hanya bisa menunda kebangkitan Ideologi Islam, tetapi tidak bisa mencegah dari terbitnya sang fajar. Banyak hadis Nabi saw, mengabarkan bahwa kekhilafahan Islam seperti pada masa Khulafaur Rasyidin akan kembali tegak sekali lagi. Salah satunya adalah hadis yang menggambarkan bentuk dan tahapan kekuasaan yang akan terjadi sepeninggal beliau sampai hari kiamat secara urut. Beliau bersabda:

تَكُوْنُ النُّبُوَّةُ فِيْكُمْ مَا شَاءَ ا للهُ أَنْ تَكُوْنَ ، ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ اَنْ يَرْفَعَهَا ، ثُمَّ تَكُوْنُ خِلآفَةً عَلَى مِنْهَاجِ النُّبُوَّةِ ، فَتَكُوْنُ مَا شَاءَ اللهُ اَنْ تَكُوْنَ ، ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا ، ثُمَّ تَكُوْنُ مُلْكًا عَاضًا ، فَتَكُوْنُ مَا شَاءَ اللهُ أَنْ تَكُوْنَ ، ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا ، ثُمَّ تَكُوْنُ مُلْكًا جَبَّرِيًّا ، فَتَكُوْنَ مَا شَاءَ اللهُ أَنْ تَكُوْنَ ، ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا ، ثُمَّ تَكُوْنُ خِلآفَةً عَلَى مِنْهَاجِ النُّبُوَّةِ ، ثُمَّ سَكَتَ

“Periode kenabian akan berlangsung pada kalian dalam beberapa tahun, kemudian Allah mengangkatnya. Setelah itu datang periode khilafah aala minhaj nubuwwah (kekhilafahan sesuai manhaj kenabian), selama beberapa masa hingga Allah ta’ala mengangkatnya. Kemudian datang periode mulkan aadhdhan (penguasa-penguasa yang menggigit) selama beberapa masa. Selanjutnya datang periode mulkan jabbriyyan (penguasa-penguasa yang memaksakan kehendak) dalam beberapa masa hingga waktu yang ditentukan Allah ta’ala. Setelah itu akan terulang kembali periode khilafah ‘ala minhaj nubuwwah. Kemudian Nabi Muhammad saw diam.” (HR Ahmad; Shahih).

Jadi, Solusi atas problematika Indonesia dan dunia ini adalah tidak menjadikan kita condong ke Kapitalis Barat, juga tidak condong ke kapitalis Timur, tetapi condonglah pada Ideologi Islam. Fase demi fase telah dilalui, Bersiap siagalah untuk menyambut terbitnya sang Fajar !, yaitu tegaknya kembali khilafah ‘ala minhaj nubuwwah. 

Post a Comment for "INDONESIA, MEDAN PERTEMPURAN KAPITALIS BARAT DAN TIMUR"