Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

PENGAJIAN VS DANGDUTAN ( Ironi Kehidupan di Negeri Bebek )

Oleh: Abu Ghazi

Berbicara kedua aktivitas tentang tema diatas, tentunya kita akan menemukan hal yang sangat berbeda dalam kegiatannya. Walaupun tak dipungkiri dalam kedua aktivitas kegiatannya ini tentunya sama-sama banyak mengundang perhatian dan menyedot banyak massa.

Tetapi apabila di lihat dalam prespektif ajaran Islam dangdutan dan pengajian adalah sesuatu kegiatan maupun aktivitas yang memang tak layak disandingkan dari segi apapun, bahkan dari amal perbuatannya.

Kenapa? Ya, sangat jelas dangdutan dalam pandangan syariat Islam aktivitas nya banyak menghantarkan kemaksiatan dan keburukan.  Dampaknya bukan hanya yang orang menyaksikan tapi juga masyarakat sekitar bahkan hingga sang pemberi ijin dan kebijakan.

Karena tak jarang kita temukan aktivitas dalam konser dangdutan ini menampilkan penyanyi nya yang tidak syar'i dalam berpakaian, khalwat antara laki-laki dan perempuan, kadang juga terdapat pula penonton yang mabuk, sampai saling senggol saja bisa kerusuhan.

Sedangkan aktivitas pengajian adalah aktivitas dakwah yang mengajak umat dalam rangka ketaatan. Aktivis yang didalamnya banyak kebaikan serta mengundang keberkahan baik dari jama'ah yang menghadirinya, tempat acara dilaksanakannya hingga panitia penyelenggaranya, Masya Allah.

Dalam beberapa hadits dijelaskan bahwa keutamaan mendatangi kajian ilmu diantaranya, Mendapatkan ketenangan, rahmat dan dimuliakan para Malaikat.

Orang yang mempelajari Al Qur’an di masjid disebut oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam akan mendapat ketenangan, rahmat dan pemuliaan dari Malaikat. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
وَمَا اجْتَمَعَ قَوْمٌ فِى بَيْتٍ مِنْ بُيُوتِ اللَّهِ يَتْلُونَ كِتَابَ اللَّهِ وَيَتَدَارَسُونَهُ بَيْنَهُمْ إِلاَّ نَزَلَتْ عَلَيْهِمُ السَّكِينَةُ وَغَشِيَتْهُمُ الرَّحْمَةُ وَحَفَّتْهُمُ الْمَلاَئِكَةُ وَذَكَرَهُمُ اللَّهُ فِيمَنْ عِنْدَه

“Tidaklah suatu kaum berkumpul di salah satu rumah dari rumah-rumah Allah (masjid) membaca Kitabullah dan saling mempelajarinya, melainkan akan turun kepada mereka sakinah (ketenangan), mereka akan dinaungi rahmat, mereka akan dilingkupi para malaikat dan Allah akan menyebut-nyebut mereka di sisi para makhluk yang dimuliakan di sisi-Nya” (HR. Muslim no. 2699).

Makna dari وَحَفَّتْهُمُ الْمَلاَئِكَةُ “mereka akan dilingkupi para malaikat“, dijelaskan oleh Al Mula Ali Al Qari:

مَعْنَاهُ الْمَعُونَةُ وَتَيْسِيرُ الْمُؤْنَةِ بِالسَّعْيِ فِي طَلَبِهِ

“Maknanya mereka akan ditolong dan dimudahkan dalam upaya mereka menuntut ilmu” (Mirqatul Mafatih, 1/296).

ini belum lagi dampak perantara hidayah yang dihantarkan dari orang yang mendatangi kajian ilmu, orang yang tadinya terbiasa tidak jujur berubah menjadi jujur. Anak yang dulu tidak berbakti kepada orang tuanya setelah ikut kajian menjadi anak yang berbakti. Sampai orang yang tidak biasa sholat menjadi orang senantiasa menjaga sholat nya. Masya Allah begitu banyak kebaikannya serta manfaatnya.

Tapi memang sungguh ironis yang terjadi pada negeri bebek, kenapa disebut negeri bebek?  karena negerinya di pimpin oleh penguasa yang membebek pada asing dan aseng. Di negeri bebek inilah kedua aktivitas dangdutan dan pengajian sangatlah bertolak belakang cara negeri tersebut mengakomodir nya. 

Di negeri bebek aktivitas yang jelas banyak terdapat maksiat serta mengundang murka Allah SWT sangatlah dilindungi dan dijaga.
Catatan di negeri bebek, sebenarnya banyak aktivitas kemaksiatan yang di lindungi bahkan difasilitasi bukan hanya dangdutan saja. 

Akan tetapi beda perlakuan dengan kegiatan pengajian, di negeri bebek kajian-kajian Islam begitu mudahnya dibubarkan. Sudah beberapa kajian ustad yang di bubarkan di negeri bebek, dari mulai Ustad yang mendapat julukan dari masyarakat sebagai ustad sejuta umat yang baru lulusan alzahar dan lulusan S2 Maroko. Kajian brother hijrah di salah satu kota di negeri tersebut baru-baru ini juga dibubarkan, padahal temanya berisi talk show saja.Yang terbaru ustad yang kalem nan merdu suaranya lulusan Al Azhar pun juga dibubarkan, dan sebenarnya masih banyak lagi.

Uniknya alasan nya hanya itu-itu saja, tak pernah berubah dari setiap pembubaran. Ustad nya yang ngisi di tuduh radikal tanpa bukti? Kegiatannya dianggap menimbulkan keresahan bahkan sarang tumbuhnya teroris, biyuh tuduhan ngawur tanpa dasar.

Ironisnya kelompok yang sering membubarkan kajian Islam ini juga sebenarnya berlatarbelakang Islam. Cuman kelompok ini punya aktivitas suka dangdutan dan jaga gereja. mereka berdalih membubarkan pengajian untuk melindungi negeri bebek dari paham khilafah? Ingin menjaga kedaulatan negeri bebek. Pokoknya kelompok yang paling benar dan yang paling cinta negeri bebek lah di banding yang lain. 

Tapi tak perlu khawatir, karena dalam setiap perbuatan itu pasti mempunyai timbangan dan nilai dimata dunia dan akhirat. Bagi kelompok yang rajin membubarkan kajian Islam dalam kacamata dunia mungkin mereka merasa menang, mereka merasa bahwa mereka sedang menyelamatkan negeri nya dan menjadi pahlawan. Tapi ingat bahwa dunia itu tak abadi masih ada Akhirat kampungmu pulang nanti. 

Sebab Allah SWT berfirman :

{وَلَا تَكُونُوا كَالَّذِينَ خَرَجُوا مِنْ دِيَارِهِمْ بَطَرًا وَرِئَاءَ النَّاسِ وَيَصُدُّونَ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ وَاللَّهُ بِمَا يَعْمَلُونَ مُحِيطٌ}
 [الأنفال: 47]

Artinya: “Dan janganlah kamu menjadi seperti orang-orang yang keluar dari kampungnya dengan rasa angkuh dan dengan maksud ria kepada manusia serta menghalangi (orang) dari jalan Allah. Dan (ilmu) Allah meliputi apa yang mereka kerjakan.” QS. Al Anfal: 47.

Dan entah mereka sadar atau tidak, perbuatan pembubaran pengajian di negeri bebek ini adalah ciri-ciri perbuatan orang-orang Kaffir dan sifat dominan  orang munafik.

Allah SWT berfirman : 

{الَّذِينَ كَفَرُوا وَصَدُّوا عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ أَضَلَّ أَعْمَالَهُمْ}

Artinya: “Orang-orang yang kafir dan menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah, Allah menghapus perbuatan-perbuatan mereka.” ( QS. Muhammad: 1 )

Dan Allah Swt menjelaskan dalam Al-Quran sifat  dominan dari orang munafik itu

{وَإِذَا قِيلَ لَهُمْ تَعَالَوْا إِلَى مَا أَنْزَلَ اللَّهُ وَإِلَى الرَّسُولِ رَأَيْتَ الْمُنَافِقِينَ يَصُدُّونَ عَنْكَ صُدُودًا}
 [النساء: 61]

Artinya: “Apabila dikatakan kepada mereka: "Marilah kamu (tunduk) kepada hukum yang Allah telah turunkan dan kepada hukum Rasul", niscaya kamu lihat orang-orang munafik menghalangi (manusia) dengan sekuat-kuatnya dari (mendekati) kamu.” QS. An NIsa’: 61.

Taqdim dan rasa hormat saya bagi para ulama , ustad serta kaum muslimin di negeri bebek tersebut yang tetap teguh mendakwahkan agama Allah SWT di tengah ketidak adilan, intimidasi, serta fitnah kebencian. Mereka tetap meninggikan kalimat Allah, Selalu Istiqomah untuk senantiasa dalam ketaatan, kebaikan bersama-sama para ulama, para ustad serta orang-orang Sholeh untuk bersama-sama menolong agama dan meniti jannahNya. 

Allah SWT berfirman : 
Hai orang-orang yang beriman, jadilah kamu penolong (agama) Allah sebagaimana Isa ibnu Maryam telah berkata kepada pengikut-pengikutnya yang setia: "Siapakah yang akan menjadi penolong-penolongku (untuk menegakkan agama) Allah?" Pengikut-pengikut yang setia itu berkata: "Kamilah penolong-penolong agama Allah", lalu segolongan dari Bani Israil beriman dan segolongan lain kafir; maka Kami berikan kekuatan kepada orang-orang yang beriman terhadap musuh-musuh mereka, lalu mereka menjadi orang-orang yang menang. 
(QS As Shaff : 14)

#CintaUstad
#CintaUlama
Taat Bahagia Maksiat Sengsara

Wallahu a'lam bishowab.

Post a Comment for "PENGAJIAN VS DANGDUTAN ( Ironi Kehidupan di Negeri Bebek )"