Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

KASIH TAK SAMPAI [Sebuah Elegi Untuk Mas Romi]


Oleh : Nasrudin Joha 

Mas Romi, jahat sekali dirimu ? Engkau berazam akan mengunduh cinta HTI, setelah engkau berkontribusi menebar fitnah kepada HTI. Membuka pinangan untuk menerima kader HTI, tapi begitu ditolak kau rusak setiap hubungan yang dijalin HTI.

Mas Romi, HTI tidak pernah mengikrar sumpah apapun kepadamu, tidak juga kepada yang lain. Jadi, boleh dan merdeka bagi HTI untuk menjalin cinta dengan partai manapun, dan memberi dukungan kepada siapapun.

Mas Romi, kamu jahat ! Setelah gagal mempersunting HTI, kau tebar fitnah agar tidak ada satupun partai lain yang menjalin hubungan dan mendapat cinta HTI. Kau terlalu bernafsu untuk memiliki, setelah gagal kau kubur seluruh mimpi. Kau anggap, hanya dirimu yang boleh bahagia menangguk elektabilitas dan dukungan umat ?

Ah Mas Romi, saat ini umat lebih karib dan menaruh perasaan jatuh hati kepada HTI. Ormas Islam yang tetap konsisten membela syariah dan khilafah, memperjuangkan kehidupan Islam, ketimbang Partai yang kau jadikan sarana untuk berebut kuasa. Ah Mas Romi, bagaimana mungkin ada partai Islam mendukung penista agama ?

Bagaimana mungkin kau unggah jalinan asmara terhadap HTI, sementara pada saat yang sama kau berselingkuh dengan Ahok ? Kau menjalin hubungan asmara dengan PDIP ? 

Mas Romi, kasihmu tak sampai bukan salah HTI. Janganlah buruk muka cermin dibelah. Kasihmu tak berbalas, kasihmu bertepuk sebelah tangan karena ulahmu sendiri. Bagaimana partai umat Islam, Rumah besar umat Islam telah dikontrakkan kepada penista agama ? Digunakan untuk menginap partai pendukung penista agama ?

Mas Romi, jangankan pihak lain, internalmu sendiri berantakan. Banyak kader partaimu yang kecewa dengan kebijakanmu.

Aku ingin memberikan nasehat kepadamu, biarkanlah HTI menjalin asmara dengan umat. HTI memiliki kesetiaan yang tiada tara, tidak mudah berpaling karena dunia. Umat membutuhkan pelindung yang benar-benar konsisten pada agama.

Biarkanlah, ajaran Islam khilafah kembali kepada umat, sang pemiliknya. Fitnah dan tuduhan apapun, tidak mungkin memalingkan umat dari Islam, dari HTI.

Lebih baik, persiapkan diri untuk kekalahan, untuk hari-hari dikucilkan dan ditinggalkan. Koalisi partai penista agama, tidak benar-benar tulus mencintaimu berada dibarisan mereka, kecuali sekedar menjadikanku tempat melepas penat sesaat. Saat kau tak dibutuhkan, mudah sekali bagi siapapun untuk mencampakkan.

Mas Romi, bertepuk sebelah tangan itu sakit. Tetapi mengulang aksara untuk menghalangi cinta bersemi antara umat dan HTI, itu hanya akan menambah pedih. Engkau akan saksikan, hari-hari dimana umat akan berpaling darimu dan menjalin asmara dengan HTI. [].

Post a Comment for "KASIH TAK SAMPAI [Sebuah Elegi Untuk Mas Romi]"