Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

PERSEKUSI DAKWAH : DITUNGGANGI SETAN (Ketika Argumentasi Pembenci Islam Tumbang)


Oleh : *Ahmad Sastra*

Setan, sebagaimana digambarkan dalam al Qur’an adalah musuh nyata bagi manusia, terutama bagi orang-orang beriman. Hal ini karena setan telah berjanji akan memasukkan manusia ke dalam neraka dan menjauhkan dari surga.

Al Qur’an dengan tegas telah memberikan gambaran kejahatan setan dalam banyak ayat. Setidaknya ada empat gambaran setan dalam al Qur’an : tabiat dan perbuatannya, permusuhan kepada anak cucu Adam, godaannya dan para pengikutnya. Gambaran setan ini disebuatkan 58 kali dalam al Qur’an.

Karena itu sejak zaman Nabi Adam hingga kiamat, setan akan terus memusuhi orang-orang muslim dan mukmin. Sebab setan begitu membenci orang-orang yang mau percaya dan tunduk kepada Allah.

Setan akan terus menggoda manusia agar memusuhi keimanan dan menebarkan kebatilan. Setan akan terus menunggangi manusia-manusia jahat yang membuat berbagai kerusakan di muka bumi.

Persekusi atas dakwah Islam adalah salah satu contoh perilaku manusia yang ditunggangi setan. Sebagaimana fir’aun persekusi dakwah Musa, Namruzd persekusi dakwah Ibrahim dan Abu Jahal persekusi dakwah Rasulullah Muhammad SAW.

Sebagiamana adzan, dakwah adalah seruan kepada jalan Allah. Para Nabi dalam ulama adalah mereka yang senantiasa menyeru kepada Islam. Setan akan terus menghalanginya atas seruan tauhid ini. Maka jika ada persekusi atas dakwah Islam, menghalangi suara adzan dan kriminalisasi atas ulama berarti telah ditunggangi oleh setan.

fir’aun, namruj dan abu jahal adalah manusia-manusia dungu yang kalah telak argumentasinya melawan para Nabi. Kekuatan logika mereka roboh dibawah argumentasi para Nabi. Akhirnya para rezim dungu itu menggunakan logika kekuasaan untuk ‘menghabisi’ dakwah para Nabi.

Dalam sejarah, semua yang berseberangan dengan fir’aun dianggap musuh yang harus dihabisi. Bahkan yang hanya ketahuan mengucapkan kalimat tauhid, dilaporkan dan langsung dibakar hidup-hidup. Tak sebatas itu, semua bayi laki-laki yang baru lahir harus dibunuh, sebab dikhawatirkan akan merobohkan kekuasaannya.

Pertarungan haq dan batil adalah perang abadi hingga kiamat. Meski fir’aun, namruj dan abu jahal telah mati, tapi setan masih hidup hingga kiamat. Kekuasaan gaya fir’aun, namrudz dan abu jahal juga akan terus tumbuh karena ditunggangi setan. Pengikut setan juga akan semakin banyak.

Pengikut setan adalah mereka yang dalam bersikap ditunggangi oleh setan. Persekusi dakwah adalah sebuah kejahatan. Sebagaimana jahatnya fir’aun saat persekusi dakwah Musa dan abu jahal saat persekusi dakwah Rasulullah. Sebab setan menginginkan manusia berbuat jahat.

Sesungguhnya setan itu hanya menyuruh kamu agar berbuat jahat dan keji dan mengatakan apa yang tidak kamu ketahui tentang Allah (QS Al Baqarah : 169].

Orang kafir dan munafik yang menolak seruan kepada Allah adalah pengikut utama setan. Orang kafir selalu menolak Islam, sementara orang munafik selalu berusaha menghalangi tegaknya Islam. Keduanya adalah golongan yang ditunggangi setan.

Dan apabila dikatakan kepada mereka,” Ikutilah apa yang telah diturunkan Allah,” Mereka menjawab,”Tidak, kami mengikuti apa yang telah kami dapati pada nenek moyang kami (melakukannya). Padahal nenek moyang mereka tidak mengatahui apapun (dungu) dan tidak mendapat petunjuk [QS Al Baqarah : 170].

Dan apabila dikatakan kepada mereka, “ Marilah (patuh) kepada apa yang diturunkan Allah dan (patuh) kepada Rasul”. (niscaya) engkau (Muhammad) melihat orang-orang munafik menghalangi dengan keras darimu. [QS An Nisa’ : 61].

Karena itu jika ada orang yang menolak seruan dakwah Islam dan mempersekusinya, menolak kalimat tauhid dan melecehkannya, membeci ulama dan mengkriminalisasinya, maka sungguh dia termasuk kafir dan munafik yang ditunggangi setan.

Jika ada kekuasaan seperti itu, maka sungguh kekuasaan itu adalah sama dengan kekuasaan fir’aun, namruzd dan abu jahal. Ketiganya adalah kekuasaan yang ditunggangi setan. Jika masih ada persekusi dakwah Islam, kriminalisasi ulama dan penghadangan atas tegaknya kalimat tauhid, maka masih banyak yang ditunggangi setan.

Sebagaimana fir’aun, mungkin kecongkakan dan kekuasaan akan bisa membungkam kebenaran, tapi fir’aun akan dibungkam oleh kematian. Sementara kebenaran akan terus hidup dengan jalannya sendiri.

Semoga kita terhindar dari kekafiran, kemunafikan dan pemujaan atas kekuasaan zalim, sebab akan digolongkan sebagai pengikut setan. Mari kita berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk. Jangan mau ditunggangi oleh setan, apalagi menjadi pemuja setan.

*[AhmadSastra,KotaHujan,26/06/19 : 18.23 WIB]*

Post a Comment for "PERSEKUSI DAKWAH : DITUNGGANGI SETAN (Ketika Argumentasi Pembenci Islam Tumbang)"