Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

NESTAPA SEPOTONG KERUPUK

 

Oleh :  Ahmad Sastra

Menggema teriakan kata merdeka
Dari sudut-sudut kota 
Dari sudut-sudut desa 
Merah putih berkibar  dimana-mana
Sebagai penanda bangsa merdeka 
Katanya...... 

Jika merdeka itu benar
Maka ekonomi bangsa ini mestinya makmur
Mengingat bangsa ini kaya akan sumber daya alam

Jika merdeka itu benar
Maka mestinya rakyat tak jadi babu di negeri orang 
Namun faktanya itu adalah ilusi 
Nestapa bagi rakyat 
Kekayaan negeri ini justru dikuasai asing 
Rakyat hanya kebagian sepotong kerupuk 

Sepotong kerupuk yang diikat tali 
Tangannyapun diikat 
Baru boleh menikmati kerupuk dengan mulutnya 
Sesekali tali itu digoyang
Hingga sepotong kerupuk itu sulit dinikmati 
Inikah kata merdeka itu 

Di saat para penjajah berebut kekayaan alam milik rakyat 
Ribuan ton emas digerus tanpa sisa 
Jutaan barel minyak bumi dihisap tiada tara
Sementara rakyat disuguhi sepotong kue kering 
Diikat di pucuk pohon pinang 
Basah dan licin oleh oli bekas 

Rakyat telanjang dada seperti budak romusa 
Berebut meraih sambil menginjak sesamanya  
Sesekali terjatuh dan tertimpa badan yang lain 
Tulang remuk, kulit lecet, roti kering tak terbagi
Karena terjatuh diatas lumpur basah  
Inikah kata merdeka itu 

Nestapa sepotong kerupuk 
Adalah cermin kemiskinan rakyat 
Adalah cermin ketidakberdayaan rakyat 
Dibawah neokolonialisme serakah 
Inikah kata merdeka itu 

Nestapa sepotong kerupuk 
Adalah cermin 
Atas ketidakberdayaan bangsa ini 
Atas keterjajahan bangsa ini 
Atas kesengsaraan rakyat jelata 
Hanya kebagian sepotong kerupuk 
Itupun hanya setahun sekali 
Tak pula langsung diberikan 
Tapi diikat dan dipermainkan 

Nestapa sepotong kerupuk 
Adalah cermin 
Bangsa ini 

Nestapa 
Sepotong 
Kerupuk 

Itupun hanya setahun sekali 

*[AhmadSastra,KotaHujan,07/08/19 : 20.00 WIB]*

Post a Comment for "NESTAPA SEPOTONG KERUPUK"