Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

ANTARA SANTRI DAN THE SANTRI


Oleh  : Ahmad Sastra|Alumni Pesantren Ulil Al Baab Bogor

Hari santri 22/10/19  diwarnai pro kontra film the santri. Film bergenre religius berbasis pesantren ini menuai reaksi dari umat. Suara kontra disuarakan karena film ini dianggap mempromosikan paham pluralisme, sekulerisme dan liberalisme agama yang justru telah diharamkan oleh MUI tahun 2005. Beberapa adegan dinilai mengarah ke paham itu. 

Film The Santri adalah  karya seni yang mencoba menampilkan sosok santri milenial. Pesan yang mungkin ingin disampaikan ke masyarakat adalah bagaimana menjadi santri di zaman modern. Istilah modern sesungguhnya paham barat yang membawa nilai-nilai sekulerisme, pluralisme dan liberalisme  yang menjauhkan kehidupan dengan nilai dan etika agama.  

Santri adalah manusia biasa, namun  menjadi istimewa karena membawa predikat santri di pundaknya. Sebab santri adalah orang yang ditempa dengan ajaran Islam dan harus menebarkan ilmu yang dimilikinya. Di pesantren, bisa dikatakan sebagai santri formalitas, namun saat di masyarakat menjadi santri transformatif. 

Dengan predikat santri, ia harus mentransformasikan ilmunya melalui dakwah dan pendidikan untuk membangun masyarakat islami. Santri adalah sosok mundhirul qoum (pencerah masyarakat) dengan Islam. Santri hanya menerima Islam dan menolak ajaran sesat seperti liberalisme, pluralisme, sekulerisme dan komunisme. 

Tidak sepatutnya bagi mukminin itu pergi semuanya (ke medan perang). mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya. (QS At Taubah : 122) 

Jika ulama adalah pewaris Nabi, maka santri adalah calon pewaris Nabi. Jika Nabi adalah para pejuang Islam sejati, maka santri adalah generasi muslim calon pejuang Islam sejati pula. Karena itu santri dan ulama selalu menjadikan Rasulullah sebagai sumber teladan. Muhammad adalah manusia biasa, hanya menjadi istimewa saat berpredikat sebagai Nabi dan Rasul. 

Nabi itu istimewa karena Nabi adalah manusia yang diberikan amanah oleh Allah sang pencipta sebagai pembawa risalah suci berupa ajaran agama  Islam. Istimewa karena, beliau  memberikan petunjuk hidup bagi umat manusia di muka bumi agar mereka terselamatkan dan mencapai kebahagiaan hakiki. 

Salah satu perilaku agung beliau adalah kejujurannya dan kegigihan membela Islam. Sejak usia muda beliau telah diberikan julukan Al Amin karena beliau merupakan orang yang bisa dipercaya oleh siapapun karena teguh memegang amanah dan jujur. Maka jika ada santri korupsi berarti santri palsu dan jika ada santri liberal merusak Islam, maka dia adalah santri palsu. 

Perjalanan kenabian Rasulullah adalah perjalanan dakwah dan perjuangan untuk membangun sebuah peradaban agung yang sarat dengan nilai-nilai religius, menggantikan peradaban jahiliyah yang paganistik dan amoral. Beliau bukan hanya dikenal sebagai pemimpin duniawi, melainkan juga pemimpin agama sekaligus. 

Hal ini menegaskan bahwa Islam bukanlah agama ritualistik semata, melainkan sistem kehidupan yang sempurna dan holistik. Islam mengajak kepada kehidupan yang agung di dunia dan kebahagiaan di akherat menggantikan sistem kehidupan yang sekuleristik. 

Visi transformatif dari peradaban jahiliah menjadi peradaban profetik inilah yang mengantarkan Rasulullah memiliki peran sempurna dalam upaya merealisasikan Islam rahmatan lil’alamin sepanjang perjalanan dakwah putra Abdullah ini. 

Tidak mengherankan jika Michael D Hart, seorang cendekiawan Barat bahkan menempatkan Rasulullah sebagai urutan pertama tokoh dunia paling agung dan berhasil dalam menegakkan peradaban kemanusiaan. 

Menurutnya, Muhammad adalah satu-satunya orang yang berhasil meraih kesuksesan luar biasa dalam hal dunia maupun agama. Dia sukses memimpin masyarakat yang awalnya terbelakang dan terpecah belah menjadi bangsa maju yang bahkan sanggup mengalahkan pasukan Romawi di medan pertempuran.

Kesempurnaan Rasulullah sebagai agen peradaban profetik ditunjukk

an dengan berbagai peran strategis yang diembannya. Beliau adalah seorang negarawan terkemuka yang ahli  politik sekaligus  hakim paling adil sepanjang sejarah.  Rasulullah juga merupakan pemimpin agung yang mampu membawa  kehidupan masyarakat yang penuh kesejahteraan, keamanan dan kebahagiaan.  

Selain itu beliau juga seorang pedagang paling jujur dalam melakukan transaksi perdagangan, tidak menggunakan riba dan selalu menjual barang-barang yang baik dan halal.  Bisnis yang dijalankan Rasulullah merupakan prototype ekonomi Islam sebagai salah satu pilar peradaban profetik. 

Tidak hanya sampai sebatas ini, Rasulullah juga merupakan tokoh peletak dasar perjuangan atas nama kemanusiaan seluruhnya agar menuju jalan lurus  yakni Islam.  Dalam bidang militer, Rasulullah adalah sosok  pemimpin militer yang luar biasa berani dan memiliki strategi yang jitu, terbukti dengan kemenangan berbagai peperangan melawan kaum zolim.  

Dari segi keluarga, Rasulullah juga merupakan ayah dan suami teladan dengan  berbagai perannya yang mulia. Dari kemuliaan beliau sebagai seorang ayah dan suami telah melahirkan berbagai kajian pedagogik sepanjang sejarah. 

Warisan sejarah bukanlah sekedar sebuah romantisme tanpa makna atau hanya sekedar menjadi berhala tanpa ruh yang dibanggakan dan diceritakan dimana-mana. Sejarah juga bukan sekedar dokumentasi naratif yang hanya dipampang di rak-rak perpustakaan. Sejarah perjalanan dakwah Rasulullah  adalah sebuah warisan nilai yang dibangun diatas keyakinan dan ghirah perjuangan untuk mewujudkan peradaban mulia. 

Karena itu, sejarah Rasulullah bukanlah sekedar warisan konseptual belaka melainkan juga merupakan warisan metodologis yang bisa diaplikasikan pada masa kini oleh para santri guna mentransformasikan peradaban jahiliah modern menjadi peradaban Islam abad 21 ini. nah jika mau membuat film tentang santri, mestinya dari aspek inilah gagasan itu dibangun. 

Peradaban profetik mewujudkan manusia beradab, adil, bahagia dan sejahtera dunia dan akherat. Mari kita ekspresikan kecintaan kepada Rasulullah dengan mewujudkan peradaban bangsa berbasis nilai-nilai kenabian. Jadilah santri transformatif, jadilah santri pejuang Islam sejati, bukan santri abal-abal penebar ajaran setan liberalisme. Katakan, saya santri, bukan the santri - saya santri, saya pejuang Islam sejati. 

*[AhmadSastra,KotaHujan,22/10/19 : 07.30 WIB]*

Post a Comment for "ANTARA SANTRI DAN THE SANTRI"