Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Islam Nusantara (Catatan Terhadap "Tobatnya" Mamah Dedeh)


Oleh : Saif Muhammad Al Amrin 
Direktur Rubath An Nahdhah

Pengusung Islam nusantara memang bisa berkelit ketika dituduh liberal.

Karena memang nama Islam ketika disandingkan dengan Nusantara akan memiliki makna Islam yang ada di Nusantara (Indonesia)  dengan corak alkultirasi budaya dan tradisi Nusantara yang berbeda dengan umat Islam yang ada di Arab,  maupun India. 

Namun apakah itu maksud yang di inginkan oleh pengusung Islam Nusantara?  

Ternyata ketika kita amati pernyataan pernyataan mereka,  justru kita melihat yang dimaksud ternyata bukan Islam yang ada di Nusantara dengan alkutitasi budaya dan tradisi Nusantara.  

Tetapi yang mereka maksud,  yang mereka ucapkan dan yang mereka sampaikan adalah Islam yang diseret ke arah sinkretisme dengan dalih pluralisme.  Islam yang dipaksa menerima LGBT,  Islam yang dikerdilkan hanya mengurusi masalah ibadah ritual dan moral saja. 

Lalu orang yang mengusung ide rusak dan busuk ini selalu mengatakan kepada orang atau kelompok yang tidak setuju dengan Islam Nusantara sebagai orang yang anti kebhinekaan,  anti pluralisme,  tidak ahlusunnah,  wahabi dll.  Sehingga orang sekelas Mamah Dedehpun terpaksa minta maaf atas pernyataan beliau kalau tidak ada Islam Nusantara dalam Al Quran.

Sehingga saat ini Islam Nusantara dipaksakan menjadi Standar kebenaran (shahihnya) keislaman seseorang di Indonesia.  Tentu ini sangat berbahaya karena Standar keislaman seseorang itu adalah Al Quran dab Al Hadist dan apa yang ditunjuki oleh keduanya yaitu Ijma Shahabat dan Qiyas. 

Oleh karena itu Ide Islam Nusantara wajib ditolak karena ide ini menjadikan seolah Islam yang ada di Indonesia lebih baik dari pada yang ada di Arab.  Ulama Indonesia yang setuju dengan Islam nusantara dianggap lebih bertakwa dan hebat ketimbang yang tidak setuju dengan Islam Nusantara. 

Selain itu ide Islam Nusantara ini hanya akan membuat Umat Islam di Indonesia semakin terpecah dan mudah sekali terjadi konflik diantara umat Islam karena dianggap bertentangan dan tidak sejalan.  

Maka menolak Islam Nusantara adalah suatu keharusan dan kembali kepada Islam yang kaffah adalah kewajiban kita semua. Wallahu Muwafiq Illa Aqwamit Thariq.

Post a Comment for "Islam Nusantara (Catatan Terhadap "Tobatnya" Mamah Dedeh) "