Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Tim Informatika dan Teknologi (IT) Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga

Tim Informatika dan Teknologi (IT) Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno merilis sederet daftar temuan dugaan kecurangan Pemilu 2019. Lewat temuan ini, BPN menilai pemilu ternodai dengan kecurangan terstruktur, massif dan sistematis.
 
“Pemilu 2019 adalah pemilu terburuk sejak era Reformasi. Demokrasi dengan prinsip One Man One Vote hancur demi upaya meraih kekuasaan,” ujar Juru Bicara Tim Siber BPN, Agus Muhammad Maksum lewat pesan tertulis, Selasa (23/4).
 
BPN mengklaim banyak menemukan fakta yang menunjukkan bahwa proses demokrasi lewat pemilu dijalankan secara tidak normal. Anak kecil mencoblos banyak surat suara, sisa surat suara dicoblos semaunya hingga surat suara yang sudah dicoblos.
 
BPN juga menemukan lokasi penyimpanan kotak suara yang melanggar SOP, keterlibatan oknum oknum resmi penyelenggara pemilu, massifnya kecurangan di berbagai provinsi, keterlibatan oknum-oknum aparat dalam proses kecurangan ini.
 
“Penyembunyian C1 yang asli dan menggantinya dengan fotokopi C1 dan masih banyak lagi modus yang dilakukan sebagaimana sudah beredar luas di masyarakat,” jelas Agus.
 
Sebagai upaya menghadirkan pemilu berkualitas, BPN telah melakukan audiensi formal sekitar 7 kali ke Komisi Pemilihan Umum (KPU). Tujuan utama dari audiensi tersebut membahas potensi persoalan yang ada terutama terkait dengan data DPT yang tidak wajar.
 
Agus mengungkapkan, ada sekitar 17.553.708 yang lahir dari 3 tanggal yang sama, yakni tanggal 1 Juli, 31 Desember dan 1 Januari. Selain ada banyak data ganda, 1 Kartu Keluarga (KK) dengan banyak sekali anggota keluarga, ratusan ribu pemilih di atas 90 tahun, dan 20 ribu lebih usia di bawah 17 tahun.[rls/Indonesiainside.id]

Post a Comment for "Tim Informatika dan Teknologi (IT) Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga"